sambungan dari LAKONKU ADALAH PETANI #8
Manajemen untuk Peningkatan Kualitas
Selepas Ashar, terlihat Arman sedang
duduk ditengah gazebo dekat rumah bersama-sama dengan Tono, Abdul, dan
Arphan. Rina sedang menggendong Irma
sambil mengawasi Bimo yang sedang menyusun puzzle di salah satu sudut
gazebo. Bangunan gazebo berlantai dua yang
dibangun Arman cukup artistik dan multiguna.
Lantai atas dengan separuh tembok, terbagi atas tiga ruangan. Ruangan depan seperti teras dan ruangan
tengah merupakan tempat berkumpul yang difasilitasi lemari penyimpanan buku,
juga ada white board untuk sarana pertemuan, serta bagian dalam
digunakan untuk musholla. Lantai dasar
gazebo diperuntukkan sebagai mess karyawan, sehingga dekat dengan lokasi
kerja. Alat cuci dan wudhu terletak pada
ujung bawah tangga. Bangunan gazebo ini aksesorisnya
didominasi oleh bambu, kayu, dengan atap
rumbia.
Ditangan kanan Arman, sebuah
spidol white board berwarna hitam tengah dipegang sementara white board yang
telah diberi beberapa gambar denah terletak disisi kiri Arman. Saat itu sedang dilakukan pertemuan rutin
mingguan sebagai sarana untuk saling berkomunikasi dan mengevaluasi aktivitas
yang dilaksanakan. “Assalamu ‘alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh”, Arman membuka pertemuan sore itu. “Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh”,
jawab seluruh hadirin serempak. “Terimakasih
kita kepada Yang Maha Kuasa atas rahmat dan berkah yang diberikan sehingga kita
dapat berkumpul diwaktu dan kondisi yang sempurna. Semoga kita selalu dapat mensyukuri nikmat
yang diberikan-Nya. Shalawat dan salam untuk junjungan kita, Nabi SAW”, Arman
menyampaikan kata-kata pembuka. “Selanjutnya,
seperti biasa kita melakukan pertemuan kecil ini sebagai sarana untuk saling
memperat komunikasi dan menciptakan suasana yang menyenangkan. Harapan kita adalah kebahagiaan dalam
kehidupan. Seperti pertemuan yang
terdahulu, saya akan sampaikan tentang model manajemen”, terang Arman.
Kita harus melakukan aktifitas dengan target yang
jelas dan tepat sasaran. Seperti yang telah kita tetapkan bersama bahwa :
- Melakukan aktifitas pertanian dengan memaksimalkan penggunaan sarana produksi pertanian yang berasal dari bahan organik
- Menganekaragamkan bedeng penanaman dengan tanaman sela sehingga selalu kita memperoleh hasil yang maksimal dan bervariasi
- Penggunaan agens hayati atau pupuk cair organik atau pupuk organik dalam setiap fase penanaman sesuai dengan program dan hasil pengamatan dilapangan
- Perlakuan yang apik terhadap hasil panen sehingga hasil panen lebih tahan lama dan dapat diterima oleh pasar
- Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kegiatan pendidikan dan latihan yang berkaitan dengan budidaya pertanian
Demikian paparan pertama Arman
kepada team lahan sayurannya. Lanjutnya
lagi, penegasan untuk memelihara target menjadi sebuah program yang tertata dan
tersusun. Beberapa hal yang perlu
ditekankan adalah rotasi persemaian, kebutuhan benih untuk persemaian,
kebutuhan pupuk organik, kebutuhan sarana produksi pertanian, dan program
penanganan pasca panen serta penataan kebersihan – kerapihan lahan.
Arman
selanjutnya menyampaikan tentang sebuah fungsi pencatatan, dimana seluruh target
yang menjadi program tersusun, ditata dalam sebuah catatan, dan dokumentasi
pelaksanan kegiatan dilakukan sebagai prioritas dalam memantau setiap fenomena
yang terjadi di lapangan
sehingga mudah dalam pengambilan keputusan pemecahan
masalah. Pelaksanaan monitoring yang
dilakukan oleh atasan bukan semata-mata mencari kesalahan orang lain, tetapi
memastikan bahwa seluruh program terlaksana dengan baik. Bila terjadi hal yang berbeda atau tidak
sesuai dengan program, maka melalui proses pencatatan dan monitoring dilapangan
akan mudah ditemukan dan diperbaiki atau dicari jalan keluar terbaik agar
program tetap dapat terlaksanan secara tertata dan berkesinambungan. Evaluasi yang dilaksanakan setelah pelaksanaan
kegiatan berlangsung adalah salah satu cara cerdik untuk tetap menjaga motivasi
dan semangat juang sehingga pelaksanaan kegiatan dapat diprioritaskan sebagai sebuah
kegiatan yang dinamis. Beberapa kunci
yang perlu dilaksanakan agar seluruh program dapat berjalan dengan baik adalah
: kedisiplinan dalam melakukan program dan melaksanakan aktifitas, pencatatan –
monitoring, dan kerapihan
alat dan lokasi kerja untuk menjamin kenyaman suasana beraktifitas. Konsistensi dan persistensi harus
dilaksanakan secara berkesinambungan dengan metode rekreatif dalam mencapai nilai
rekreasi untuk menumbuhkan sifat kreatif.
Penjelasan Arman dilakukan sambil
dicatat pada white board serta pembagian makalah yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Ketiga anak buahnya sibuk mencatat di buku kecil yang memang selalu dibawa
untuk memudahkan pencatatan hal yang mereka lakukan dan melakukan apa yang
mereka catat. Penanaman model manajemen yang diterapkan Arman cukup
efektif, ada masa dimana Arman bertindak sebagai komandan, masa bertindak
sebagai penilai, masa bertindak sebagai penghukum, masa bertindak sebagai pemberi
pujian, masa bertindak sebagai kawan, dan masa bertindak sebagai sosok
yang selalu diperlukan oleh personil operasi dilapangan.
Sikap Arman yang demikian membuat
Abdul, Tono, dan Arphan merasa cocok dan bangga menjadi orang
yang dapat membantu usaha yang dilakukan Arman.
Demikian pula dengan Arman, rasa bangga memiliki personel lapangan
seperti mereka bertiga merupakan anugrah yang besar. Diskusi antar mereka berempat bersifat
membangun dan kadang diselingi dengan canda, apalagi ditambah hidangan teh
rosella dan penganan kecil, hasil racikan Nyonya Arman, Bu Rina.
Arman membagi lahannya menjadi
tiga bagian dan masing-masing personel membawahi satu
lokasi, seperti Abdul memimpin lokal A, Arphan
membawahi lokal B, dan Tono menggarap lokal C. masing-masing lokal terdiri
atas 5 petak pembagi mulai dari A-1 sampai dengan A-5, B-6 sampai dengan B-10, dan
C-11 sampai dengan C-15. Masing-masing
lokal dan petak telah ditanami beberapa jenis tanaman khusus, seperti : lokal A-1
sampai lokal A-3, ditanami cabai rawit dengan berbagai macam umur; lokal A-4
dan A-5, ditanami wortel. Tumpang sari yang ditanam
adalah caisim, bayam cabut, kangkung dan pak coy green. Lokal B-6 dan B-7, ditanami terong lalap;
lokal B-8 dan B-9 khusus ditanami kacang tanah; lokal B-10 ditanami daun
bawang. Lokal C-11 dan
C-12 ditanami tomat, lokal C-13 ditanami kacang panjang, lokal C-14 ditanami buncis
dan lokal C-15 ditanami pare. Lokal C-11
dan C-12 ditumpang sarikan dengan pak coy green dan caisim. Ketiga personel tersebut bertanggungjawab
atas kerapihan dan kebersihan seluruh lokasi, pemupukan dan perawatan kebun
buah-buahan di pekarangan rumah, secara bergantian mereka juga
melakukan perawatan tanaman bunga disekeliling rumah dan tentunya, mereka
bertanggungjawab atas persemaian tanaman sayur yang mereka usahakan. Pengelolaan sawah khusus dipercayakan kepada
Arphan, dimana dia secara berkala melakukan pemeriksaan, mengatur tenaga borong
yang menggarap sawah dan melakukan panen.
Sementara Abdul sebagai tenaga yang paling tua dan berpengalaman,
dipercaya sebagai koordinator personel.
Tono ditugaskan sebagai bagian umum yang bertugas melakukan perawatan
atas peralatan dan perlengkapan aktifitas.
Rina bertugas melakukan penjualan, pencatatan dan administrasi kegiatan
usaha. Dasar pendidikan sekolah menengah
akuntansi membuatnya piawai membantu Arman mengembangkan usaha. Pembagian model aktifitas dilakukan dengan sistem
yang luwes sehingga seluruh personel tetap semangat dalam melaksanakan
aktifitasnya.
“Baiklah, setelah saya evaluasi
dan lakukan pengamatan, penilaian saya atas aktifitas yang kalian lakukan
sangat bagus dan teratur. Kalian mampu
mengemban amanah dan tetap menjaga
kedisiplinan. Saya mohon kalian dapat
terus menjaga dan meningkatkan kualitas kerja kalian. Saya juga perlu sampaikan bahwa minggu depan
kita akan bertambah lagi tiga orang personel yang bertugas di lokasi kandang ternak,
saat ini mereka sedang magang di sebuah peternakan selepas mereka mengikuti
pelatihan, saya harap kalian dapat saling bekerjasama dan khusus bagi kalian
yang telah lama berada disini, saya minta untuk dapat memperkenalkan kondisi
lingkungan kita dan tetapkanlah landasan kita dalam beraktifitas”, terang Arman. Pertemuan
sore itu diakhiri dengan sholat maghrib berjamaah dan makan malam yang
sederhana tetapi nikmat ala Bu Rina.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar