Kamis, 09 April 2020

LAKONKU ADALAH PETANI #6

sambungan dari LAKONKU ADALAH PETANI #5


Pagi itu Arman tampak sudah selesai mempersiapkan diri.  Kemeja batik dan celana hitam dipadu dengan sepatu hitam tampak membuat Arman terlihat sangat gagah.  Rina tampak menghampiri, sambil membetulkan kerah kemeja Arman, Rina menyapa sang suami tercintanya, ”jadi berangkat ke Dinas Peternakan, Yah?”.  ”Insya Allah jadi, Bu.  Aku sudah buat janji dengan Pak Bambang pukul 09.00 WIB nanti”.  ”Kalau begitu, ayah sarapan dulu”, ajak sang istri.  
Tepat pukul 08.45 WIB, Arman dan sepeda motornya telah sampai dimuka kantor Dinas Peternakan.  Setelah meletakkan kendaraan pada lokasi parkir yang telah disediakan, melepas helm, membuka jacket, dan sedikit merapikan penampilan, Arman masuk kedalam kantor Dinas Peternakan.  Ia berjanji dengan Ir.  Bambang Sungkowo, MS untuk berdiskusi tetang ternak sapi perah yang akan dilakukan.  Pak Bambang adalah Kepala Seksi Produksi Dinas Peternakan Kabupaten yang telah memiliki pengalaman latihan dan kursus didalam dan luar negeri selain pendidikan tinggi yang telah diraihnya.  
Sampai dimuka ruang Pak Bambang, Arman bertemu dengan Pak Tohari yang merupakan asisten Pak Bambang.  ”Selamat pagi, Pak Tohari.  Pak Bambang sudah tiba di kantor”, tanya Arman sopan.  ”Sudah Pak Arman, mohon duduk dulu.  Beliau masih bertemu dengan Pak Jarwo, Kepala Unit Pelayanan Inseminasi Buatan Desa Marga Mulia, sebentar juga selesai”, sambut Tohari tak kalah sopan, sambil mempersilahkan Arman duduk dikursi tamu yang ada diruangan itu.  Tak seberapa lama, Pak Jarwo keluar dari ruangan Pak Bambang.  ”Pak Tohari, sudah selesai, saya akan kembali kelapangan.  Terimakasih Pak.  Mari Pak Arman, saya salut dengan kegiatan Pak Arman di dunia pertanian, saya siap membantu”, pamit Jarwo kepada kedua orang yang memang sudah akrab satu sama lain.  ”Baik Pak Jarwo, selamat jalan”, jawab Tohari.  Sambil menjabat hangat tangan Pak Jarwo, Arman berkata, ”terimakasih Pak Jarwo, dengan senang hati dan syukur, Bapak berkenan membantu saya”, sambil tersenyum dan melangkah menuju pintu ruangan Pak Bambang.  
Ketukan kecil terdengar dipintu ruangan dan terdengar langkah dari dalam mendekat ke pintu.  Tak lama pintu terbuka, ”Assalamu’alaikum Pak Bambang” sapa Arman.  ”Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuuh, mari Pak Arman silahkan masuk”, sambut Bambang sambil menjabat hangat tangan Arman.  Sambil menutup pintu, Pak Bambang berkata kepada Pak Tohari, ”Pak Tohari, tolong dibawakan minuman dan makanan kecil untuk Pak Arman”.  ”Baik Pak, saya akan siapkan”, bergegas Tohari keluar ruangan mempersiapkan pesanan atasannya.  ”Terimakasih Pak”, jawab Bambang sambil menutup pintuSetelah Arman duduk dikursi tamu diruangan Pak Bambang, segera ia mengutarakan niatnya.  ”menindaklanjuti rencana saya beternak sapi perah dan domba serta diskusi-diskusi kita terdahulu, saya mohon maaf mengganggu waktu Pak Bambang”.  ”Tentu tidak Pak Arman, dengan senang hati kami bantu”, jawab Pak Bambang sambil tersenyum. ”Saya ingin menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan usaha ternak pada Pak Bambang”, terang Arman.  ”baiklah Pak Arman, saya akan jelaskan”, sahut Bambang sambil mengambil sebuah bendel map dan beberapa helai kertas dan sebuah pena serta mencoretkan beberapa hal.  Hasil diskusi kita terdahulu seperti ini Pak Arman.

TAHAPAN USAHA PETERNAKAN

PEMILIHAN LOKASI
Lokasi usaha peternakan yang akan menjadi lokasi pemeliharaan ternak dan aktifitas terkait didalamnya harus memiliki syarat, antara lain  :
1. Iklim
2. Sumber air
3. Jarak dengan lokasi pemukiman
4. Kemudahan akses transportasi
5. Kemudahan mendapatkan legal formal usaha

PENATAAN LOKASI
Lokasi usaha peternakan harus dirancang terlebih dahulu untuk mendapatkan kemudahan dalam klasifikasi ternak, aktifitas pemeliharaan.  

PERKANDANGAN
Kandang merupakan lokasi ternak melakukan aktivitas produksi, korelasinya adalah peternak harus menyediakan lokasi kandang yang nyaman dan memberi ras aman sehingga ternak akan mengeluarkan potensi maksimal untuk menghasilkan produksi.
Kandang didirikan untuk memberi rasa aman dan nyaman serta menghindarkan ternak dari gangguan luar yang merugikan, seperti : sengatan matahari, terpaan angin, kedinginan dan kehujanan.

Konstruksi
Kandang ideal memiliki konstruksi yang dibangun sesuai hukum alam setempat.  Konstruksi harus kuat, mudah dibersihkan dan memiliki sirkulasi udara sempurna sehingga memberi keamanan dan kenyamanan ternak.

Arah Kandang
Kandang dengan sistem kelompok, diusahakan membujur Utara – Selatan, sehingga setiap pagi dan sore mendapatkan sinar matahari untuk mencukupi kebutuhan ultra violet (vitamin E) dan pengeringan lantai sehingga bibit penyakit sulit untuk berkembang.

Persyaratan Kandang Ternak, antara lain : 
  1. Kandang dibuat dari bahan dengan kualitas yang baik
  2. Luas kandang harus sesuai dengan standar peruntukannya serta disesuaikan dengan jumlah sapi pada kandang
  3. Luas kandang dibuat dengan mempertimbangkan tingkat kemudahan dalam membersihkan kandang, misal lantai dibuat dengan kemiringan 5-10° mengarah ke selokan dan tidak licin
  4. Kandang dibuat sedemikian rupa sehingga sinar matahari dapat memasuki area kandang pada pagi dan sore hari
  5. Sistem ventilasi diatur agar sirkulasi udara berjalan dengan baik. Kelembapan yang dibutuhkan sapi adalah 60-70%
  6. Atap kandang dibuat dari bahan yang ringan namun memiliki daya tahan yang baik dan dapat melindungi sapi dari berbagai cuaca
  7. Dinding kandang sapi dibuat kokoh agar sapi terlindungi dari terpaan angin. 
Tipe kandang sapi yang cocok di Indonesia adalah kandang dengan dinding setengah terbuka agar sirkulasi udara berjalan optimal.
  • Tempat pakan lebar sehingga memudahkan sapi dalam mengambil pakan
  • Tempat minum dibuat agar air selalu tersedia setiap hari (ad libitum)
Ukuran kandang sapi yang ideal adalah tidak terlalu luas namun juga tidak terlalu sempit. Hal tersebut bertujuan agar sapi dapat melakukan aktivitas dengan leluasa. 
Berapa acuan ukuran kandang ternak :
  1. Panjang dan lebar lantai untuk sapi lokal adalah 2,10 x 1,45 meter. Sementara untuk sapi impor yaitu 2,10 x 1,5 meter
  2. Tempat panjang ransum dan air minum adalah selebar tempat sapi
  3. Kedalaman tempat ransum sapi adalah ±40 cm
  4. Kedalaman tempat air minum sapi adalah ±40 cm
  5. Terdapat selokan sedalam ±20 cm dengan lebar 20-30 cm
  6. Terdapat jalan di antara kandang baris dengan lebar 1 meter
Arah kandang sangat berkaitan erat dengan tipe kandang. Untuk tipe kandang tunggal, arah kandang dibangun menghadap ke arah Timur. Sementara untuk kandang ganda, arah kandang dibangun menghadap ke arah Utara dan Selatan dengan posisi membujur. Arah kandang dibuat dengan mempertimbangkan cahaya matahari yang berfungsi sebagai disinfektan alami untuk menghambat perkembangbiakan bakteri.
Lokasi yang ideal untuk membangun sebuah peternakan sapi adalah daerah yang terletak jauh dari pemukiman warga namun mudah diakses oleh kendaraan. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari bau kotoran sapi yang dapat mengganggu masyarakat sekitar. Kandang sebaiknya terpisah dari rumah dengan jarak minimal 10 meter agar tidak terjadi pencemaran sumber-sumber lain seperti selokan, irigasi, dll. 
Namun jika kondisi tidak memungkinkan, peternak dapat membangun barrier (tembok pembatas) atau tembok. Tembok setinggi 3 meter sebagai peredam angin memiliki fungsi setara dengan jarak 50 meter. Lokasi peternakan juga sebaiknya memiliki lahan untuk bangunan tempat tinggal karyawan dan gudang. Selain itu, lokasi juga harus berada pada wilayah yang bebas penyakit ternak, seperti antraks dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Sumber : Manajemen Kandang Sapi yang Tepat

Sirkulasi Udara
Pertukaran udara yang baik akan membawa udara kotor dari dalam kandang dan memasukkan udara segar kedalam kandang.

Syarat Kandang :
  • Kandang harus mampu melindungi ternak dari hujan dan sinar matahari langsung
  • Mampu memberikan lingkungan yang nyaman ternak saat istirahat dan  remastikasi
  • Ventilasi udara harus cukup dan baik untuk sirkulasi udara
  • Kandang harus mempunyai desain yang memungkinkan petugas kandang dapat mengontrol kondisi ternak 
  • Kontruksi kandang sebaiknya dari bahan yang tidak korosif/cepat berkarat, tidak mudah lapuk dan mudah dibersihkan 
  • Lantai kandang seharusnya dari campuran beton yang baik, permukaan kasar tetapi tidak tajam, agar permukaan tidak licin dan sapi tidak mudah jatuh,  lantai kandang harus miring sekitar 2% kearah saluran pembuangan 
  • Harus tersedia tempat minum dan tempat makan yang dapat dibersihkan dengan mudah.   Hindari sudut antara dasar (lantai) dan dinding sebesar 90o.   Dinding pembatas antara tempat pakan dan lantai bagian depan sebaiknya maksimal 20 cm.
  • Usahakan agar pipa saluran masuk air minum ditanam ditanah / lantai / tembok agar suhu air minum lebih dingin.
  • Ukuran per ekor kandang laktasi = 3,5 m2 (individu); 6,5 m2 (kelompok) 
  • Ukuran per ekor kandang pedet/anak sapi = 1,5 m2 (individu), dipelihara sampai lepas sapih (umur minimal 3 bulan)
  • Ukuran per ekor kandang dara = 2,5 – 3 m2 (individu); 4,5 m2 (kelompok)
  • Ukuran per ekor kandang jantan = 5 m2 (individu); 7,5 m2 (kelompok)
“Kapan jadinya kandang sapi, Pak Arman?”, tanya Bambang setelah mengulas kembali hasil diskusi sebelumnya.  “Setelah saya monitoring dan perhatikan proses pembangunan, saya perkirakan bulan depan sudah siap untuk diisi Pak”, sambung Arman.  “Berarti Pak Arman sudah boleh mempersiapkan ternak yang akan diisikan Pak”, lanjut Bambang.  “dengan kapasitas 15 ekor ternak laktasi dikandang, maka dapat diatur proporsi ternak sebagai berikut :
1. Ternak laktasi =80% = 12 ekor
2. Ternak dalam keadaan kering kandang/bunting tua = 20% = 3 ekor

Cara yang dilakukan adalah dengan mengatur pembelian ternak yang bunting dengan berbagai variasi umur kebuntingan, rinciannya  :
  1. 3 ekor dara dengan umur kebuntingan >7 bulan
  2. 3 ekor dara dengan umur kebuntingan 6 – 7 bulan
  3. 3 ekor dara dengan umur kebuntingan 5 – 6 bulan
  4. 3 ekor dara dengan umur kebuntingan 3 – 5 bulan
  5. 3 ekor ternak yang sudah laktasi selama satu minggu sehingga hasil air susu telah dapat dijadikan sebagai pemasukan dana untuk operasional
“Baik Pak Bambang, sangat jelas dan gamblang penjelasannya, sesuai dengan yang sedang dibangun Pak Amat sekarang, terimakasih.  Kapan kita dapat melihat dan memiliki ternak sapi perah, saya ikut jadual Pak Bambang”, sahut Arman.  “Baik Pak, nanti saya, Pak Jarwo, dan Sayid akan jemput Arman, lalu kita bersama-sama pergi ke sebuah peternakan yang telah kami bina untuk memilih ternak dan memeriksa kondisi kebuntingannya”, Bambang menjawab sambil melihat-lihat kalender. “Nah ini Pak, tangal 15 Mei”, kebetulan saya dan team sedang belum ada agenda, sehingga kita bisa bersama-sama kesana.  “Waduh, terimakasih Pak, saya akan catat dan agendakan”, sambut Arman sambil memberi tanda pada agendanya.
“Pak Bambang, waktu sudah pukul 11.00 WIB, kalau Bapak tidak keberatan kita makan siang di warung Pak Tikno?.  Kebetulan saya ikut mengirim sayuran ke warung Pak Tikno, setelah itu baru kita dzuhur di masjid sebelah warung”, ajak Arman.  “boleh juga Pak Arman, saya suka dengan sayuran di warung Pak Tikno, kabarnya sayuran disana adalah sayuran organik dan sebagian sayuran Pak Arman yang supply”, jawab Bambang.  “Betul Pak, kebetulan saya mengusahakan pertanian dengan konsep organik, karena keperluan pupuk organik saya cukup banyak serta antisipasi bila ada teman yang juga memerlukan, saya ingin mengolah sendiri kotoran ternak menjadi kompos”, jelas Arman sambil berdiri setelah selesai mengemasi catatan dan agendanya.  Bambang segera berdiri dan merapikan pakaian serta bersama Arman keluar menuju Warung Organik Pak Tikno.

------- bersambung LAKONKU ADALAH PETANI #7

2 komentar: