Tampilkan postingan dengan label kompos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kompos. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 April 2020

LAKONKU ADALAH PETANI #9


sambungan dari LAKONKU ADALAH PETANI #8


Manajemen untuk Peningkatan Kualitas

Selepas Ashar, terlihat Arman sedang duduk ditengah gazebo dekat rumah bersama-sama dengan Tono, Abdul, dan Arphan.  Rina sedang menggendong Irma sambil mengawasi Bimo yang sedang menyusun puzzle di salah satu sudut gazebo.  Bangunan gazebo berlantai dua yang dibangun Arman cukup artistik dan multiguna.  Lantai atas dengan separuh tembok, terbagi atas tiga ruangan.  Ruangan depan seperti teras dan ruangan tengah merupakan tempat berkumpul yang difasilitasi lemari penyimpanan buku, juga ada white board untuk sarana pertemuan, serta bagian dalam digunakan untuk musholla.  Lantai dasar gazebo diperuntukkan sebagai mess karyawan, sehingga dekat dengan lokasi kerja.  Alat cuci dan wudhu terletak pada ujung bawah tangga.  Bangunan gazebo ini aksesorisnya didominasi oleh bambu, kayu, dengan atap rumbia.


Ditangan kanan Arman, sebuah spidol white board berwarna hitam tengah dipegang sementara white board yang telah diberi beberapa gambar denah terletak disisi kiri Arman.  Saat itu sedang dilakukan pertemuan rutin mingguan sebagai sarana untuk saling berkomunikasi dan mengevaluasi aktivitas yang dilaksanakan.  “Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh”, Arman membuka pertemuan sore itu.  “Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh”, jawab seluruh hadirin serempak.  “Terimakasih kita kepada Yang Maha Kuasa atas rahmat dan berkah yang diberikan sehingga kita dapat berkumpul diwaktu dan kondisi yang sempurna.  Semoga kita selalu dapat mensyukuri nikmat yang diberikan-Nya. Shalawat dan salam untuk junjungan kita, Nabi SAW”, Arman menyampaikan kata-kata pembuka.  “Selanjutnya, seperti biasa kita melakukan pertemuan kecil ini sebagai sarana untuk saling memperat komunikasi dan menciptakan suasana yang menyenangkan.  Harapan kita adalah kebahagiaan dalam kehidupan.  Seperti pertemuan yang terdahulu, saya akan sampaikan tentang model manajemen”, terang Arman.

Kita harus melakukan aktifitas dengan target yang jelas dan tepat sasaran. Seperti yang telah kita tetapkan bersama bahwa :
  1. Melakukan aktifitas pertanian dengan memaksimalkan penggunaan sarana produksi pertanian yang berasal dari bahan organik
  2. Menganekaragamkan bedeng penanaman dengan tanaman sela sehingga selalu kita memperoleh hasil yang maksimal dan bervariasi
  3. Penggunaan agens hayati atau pupuk cair organik atau pupuk organik dalam setiap fase penanaman sesuai dengan program dan hasil pengamatan dilapangan
  4. Perlakuan yang apik terhadap hasil panen sehingga hasil panen lebih tahan lama dan dapat diterima oleh pasar
  5. Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kegiatan pendidikan dan latihan yang berkaitan dengan budidaya pertanian

Demikian paparan pertama Arman kepada team lahan sayurannya.  Lanjutnya lagi, penegasan untuk memelihara target menjadi sebuah program yang tertata dan tersusun.  Beberapa hal yang perlu ditekankan adalah rotasi persemaian, kebutuhan benih untuk persemaian, kebutuhan pupuk organik, kebutuhan sarana produksi pertanian, dan program penanganan pasca panen serta penataan kebersihan – kerapihan lahan.

Arman selanjutnya menyampaikan tentang sebuah fungsi pencatatan, dimana seluruh target yang menjadi program tersusun, ditata dalam sebuah catatan, dan dokumentasi pelaksanan kegiatan dilakukan sebagai prioritas dalam memantau setiap fenomena yang terjadi di lapangan sehingga mudah dalam pengambilan keputusan pemecahan masalah.  Pelaksanaan monitoring yang dilakukan oleh atasan bukan semata-mata mencari kesalahan orang lain, tetapi memastikan bahwa seluruh program terlaksana dengan baik.  Bila terjadi hal yang berbeda atau tidak sesuai dengan program, maka melalui proses pencatatan dan monitoring dilapangan akan mudah ditemukan dan diperbaiki atau dicari jalan keluar terbaik agar program tetap dapat terlaksanan secara tertata dan berkesinambungan.  Evaluasi yang dilaksanakan setelah pelaksanaan kegiatan berlangsung adalah salah satu cara cerdik untuk tetap menjaga motivasi dan semangat juang sehingga pelaksanaan kegiatan dapat diprioritaskan sebagai sebuah kegiatan yang dinamis.  Beberapa kunci yang perlu dilaksanakan agar seluruh program dapat berjalan dengan baik adalah : kedisiplinan dalam melakukan program dan melaksanakan aktifitas, pencatatan – monitoring, dan kerapihan alat dan lokasi kerja untuk menjamin kenyaman suasana beraktifitas.  Konsistensi dan persistensi harus dilaksanakan secara berkesinambungan dengan metode rekreatif dalam mencapai nilai rekreasi untuk menumbuhkan sifat kreatif.

Penjelasan Arman dilakukan sambil dicatat pada white board serta pembagian makalah yang telah dipersiapkan sebelumnya. Ketiga anak buahnya sibuk mencatat di buku kecil yang memang selalu dibawa untuk memudahkan pencatatan hal yang mereka lakukan dan melakukan apa yang mereka catat. Penanaman model manajemen yang diterapkan Arman cukup efektif, ada masa dimana Arman bertindak sebagai komandan, masa bertindak sebagai penilai, masa bertindak sebagai penghukum, masa bertindak sebagai pemberi pujian, masa bertindak sebagai kawan, dan masa bertindak sebagai sosok yang selalu diperlukan oleh personil operasi dilapangan.

Sikap Arman yang demikian membuat Abdul, Tono, dan Arphan merasa cocok dan bangga menjadi orang yang dapat membantu usaha yang dilakukan Arman.  Demikian pula dengan Arman, rasa bangga memiliki personel lapangan seperti mereka bertiga merupakan anugrah yang besar.  Diskusi antar mereka berempat bersifat membangun dan kadang diselingi dengan canda, apalagi ditambah hidangan teh rosella dan penganan kecil, hasil racikan Nyonya Arman, Bu Rina. 


Arman membagi lahannya menjadi tiga bagian dan masing-masing personel membawahi satu lokasi, seperti Abdul memimpin lokal A, Arphan membawahi lokal B, dan Tono menggarap lokal C.  masing-masing lokal terdiri atas 5 petak pembagi mulai dari A-1 sampai dengan A-5, B-6 sampai dengan B-10, dan C-11 sampai dengan C-15.  Masing-masing lokal dan petak telah ditanami beberapa jenis tanaman khusus, seperti : lokal A-1 sampai lokal A-3, ditanami cabai rawit dengan berbagai macam umur; lokal A-4 dan A-5, ditanami wortel.  Tumpang sari yang ditanam adalah caisim, bayam cabut, kangkung dan pak coy green.  Lokal B-6 dan B-7, ditanami terong lalap; lokal B-8 dan B-9 khusus ditanami kacang tanah; lokal B-10 ditanami daun bawang.  Lokal C-11 dan C-12 ditanami tomat, lokal C-13 ditanami kacang panjang, lokal C-14 ditanami buncis dan lokal C-15 ditanami pare.  Lokal C-11 dan C-12 ditumpang sarikan dengan pak coy green dan caisim.  Ketiga personel tersebut bertanggungjawab atas kerapihan dan kebersihan seluruh lokasi, pemupukan dan perawatan kebun buah-buahan di pekarangan rumah, secara bergantian mereka juga melakukan perawatan tanaman bunga disekeliling rumah dan tentunya, mereka bertanggungjawab atas persemaian tanaman sayur yang mereka usahakan.  Pengelolaan sawah khusus dipercayakan kepada Arphan, dimana dia secara berkala melakukan pemeriksaan, mengatur tenaga borong yang menggarap sawah dan melakukan panen.  Sementara Abdul sebagai tenaga yang paling tua dan berpengalaman, dipercaya sebagai koordinator personel.  Tono ditugaskan sebagai bagian umum yang bertugas melakukan perawatan atas peralatan dan perlengkapan aktifitas.  Rina bertugas melakukan penjualan, pencatatan dan administrasi kegiatan usaha.  Dasar pendidikan sekolah menengah akuntansi membuatnya piawai membantu Arman mengembangkan usaha.  Pembagian model aktifitas dilakukan dengan sistem yang luwes sehingga seluruh personel tetap semangat dalam melaksanakan aktifitasnya.

“Baiklah, setelah saya evaluasi dan lakukan pengamatan, penilaian saya atas aktifitas yang kalian lakukan sangat bagus dan teratur.  Kalian mampu mengemban amanah  dan tetap menjaga kedisiplinan.  Saya mohon kalian dapat terus menjaga dan meningkatkan kualitas kerja kalian.  Saya juga perlu sampaikan bahwa minggu depan kita akan bertambah lagi tiga orang personel yang bertugas di lokasi kandang ternak, saat ini mereka sedang magang di sebuah peternakan selepas mereka mengikuti pelatihan, saya harap kalian dapat saling bekerjasama dan khusus bagi kalian yang telah lama berada disini, saya minta untuk dapat memperkenalkan kondisi lingkungan kita dan tetapkanlah landasan kita dalam beraktifitas”, terang Arman. Pertemuan sore itu diakhiri dengan sholat maghrib berjamaah dan makan malam yang sederhana tetapi nikmat ala Bu Rina.



------ bersambung LAKONKU ADALAH PETANI #10

Minggu, 05 April 2020

LAKONKU ADALAH PETANI #4

sambungan dari LAKONKU ADALAH PETANI #3

POLA PERTANIAN TERPADU

Usaha ternak sapi perah yang akan dilaksanakan oleh Arman tumbuh dan terinspirasi karena bergulirnya waktu dan perubahan peradaban saat ini membuat semakin berkembangnya pola kehidupan manusia.  Manusia semakin sadar akan terpenuhinya nutrisi untuk kehidupan yang lebih baik.  Nutrisi tersebut salah satunya adalah ‘PROTEIN’. 
Protein berperan bagi terbentuknya jaringan-jaringan tubuh baru untuk mengganti jaringan-jaringan yang rusak/usang, perkembangan daya pikir dan pembentukan formasi tubuh yang semakin baik.  Protein tersebut berasal dari protein hewani dan nabati.  Salah satu sumber protein hewani adalah air susu. Masyarakat Indonesia yang berjumlah lebih dari 200 juta jiwa tentunya semakin banyak membutuhkan protein asal air susu.  Hal inilah yang menyebabkan kebutuhan akan tersedianya susu sangat besar.
Usaha ternak sapi perah dapat dilakukan di Indonesia melalui suatu pengelolaan yang baik dan terencana sehingga dapat menyediakan iklim kandang dan penyediaan pakan untuk ternak sapi perah sehingga dapat menghasilkan produksi susu yang tinggi dengan kualitas yang baik.  Bangsa sapi perah yang dapat dikembangkan di Indonesia adalah jenis ternak perah peranakan Frisien Holstein yang berasal dari Belanda.  Usaha ini diawali saat masa penjajahan Kerajaan Belanda yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan susu bagi bangsa kolonial Belanda pada masa itu.  Perkembangan selanjutnya, berdirilah usaha ternak yang tersebar di beberapa wilayah, terutama di Pulau Jawa seperti Lembang, Pengalengan, Kabupaten Bogor, Sukabumi, Kabupaten Garut, Baturraden – Banyumas, Gunung Kawi, Nongko Jajar, Pujon, Boyolali dan beberapa wilayah lainnya.
            Arman yang memiliki dasar pendidikan yang cukup mumpuni ditambah dengan pengalaman yang diterima saat ini menjadikan tekadnya bertambah bulat untuk melakukan sebuah usaha yang terintegrasi.
Usaha peternakan yang terintegrasi (Integrated Farming) diharapkan dapat meningkatkan nilai efisiensi usaha dengan pemanfaatan by product yang diharapkan dapat menurunkan cost of production dan sekaligus meningkatkan pay of  income.
Secara umum Integrated Farming System  adalah pengelolaan masing-masing unsur yang berada dalam kegiatan peternakan yang dikelola dengan pendekatan ekologis, saling berkaitan satu dengan yang lain, ramah lingkungan dan memberi nilai ekonomis
Sapi perah merupakan salah satu jenis ternak yang berperan dalam melakukan supply untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan protein hewani asal susu.  Pengelolaan yang baik dengan pola manajerial yang sempurna akan menghasilkan kinerja ternak perah yang ideal sehingga diperoleh hasil baik.  Hasil yang baik akan memberi banyak keuntungan, pertama : pemenuhan supply protein hewani asal air susu; kedua : pembukaan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar farm; ketiga : peningkatan nilai penggunaan lahan-lahan pertanian marjinal sehingga memberi nilai guna pada lahan secara positif; keempat : peningkatan kualitas lahan seiring dengan introdusir penggunaan kompos (by product usaha peternakan); kelima : peningkatan Pendapatan Asli Daerah yang mengikuti peningkatan income pengusaha atas peternakan yang diusahakan; keenam : distribusi nilai edukasi dan informasi tentang peternakan sapi dan penanganan air susu; ketujuh : wisata alam sehingga memberi nilai kesenangan dan nuansa kegembiraan keluarga untuk memberi nilai rekreasi dan rekreatif;   kedelapan : one stop shopping, dengan menyediakan bermacam-macam pengelolaan hasil ternak (daging dan susu) dan kegiatan konsultatif untuk memberi penjelasan yang lengkap tentang sebuah usaha peternakan
Pola Pertanian Terpadu merupakan salah satu konsep cerdik dalam menciptakan dunia pertanian yang akan menghasilkan bahan pangan yang berkualitas (food safety attributes –aman dikonsumsi, nutritional attributes –bernilai nutrisi tinggi dan eco labelling attributes –ramah lingkungan), memiliki nilai produktifitas mantap dan kontinuitas penyediaan bahan makanan.  Konsep Pertanian Terpadu dapat mengatasi permasalahan di sektor pertanian, yaitu : Permodalan; Tekhnologi; Pasar (fluktuasi harga); Sarana dan Prasarana; Efisiensi dan Produktifitas masih rendah; serta  Kuantitas, kualitas dan kontinyuitas produksi.
Pola pertanian terpadu sendiri merupakan suatu pola yang mengintegrasikan beberapa unit usaha dibidang pertanian yang dikelola secara terpadu, berorientasi ekologis sehingga diperoleh peningkatan nilai ekonomi, tingkat efisiensi dan produktifitas yang tinggi.
Melalui pertanian terpadu, akan dapat dihasilkan produk-produk pertanian (dan peternakan) dari sinergitas antar unit dengan mengedepankan kelestarian lingkungan yang selanjutnya akan menghasilkan peningkatan secara ekonomis karena penambahan nilai daya dan guna melalui efisiensi dan efektifitas tinggi serta nilai produktifitas usaha yang baik.


Sistem Pertanian Terpadu seperti pada bagan diatas dapat diterangkan sebagai berikut  :

a. Tanaman pertanian – perkebunan akan menghasilkan Pangan untuk manusia dan Pakan untuk ternak
b.  Pangan yang dikonsumsi manusia merupakan bahan bakar dalam mengelola usaha pertanian agar semakin baik dan berkembang
c.   Ternak yang mengkonsumsi pakan sebagai hasil pengolahan limbah pertanian
d. Ternak akan menghasilkan pupuk kandang, demikian juga sisa tanaman yang tidak dapat lagi dijadikan pakan akan diolah dan didekomposisi menjadi Pupuk Organik
e.  Pupuk organik sebagai hasil dekomposisi yang sempurna akan menghasilkan nutrisi bagi tanah sehingga produktifitas dan kesehatan tanaman akan semakin baik


Upaya pelaksanaan pola pertanian terpadu merupakan suatu upaya yang saling bersinergi dan berkesinambungan antar komponen usaha dan saling memiliki manfaat bagi unit usaha yang lain.  Sebagai contoh, usaha budidaya jagung.  Selain menghasilkan biji jagung yang dapat digunakan sebagai pangan untuk manusia, juga dapat menjadi bahan pakan untuk ternak monogastrik.  Limbah usaha budidaya jagung berupa batang dan daun, klobot (kulit pembungkus biji jagung) serta tongkol jagung yang dapat digunakan sebagai pakan ternak. Limbah budidaya jagung yang tidak termanfaatkan sebagai pangan atau pakan serta kotoran ternak akan menghasilkan limbah organik yang dapat didekomposisi menjadi pupuk organik yang digunakan untuk mengembalikan kesuburan tanah agar tetap lestari dan mampu menjadi lahan yang baik bagi pertumbuhan tanaman jagung pada musim tanam berikutnya.

Sejenak Arman menerawang, membayangkan pertanian Indonesia yang mampu bersatu dan saling terintegrasi, dimana masing-masing bagian dalam dunia pertanian Indonesia saling bertautan dan saling memperkuat. Dihelanya nafas dan diseruputnya kopi hitam hangat buatan istri tercintanya sambil membayangkan kehidupan petani yang akan jauh lebih baik dan memberi manfaat terbaik. Dibaliknya lembar berikut dan didalami kembali tentang konsep Pertanian Terpadu, LEISA.


------- bersambung LAKONKU ADALAH PETANI #5

Selasa, 17 Maret 2020

PERTANIAN, PETERNAKAN dan POTENSI ZAKAT #SeriPertanianTerpadu

Hallo gaessss, Salam Pertanian Terpadu

Profesi Petani dikenal sebagai profesi yang melulu mengadakan bahan pangan seperti beras dan jagung, iya gak sih? sementara Peternak lebih dikenal sebagai profesi yang akan menghasilkan produk telur, daging, dan air susu.
Padahal kedua profesi ini dari kacamata Pertanian Terpadu adalah profesi yang bisa dikerjakan bersama atau ditandemkan.

Masih ingatkhan Prinsip Pertanian Terpadu?
1. Merubah hasil samping pertanian menjadi pakan 
2. merubah hasil samping peternakan menjadi kompos

Prinsip Pertanian Terpadu

Kita coba ulas ya

Seorang petani yang memiliki sawah seluas 1 hektar akan menghasilkan Gabah Kering Panen (GKP) rerata 8,5 ton, dan digiling menghasilkan 5,1 ton beras bila harga per kilogram (nett) Rp9.500,00 maka seorang petani akan mendapatkan hasil Rp48.450.000,00 per satu periode panen. Bila biaya produksi sebesar Rp12.000.000,00 per periode akan menyebabkan seorang petani mendapatkan hasil bersih Rp36.450.000,00 atau bila tiga kali musim panen akan memperoleh pendapatan sebesar Rp109.350.000,00 setara dengan Rp9.112.500,00 per bulan. Ini kerens ya

Petani ini sudah mencapai nisab zakat sebesar 653kg beras atau 1 ton GKP.

jadi besaran zakatnya =
kalau menggunakan irigasi, kadar zakatnya 5% = Rp455.625,00 per bulan = Rp1.366.875,00 setiap kali panen
kalau menggunakan tadah hujan, kadar zakatnya 10% = Rp911.250,00 per bulan = Rp.3.645.000,00 setiap kali panen

Potensi Zakat
kalau di Indonesia ada 7.643.948 hektar, maka potensi zakat per bulan mencapai Rp.3.482.773.807.500,00 .... luar biasa, kalau 50%nya dapat kita gali maka ada potensi zakat sebesar Rp1.741.386.903.750,00 per bulan atau Rp20.896.642.800.000,00 per tahun

berkah sekali ya.

nha gaess, ternyata tidak hanya itu. Petani ini akan menghasilkan jerami yang jumlahnya setiap kali panen sekitar 5ton per hektar = 15ton per tahun. Kalau dibuat jerami fermentasi dan menyusut 20% akan menghasilkan sekitar 12.000kg jerami fermentasi.
Bila kemudian petani ini memelihara ternak sapi, maka satu hektar sawah itu cukup untuk = 12.000kg : 16kg/ekor/hari : 365 hari = 2 ekor ternak sapi atau 6,5 ekor ternak domba. Ternak domba dapat mengkonsumsi jerami, kalau ternak kambing tidak, karena ternak kambing lebih memilih memakan daun daripada jerami / rumput.

sekarang kita hitung potensi pupuknya
2 ekor ternak sapi akan menghasilkan 24kg kotoran ternak segar setiap hari dan bila diproses menjadi kompos akan menyusut 40% sehingga menjadi 14,4kg kompos per ekor perhari atau 5.000kg kompos per tahun.
Dua ekor ternak sapi akan menghasilkan urine sekitar 20liter, kalau dibuat pupuk cair akan menghasilkan 7.300liter pupuk cair per tahun.
Setiap hektar tanaman padi sawah memerlukan sekitar 1.500kg kompos sebagai pupuk dasar dan 200liter pupuk cair untuk setiap periode.
Jadi, kalau seorang petani memiliki 1 hektar sawah dengan 2 ekor ternak sapi, maka petani tersebut akan mampu secara mandiri menyediakan pupuk untuk kepentingan sawahnya sepanjang tahun, malah ada surplus kompos dan pupuk cair.
Bila kebutuhan pupuk itu sebesar 10% total biaya, maka nilai penghematan biaya per periode tanah adalah sebesar Rp1.200.000,00 atau Rp.3.600.000,00 per tahun atau Rp.360.000,00 per bulan

kalau sudah begini, maka pendapatan petani akan meningkat.
Tidak hanya itu, dua ekor ternak sapi yang dipelihara juga akan memberikan penghasilan sekitar Rp2.000.000,00 per bulan dengan catatan penggemukan selama 3 bulan, artinya petani itu akan memiliki turn over ternak sapi 8 ekor setiap tahun.

Sehingga bila dijumlahkan petani itu akan mendapatkan pendapatan sebesar :
|
Rp9.112.500,00 + Rp360.000,00 + Rp.2.000.000,00 = Rp11.472.500,00 per bulan. Fantastik khan?

Tidak hanya itu, Petani itu akan membuat lahan tetap terjaga kesuburannya karena menggunakan bahan organik sebagai pupuk, produktivitas juga akan meningkat, mesra alam, dan pastinya zakatnya semakin banyak, yang in syaa Allah memberi keberkahan bagi semesta.

coba tengok tentang LEISA

asik khan gaes, demikian sedikit model Pertanian Terpadi antara lahan sawah dengan peternakan. Kita bertemu dengan model Pertanian Terpadu  yang akan datang



Kamis, 12 Maret 2020

LEISA #SeriPertanianTerpadu

Hallo gaes, ketemu lagi ...
Maaf ya kalau harus berganti blog, karena blog yang lalu tidak dapat lagi diakses, semoga ini akan membuat kita semakin manstaf berkomunikasi.
Pertanian Terpadu mengkedepankan kemandirian, dimana suatu aktivitas di bidang pertanian diharapkan dapat berjalan dengan menggunakan potensi yang ada di sekitarnya.  
Konsep LEISA (Low Eksternal Input Sustainable Agriculture) merupakan penyangga dalam pelaksaan Pertanian Terpadu.  LEISA mengajak para pelaku Pertanian Terpadu untuk berfikir taktis, berstrategis, dan bertindak efektif dalam menjalankan kegiatan di bidang pertanian. LEISA mengajarkan cara untuk memaksimalkan semua potensi yang ada disekitar dan memadupadankan menjadi sebuah kekuatan yang dahsyat. 
Misalnya di sebuah kawasan pertanian, maka ada hasil samping pertanian dan perkebunan (seperti : jerami, daun kacang tanah, daun kedelai, kulit kacang tanah, tongkol jagung, klobot jagung, batang dan daun jagung, daun tebu) sebagai pakan ternak. Kotoran ternak yang didekomposisi menjadi kompos dan urine ternak yang difermentasi menjadi pupuk organik cair. 
Melalui sinergitas tersebut, maka lahan tidak akan kekurangan unsur hara untuk pertumbuhan dan produkvitasnya sehingga pertumbuhan tetap terjaga baik dan produksi terus meningkat, disamping kondisi lahan tetap tejaga kualitas fisik, kimia, dan biologinya.  Ternak juga tidak akan kekurangan pakan karena tersedia disekitar dalam jumlah yang cukup dan kualitas yang baik, meski ada hasil samping pertanian atau perkebunan yang perlu diberi perlakuan fermentasi. 
Konsep LEISA ini pada akhirnya akan memberikan keuntungan:
  • Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya Lokal, potensi wilayah dapat diupayakan menjadi sumber daya bagi pengembangan kegiatan di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, dan atau perikanan.
  • Maksimalisasi Daur Ulang (Zero Waste), tidak ada lagi jerami dibakar, atau kotoran ternak ditumpuk tanpa guna. Semua dapat diberdayakan dan didayagunakan
  • Minimalisasi Kerusakan Lingkungan (Ramah Lingkungan), mesra alam karena lahan akan semakin produktif dengan meminimalisir penggunaan pupuk sintetis dan penjagaan kualitas lahan karena menggunakan pestisida nabati
  • Diversifikasi Usaha, tidak hanya hasil utama satu bidang saja, tetapi seorang petani akan dapat menjadi peternak, petambak, pekebun, pengusaha karena semua aktivitasnya memberikan sinergi satu sama lain
  • Pencapaian Tingkat Produksi Yang Stabil Dan Me
    madai Dalam Jangka Panjang
    , seorang petani akan menghasilkan beras, tetapi juga hasil ternak, kompos, ikan, pestisida nabati, pakan ternak, media tanam dan komoditas lain yang akan menjadi pendapatan harian, mingguan,bulanan, semester, atau tahunan
  • Menciptakan Kemandirian, kondisi di atas akan menjadikan seorang petani memiliki sumber kekuatan yang stabil dan saling memperkuat sisi ekonomi, sosial, kemanusiaan, dan juga nilai keimanan. Konsepini tentunya bila dikembangkan dalam skala luas (kelompok) akan memberikan efek bola salju yang semakin membesar 


#PertanianTerpadu 
#JanganLupaBerdoa
#TetaplahBahagia





ARANG SEKAM #SeriPertanianTerpadu

Hallo gaes, tahu khan sekam padi?
Gabah yang saat diproses penggilingan padi, lalu dilepaskan dari kulitnya.
Kulit gabah itulah sekam padi
sebagai tambahan informasi berikut tentang arang sekam padi yang memiliki manfaat besar, tetapi proses pengerjaannya juga tidak sesederhana yang kita bayangkan
Membuat alat pembakaran
  1. Cari tong silinder atau drum yang terbuat dari besi, seng, alumunium atau logam yang tahan api lainnya. Sebaiknya berukuran kurang lebih 20 liter. Kemudian buang salah satu dari alas atau atap silinder tersebut.
  2. Pada bagian alas atau atap silinder yang tidak dibuang, buat lubang berbentuk lingkaran dengan diameter 10 cm. Usahakan lubang terdapat tepat ditengah-tengah lingkaran atau berada di titik pusat diameter silinder.
  3. Kemudian buat lubang-lubang dengan paku atau pahat pada dinding silinder (diamater kurang lebih 0,5 cm) dengan jarak antar lubang sekitar 2-3 cm. Lubang ini berfungsi untuk membuang panas dari bahan bakar ke tumpukan sekam padi, tanpa harus membakar sekam secara langsung.
  4. Cari atau buat pipa seng sepanjang 1 cm dengan diamater 10 cm. Masukkan pipa seng tersebut kedalam lubang yang telah dibuat pada alas atau atap silinder, sehingga berfungsi sebagai cerobong asap bagi kamar pembakaran yang ada di silinder utama.
  5. Rekatkan pipa dengan cara dilas sehingga pipa berdiri tegak lurus di atas silinder. Atau letakkan pipa cerobong pada lubang yang ada di silinder, ganjal dengan paku dan ikat dengan kawat besi agar pipa cerobong bisa berdiri tegak dan tidak melesak ke dasar silinder.
Proses pembakaran arang sekam
  1. Pilih lokasi pembakaran yang jauh dari perumahan atau jalan, karena proses pembakaran sekam padi akan menimbulkan asap yang tebal. Sebaiknya alas tempat pembakaran terbuat dari lantai keras yang tahan panas, atau alasi bagian bawah dengan plat seng sebelum melakukan pembakaran. Hal ini untuk memudahkan pengambilan arang sekam.
  2. Buat api unggun seukuran silinder yang telah kita buat sebelumnya. Bahan bakarnya bisa menggunakan kertas koran, kayu bakar atau daun-daun kering. Kemudian nyalakan api, lalu tutup api tersebut dengan silinder yang telah diberi cerobong asap tadi.
  3. Timbun ruang pembakaran silinder yang didalamnya sudah ada nyala api dengan beberapa karung sekam padi. Penimbunan dilakukan menggunung ke atas setinggi kurang lebih 1 meter dengan puncak timbunan cerobong asap yang menyembul keluar.
  4. Setelah 20-30 menit atau saat puncak timbunan sekam padi terlihat menghitam, naikkan sekam yang masih berwarna coklat di bawah ke arah puncak. Lakukan terus sampai semua sekam padi menghitam sempurna.
  5. Setelah semua sekam berubah menjadi hitam, siram dengan air hingga merata. Penyiraman dilakukan untuk menghentikan proses pembakaran. Apabila proses pembakaran tidak dihentikan maka arang sekam akan berubah menjadi abu.
  6. Setelah disiram dan suhunya menurun, bongkar gunungan arang sekam dan keringkan. Kemudian masukkan ke dalam karung dan simpan di tempat kering.
Manfaat Arang Sekam :
  • Arang sekam bermanfaat untuk memperbaiki struktur fisik, kimia, dan biologi tanah.
  • Selain itu, bahannya bisa meningkatkan porositas tanah sehingga menjadi gembur dan mampu menyerap air.
  • Arang sekam kaya akan kandungan karbon yang sangat dibutuhkan dalam proses pembuatan kompos.
  • Dari beberapa penelitian diketahui juga kemampuan arang sekam sebagai absorban yang bisa menekan jumlah mikroba patogen dan logam berbahaya dalam pembuatan kompos.
  • Sehingga kompos yang dihasilkan bebas dari penyakit dan zat kimia berbahaya.
  • Diperkotaan, arang sekam banyak dibutuhkan untuk media tanam tanaman hias.
  • Sangat disukai banyak orang karena bobotnya ringan dan mudah dibersihkan dari akar tanaman.
  • Secara biologis, tanah yang gembur merupakan media yang baik bagi tumbuh dan berkembangnya organisme hidup.
  • Sedangkan secara kimia, memiliki kandungan unsur hara penting seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg).
  • Keasamannya netral sampai alkalis dengan kisaran pH 6,5 sampai 7.
  • Arang dari sekam padi tidak mengandung garam-garam yang merugikan tanaman dan tidak membawa mikroorganisme patogen.
demikian gaes, selingan tentang arang sekam.
have a best day

PRINSIP PERTANIAN TERPADU #SeriPertanianTerpadu

Hallo gaes, salam Pertanian Terpadu
Kegiatan pertanian kita, entah itu aktifitas bertani, beternak, berkebun, atau berbudidaya ikan darat selalu menghasilkan hasil samping.
Kalau kita bertani sawah, maka hasil sampingnya adalah jerami dan sekam padi dengan hasil utama adalah beras.
Kalau kita beternak, maka hasil sampingnya adalah kotoran ternak, urine, dan sisa pakan dengan hasil utama adalah ternak daging, telur, dan air susu
Kalau kita berkebun, maka hasil sampingnya adalah gulma dan sisa tanaman setelah hasil utama berupa buah dan bunga diambil.
Nha, karena kita terlalu fokus pada hasil utama yang menurut kita sudah memberikan hasil yang banyak, maka kita kadang melupakan hasil samping. ditumpuk saja disekitar lahan atau kandang atau kebun. padahal kalau kita biarkan ada efek negatifnya lho, yaitu : mikroorganisme yang akan menyebabkan berdatangannya hama dan penyakit.
Kalau kita menjalankan konsep Pertanian Terpadu, maka semua akan menjadi hasil utama.
Jerami akan dapat difermentasi menjadi pakan ternak ruminansia
sekam padi dapat dibuat arang sekam untuk dijadikan bahan kompos atau media tanam sumber unsur Kalium
Kotoran ternak dapat dijadikan biogas dan slurrynya (lumpurnya) dapat diubah menjadi kompos / pupuk organik
Kotoran ternaknya dapat langsung didekomposisi menjadi kompos / pupuk organik
Urine / air seni ternak dapat difermentasi menjadi pupuk organik cair
gulma dan sisa tanaman di kebun dapat menjadi pakan ternak atau kompos
Jadi Prinsip Pertanian Terpadu adalah :
  1. Merubah hasil samping usaha pertanian menjadi pakan ternak
  2. Merubah hasil samping peternakan menjadi kompos
#SeriPertanianTerpadu
#JanganLupaBerdoa
#TetaplahBahagia