Kamis, 16 April 2020

LAKONKU ADALAH PETANI #9


sambungan dari LAKONKU ADALAH PETANI #8


Manajemen untuk Peningkatan Kualitas

Selepas Ashar, terlihat Arman sedang duduk ditengah gazebo dekat rumah bersama-sama dengan Tono, Abdul, dan Arphan.  Rina sedang menggendong Irma sambil mengawasi Bimo yang sedang menyusun puzzle di salah satu sudut gazebo.  Bangunan gazebo berlantai dua yang dibangun Arman cukup artistik dan multiguna.  Lantai atas dengan separuh tembok, terbagi atas tiga ruangan.  Ruangan depan seperti teras dan ruangan tengah merupakan tempat berkumpul yang difasilitasi lemari penyimpanan buku, juga ada white board untuk sarana pertemuan, serta bagian dalam digunakan untuk musholla.  Lantai dasar gazebo diperuntukkan sebagai mess karyawan, sehingga dekat dengan lokasi kerja.  Alat cuci dan wudhu terletak pada ujung bawah tangga.  Bangunan gazebo ini aksesorisnya didominasi oleh bambu, kayu, dengan atap rumbia.


Ditangan kanan Arman, sebuah spidol white board berwarna hitam tengah dipegang sementara white board yang telah diberi beberapa gambar denah terletak disisi kiri Arman.  Saat itu sedang dilakukan pertemuan rutin mingguan sebagai sarana untuk saling berkomunikasi dan mengevaluasi aktivitas yang dilaksanakan.  “Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh”, Arman membuka pertemuan sore itu.  “Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh”, jawab seluruh hadirin serempak.  “Terimakasih kita kepada Yang Maha Kuasa atas rahmat dan berkah yang diberikan sehingga kita dapat berkumpul diwaktu dan kondisi yang sempurna.  Semoga kita selalu dapat mensyukuri nikmat yang diberikan-Nya. Shalawat dan salam untuk junjungan kita, Nabi SAW”, Arman menyampaikan kata-kata pembuka.  “Selanjutnya, seperti biasa kita melakukan pertemuan kecil ini sebagai sarana untuk saling memperat komunikasi dan menciptakan suasana yang menyenangkan.  Harapan kita adalah kebahagiaan dalam kehidupan.  Seperti pertemuan yang terdahulu, saya akan sampaikan tentang model manajemen”, terang Arman.

Kita harus melakukan aktifitas dengan target yang jelas dan tepat sasaran. Seperti yang telah kita tetapkan bersama bahwa :
  1. Melakukan aktifitas pertanian dengan memaksimalkan penggunaan sarana produksi pertanian yang berasal dari bahan organik
  2. Menganekaragamkan bedeng penanaman dengan tanaman sela sehingga selalu kita memperoleh hasil yang maksimal dan bervariasi
  3. Penggunaan agens hayati atau pupuk cair organik atau pupuk organik dalam setiap fase penanaman sesuai dengan program dan hasil pengamatan dilapangan
  4. Perlakuan yang apik terhadap hasil panen sehingga hasil panen lebih tahan lama dan dapat diterima oleh pasar
  5. Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kegiatan pendidikan dan latihan yang berkaitan dengan budidaya pertanian

Demikian paparan pertama Arman kepada team lahan sayurannya.  Lanjutnya lagi, penegasan untuk memelihara target menjadi sebuah program yang tertata dan tersusun.  Beberapa hal yang perlu ditekankan adalah rotasi persemaian, kebutuhan benih untuk persemaian, kebutuhan pupuk organik, kebutuhan sarana produksi pertanian, dan program penanganan pasca panen serta penataan kebersihan – kerapihan lahan.

Arman selanjutnya menyampaikan tentang sebuah fungsi pencatatan, dimana seluruh target yang menjadi program tersusun, ditata dalam sebuah catatan, dan dokumentasi pelaksanan kegiatan dilakukan sebagai prioritas dalam memantau setiap fenomena yang terjadi di lapangan sehingga mudah dalam pengambilan keputusan pemecahan masalah.  Pelaksanaan monitoring yang dilakukan oleh atasan bukan semata-mata mencari kesalahan orang lain, tetapi memastikan bahwa seluruh program terlaksana dengan baik.  Bila terjadi hal yang berbeda atau tidak sesuai dengan program, maka melalui proses pencatatan dan monitoring dilapangan akan mudah ditemukan dan diperbaiki atau dicari jalan keluar terbaik agar program tetap dapat terlaksanan secara tertata dan berkesinambungan.  Evaluasi yang dilaksanakan setelah pelaksanaan kegiatan berlangsung adalah salah satu cara cerdik untuk tetap menjaga motivasi dan semangat juang sehingga pelaksanaan kegiatan dapat diprioritaskan sebagai sebuah kegiatan yang dinamis.  Beberapa kunci yang perlu dilaksanakan agar seluruh program dapat berjalan dengan baik adalah : kedisiplinan dalam melakukan program dan melaksanakan aktifitas, pencatatan – monitoring, dan kerapihan alat dan lokasi kerja untuk menjamin kenyaman suasana beraktifitas.  Konsistensi dan persistensi harus dilaksanakan secara berkesinambungan dengan metode rekreatif dalam mencapai nilai rekreasi untuk menumbuhkan sifat kreatif.

Penjelasan Arman dilakukan sambil dicatat pada white board serta pembagian makalah yang telah dipersiapkan sebelumnya. Ketiga anak buahnya sibuk mencatat di buku kecil yang memang selalu dibawa untuk memudahkan pencatatan hal yang mereka lakukan dan melakukan apa yang mereka catat. Penanaman model manajemen yang diterapkan Arman cukup efektif, ada masa dimana Arman bertindak sebagai komandan, masa bertindak sebagai penilai, masa bertindak sebagai penghukum, masa bertindak sebagai pemberi pujian, masa bertindak sebagai kawan, dan masa bertindak sebagai sosok yang selalu diperlukan oleh personil operasi dilapangan.

Sikap Arman yang demikian membuat Abdul, Tono, dan Arphan merasa cocok dan bangga menjadi orang yang dapat membantu usaha yang dilakukan Arman.  Demikian pula dengan Arman, rasa bangga memiliki personel lapangan seperti mereka bertiga merupakan anugrah yang besar.  Diskusi antar mereka berempat bersifat membangun dan kadang diselingi dengan canda, apalagi ditambah hidangan teh rosella dan penganan kecil, hasil racikan Nyonya Arman, Bu Rina. 


Arman membagi lahannya menjadi tiga bagian dan masing-masing personel membawahi satu lokasi, seperti Abdul memimpin lokal A, Arphan membawahi lokal B, dan Tono menggarap lokal C.  masing-masing lokal terdiri atas 5 petak pembagi mulai dari A-1 sampai dengan A-5, B-6 sampai dengan B-10, dan C-11 sampai dengan C-15.  Masing-masing lokal dan petak telah ditanami beberapa jenis tanaman khusus, seperti : lokal A-1 sampai lokal A-3, ditanami cabai rawit dengan berbagai macam umur; lokal A-4 dan A-5, ditanami wortel.  Tumpang sari yang ditanam adalah caisim, bayam cabut, kangkung dan pak coy green.  Lokal B-6 dan B-7, ditanami terong lalap; lokal B-8 dan B-9 khusus ditanami kacang tanah; lokal B-10 ditanami daun bawang.  Lokal C-11 dan C-12 ditanami tomat, lokal C-13 ditanami kacang panjang, lokal C-14 ditanami buncis dan lokal C-15 ditanami pare.  Lokal C-11 dan C-12 ditumpang sarikan dengan pak coy green dan caisim.  Ketiga personel tersebut bertanggungjawab atas kerapihan dan kebersihan seluruh lokasi, pemupukan dan perawatan kebun buah-buahan di pekarangan rumah, secara bergantian mereka juga melakukan perawatan tanaman bunga disekeliling rumah dan tentunya, mereka bertanggungjawab atas persemaian tanaman sayur yang mereka usahakan.  Pengelolaan sawah khusus dipercayakan kepada Arphan, dimana dia secara berkala melakukan pemeriksaan, mengatur tenaga borong yang menggarap sawah dan melakukan panen.  Sementara Abdul sebagai tenaga yang paling tua dan berpengalaman, dipercaya sebagai koordinator personel.  Tono ditugaskan sebagai bagian umum yang bertugas melakukan perawatan atas peralatan dan perlengkapan aktifitas.  Rina bertugas melakukan penjualan, pencatatan dan administrasi kegiatan usaha.  Dasar pendidikan sekolah menengah akuntansi membuatnya piawai membantu Arman mengembangkan usaha.  Pembagian model aktifitas dilakukan dengan sistem yang luwes sehingga seluruh personel tetap semangat dalam melaksanakan aktifitasnya.

“Baiklah, setelah saya evaluasi dan lakukan pengamatan, penilaian saya atas aktifitas yang kalian lakukan sangat bagus dan teratur.  Kalian mampu mengemban amanah  dan tetap menjaga kedisiplinan.  Saya mohon kalian dapat terus menjaga dan meningkatkan kualitas kerja kalian.  Saya juga perlu sampaikan bahwa minggu depan kita akan bertambah lagi tiga orang personel yang bertugas di lokasi kandang ternak, saat ini mereka sedang magang di sebuah peternakan selepas mereka mengikuti pelatihan, saya harap kalian dapat saling bekerjasama dan khusus bagi kalian yang telah lama berada disini, saya minta untuk dapat memperkenalkan kondisi lingkungan kita dan tetapkanlah landasan kita dalam beraktifitas”, terang Arman. Pertemuan sore itu diakhiri dengan sholat maghrib berjamaah dan makan malam yang sederhana tetapi nikmat ala Bu Rina.



------ bersambung LAKONKU ADALAH PETANI #10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar