Tampilkan postingan dengan label LEISA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LEISA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Oktober 2020

LAKONKU ADALAH PETANI #17

 Sambungan dari LAKONKU ADALAH PETANI #16



Perkampungan Ternak

 

            Sabil, Udin dan Irwan saat ini telah menjadi andalan Arman dalam melakukan usaha ternak sapi perah.  Kerjasama dan hubungan yang erat serta keinginan untuk saling mengisi serta keinginan belajar menjadi kunci kemajuan usaha peternakan uang dilaksanakan.    Kunci keberhasilan usaha budidaya ternak adalah keseriusan, keinginan untuk maju, kegigihan dan faktor-faktor penunjang lain serta kedisiplinan tenaga kerja.

Dalam hal budidaya ternak, hal-hal yang harus diingat adalah proses usaha pemeliharaan harus dilakukan sesuai dengan kebutuhan ternak akan produktivitas yang baik.  Program pengaturan sisi reproduksi ternak dan pemeriksaan kesehatan akan mengurangi terjadinya kasus-kasus kebidanan serta gangguan kesehatan yang dapat menganggu metabolisme ternak.   Pemantauan perkembangan ternak untuk dibesarkan sebagai pernak jantan untuk sapi potong atau ternak betina sebagai calon induk merupakan hal-hal yang perlu diperhatikan pula.

Kemudian hal lain yang perlu diperhatikan adalah rasa ‘sayang’ terhadap ternak yang diwujudkan dalam hal memperhatikan tingkah laku ternak, kondisi kesehatan, mencukui kebutuhan akan pakan dan minum dan hal-hal lain yang membuat ternak semakin nyaman.  Pengelolaan Integrated Farming tersebut harus bedasarkan pada filosofi “TOTAL ONE DAY CARE” yaitu usaha yang berkaitan dengan makluk hidup dan keharusan untuk melakukan perawatan dan pengawasan selama 24 jam dalam satu hari.

Manajemen model itulah yang sedang disosialisasikan oleh Arman pada pertemuan teknis antara Pak Lurah, Badan Perwakilan Desa, perwakilan Kelompok Tani dan Kementerian Kesejahteraan Rakyat yang diwakili pihak Dinas Peternakan Kabupaten tentang bantuan pengembangan usaha peternakan rakyat melalui pemeliharaan ternak domba.  Arman selain mengusulkan manajemen usaha juga menyampaikan tentang pola pemberian bantuan yang tidak diserahkan kepada masing-masing pertani, tetapi dikelola oleh kelompok dengan model Perkampungan Ternak.

Menurut Arman, Perkampungan  Ternak yang dimaksud adalah sebuah usaha pemeliharaan domba dimana ternak yang diperuntukkan bagi masing-masing petani dipelihara dalam satu lokasi perkandangan.  Pemusatan pemeliharaan pada konsep perkampungan ternak dimaksudkan agar ternak selalu dapat dimonitor secara menyeluruh.  Para petani nantinya akan bergantian setiap hari melakukan perawatan dan pencatatan, mulai dari pemberian pakan dan minum – pembersihan kandang – perawatan kesehatan – penanganan persalinan – pemindahan ternak – tataniaga ternak.  Melalui model perkampungan ternak, maka para peternak akan dapat saling bekerjasama, berdiskusi dan saling bertukar pikiran satu sama lain sehingga pembelajaran petani dapat ditingkatkan, 


Model perkampungan ternak seperti yang dikemukakan oleh Arman diatas, dikelilingi oleh lahan rumput.  tambahan pakan hijauan dapat diusahakan dengan memberdayakan Karang Taruna.  Karang Taruna dapat diberdayakan dengan melakukan penanaman pohon rambanan disekitar desa, perawatan dilakukan oleh Karang Taruna.  Rambanan yang sudah siap potong, dipanen dan dikeringkan/dilayukan kemudian dijadikan sebagai pakan ternak, kelompok ternak membeli ramban dari Karang Taruna sehingga Karang Taruna memiliki tambahan kas organisasi dan kelompok tani tidak kesulitan mendapatkan sumber pakan.  Lebih jauh lagi, Karang Taruna dapat dijadikan sebagai cikal bakal generasi penerus untuk melanjutkan model pemeliharaan ternak dengan konsep perkampungan ternak.


------ bersambung LAKONKU ADALAH PETANI #18

Kamis, 10 September 2020

LAKONKU ADALAH PETANI #16

 Sambungan dari LAKONKU ADALAH PETANI #15

Membudayakan Kebersamaan




     Sabtu pagi yang hangat itu diramaikan dengan suara teriakan anak-anak yang berlarian mengeksploitasi rasa kegembiraan mereka diawasi tiga ibu pengasuh, sementara itu ibu-ibu mereka dan Karang Taruna putri terbagi atas tiga kelompok kegiatan.  Kelompok ibu-ibu yang masing-masing terdiri atas 10 orang itu saling beraktivitas dengan giat dibimbing oleh seorang instruktur.  Kelompok pertama yang dibimbing Ibu Asri tampak sedang menghadapi kompor, alat masak dan bumbu dapur sedang mempersiapkan hidangan special hari itu.  Kelompok kedua sedang melakukan kegiatan teknologi tepat guna dengan bahan baku hasil pertanian/perkebunan yang biasa diusahakan oleh para bapak dengan instruktur Bapak Susanto.  Ibu Asri dan Pak Susanto adalah staf Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten. Kelompok ketiga sedang sibuk dengan bambu, kaleng-kaleng, tali temali, alat-alat pertukangan, Pak Kemal adalah instruktur kelompok ini dari Dinas Pertaman Kabupaten dengan asisten Pak Mardi dan Pak Manto.  Tampak Pak Tikno sedang bercakap-cakap dengan Pak Lurah dan Arman dibawah gapura masuk desa.

Sementara para bapak dan Karang Taruna putra sedang sibuk dengan cangkul, sapu lidi, dan cat untuk melakukan kerja bakti memperindah lingkungan sekitar dan menjaga kebersihan dan kesehatan.  Hal ini dilakukan sebagai kegiatan rutin dan sekaligus mensukseskan program kecamatan yang akan melakukan fogging sarang nyamuk disekeliling desa sore harinya.  Semangat para bapak sangat terlihat dengan saling melempar canda dan tetap berkonsentrasi melakukan aktivitas.  Tumpukan kayu lapuk, seresah daun, endapan organik di parit dikumpulkan pada beberapa titik lubang dan ditutup dengan tanah untuk dijadikan pupuk.  Kaleng bekas, seng-seng dan kaca/beling ditimbun dalam lubang-lubang yang lain.  Tanaman hias dipangkas dan diberi media tanam baru pada potnya.  Kegiatan yang dimulai pukul 06.00 WIB ini mengundang decak kagum bagi pejabat pemerintahan, tidak hanya dilingkungan Kecamatan, tetapi juga Kabupaten. Tak heran bila Desa Sukamaju mendapat penghargaan dari pemerintah atas prestasi yang mengagumkan dalam menghijaukan lingkungan sekitar. 


Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11.30 WIB, para bapak dan Karang Taruna putra dan kegiatan kerja bakti telah selesai, semua peralatan dan tubuh telah dicuci bersih.  Halaman balai desa tampak ramai dan diketeduhan pohon ara, tertata dua buah meja besar lengkap dengan hasil karya para ibu, meja pertama terdiri atas mekanan kecil dan minuman sementara meja kedua masih tertutup dengan aroma masakan yang sangat menggoda.

Pak Lurah didampingi Ibu Lurah, Tokoh Masyarakat dan para instruktur serta Pak Tikno berdiri dihadapan penduduk desa.  “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh”, Pak Lurah membuka acara dan dijawab serentak oleh seluruh hadirin, “wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh”.  “Bapak-bapak dan Ibu-ibu serta anak-anak muda tercinta dari Karang Taruna, sungguh berbahagia sekali kita dapat melaksanakan program penjagaan lingkungan yang setiap bulan di hari Sabtu minggu ketiga ini.  Ada hal lain yang juga sangat membanggakan, para ibu telah mampu mengolah bahan makanan yang menyehatkan dan tentunya nikmat, kita akan nikmati bersama saat makan siang nanti.  Hal lain yang membahagiakan adalah kedatangan Pak Tikno yang melihat dan  menjanjikan sesuatu yang luar biasa bagi peningkatan perekonomian kita.  Pak Tikno berkenan menggunakan kecap yang akan dihasilkan oleh ibu-ibu dan karang taruna putri kita, juga selai buah dan kulit buah yang setiap tahun kita hasilkan.  Terimakasih untuk Pak Tikno dan juga terimakasih untuk Ibu Asri, Pak Susanto, Pak Kemal, Pak Mardi dan Pak Manto atas kesediaan beliau semua membantu kita memajukan Desa Sukamaju”, jelas Pak Lurah yang disambut dengan gemuruh tepuk tangan seluruh yang hadir di muka Balai Desa saat itu.  “satu lagi bapak-bapak dan remaja putra, kalau nanti wajah ibu-ibu semakin cantik, jangan kaget ya.  Mereka baru saja selesai membuat bedak dingin untuk kecantikan dan kehalusan kulit wajah”, sambung Pak Lurah sambil terkekeh diikuti gelak tawa dan tepukan hadirin.  “hadirin sekalian, sebagai kata akhir dalam acara ini, kamimohon Pak Kemal mewakili instruktur untuk memberikan sepatah-dua patah kata”, undang Pak Lurah kepada Pak Kemal.  “Pak Lurah dan tokoh Masyarakat yang kami hormati dan seluruh hadirin yang kami banggakan.  Terimakasih atas sambutan yang luar biasa pada hari ini.  Kami sangat bangga atas keindahan Desa Sukamaju dan kekompakan warga masyarakatnya.  Juga kebanggan terdalam atas keberhasilan Pak Tikno mengembangkan hidangan organik yang juga dilakukan putranya di kota.  Kemauan kaum wanita didesa ini juga patut dibanggakan, baru saja ibu-ibu kita mampu membuat sebuah lahan pertanian di muka rumah, namanya vertikultur.  Dengan vertikulktur, kita dapat mengembangkan pertanian sayuran dimuka rumah, dilahan terbatas dan tak perlu repot pergi ke lahan, cukupmemetik langsung dimuka rumah.  Vertikultur juga akan memberikan keindahan halaman muka rumah.  Sekali lagi, terimakasih dan semoga Desa Sukamaju bertambah sukses dan makmur”, jelas Pak Kemal.   “Amin.  Terimakasih Pak Kemal.  Baiklah seluruh hadirin, sebagai akhir dari acara kita pagi sampai siang ini, mari sama-sama kita cicipi hasil karya ibu-ibu kita dan remaja putri”, tutup Pak Lurah.  Selanjutnya seluruh yang hadir saat itu segera mengambil makanan kecil dan sajian makan siang.


Makanan kecil yang disajikan adalah Pisang Goreng Krispi dengan minimal dawet serta beberpa penganan kecil lainnya.  Menurut ibu Asri, resep yang ditampilkan adalah resep yang bahan bakunya berasal dari Desa Sukamaju sendiri.


------ bersambung LAKONKU ADALAH PETANI #17

Jumat, 26 Juni 2020

LAKONKU ADALAH PETANI #15

 

Potensi Bersama, Komunikasi, dan Kerjasama

Diberanda rumah digelar karpet dan warga masyarakat berkumpul melingkar dengan formasi huruf U, terdapat meja kayu kecil pada bagian atas formasi.  Tampak Pak Lurah, Pak Bambang Sungkowo, dan Arman berlatar belakang papan tulis putih menghadap formasi.  Waktu sudah menunjukkan pukul 19.45 WIB ketika Arman membuka pertemuan malam itu, “Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh” disusul dengan jawaban seluruh yang hadir, “wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh”.  “Yang terhormat Pak Lurah, Bapak Mawardi Harjosungkono.  Yang saya banggakan, Bapak Ir.  Bambang Sungkowo, MS dari Dinas Peternakan Kabupaten.  Yang saya terhormat pemuka masyarakat dan hadirin sekalian, pertama-tama saya haturkan terimakasih kepada Yang Maka Kuasa atas perkenan-Nya kita dapat berkumpul dikediaman kami dan terimakasih atas kehadiran Bapak-bapak dalam pertemuan ini.  Perlu saya sampaikan, bahwa pertemuan ini terkait dengan usaha pertanian dan peternakan yang saat ini sedang kami lakukan.  Setelah saya bertemu dengan Pak Lurah  saat minta ijin untuk usaha ternak sapi perah dan domba, kemudian saya sampaikan kepada beliau tentang pola yang saya terapkan, beliau menyarankan agar saya mengundang bapak-bapak sekalian berkumpul.  Saya juga mengajak guru saya, Bapak Ir.  Bambang Sungkowo, MS untuk mendampingi dan mengarahkan kita dalam pertemuan ini”, jelas Arman membuka pertemuan.

“Sebagai awal pertemuan, saya akan sampaikan dahulu aktivitas yang kami lakukan disini.  Seperti Bapak-bapak ketahui, saat ini kami sedang mengusahakan sebuah model usaha pertanian padi, sayur-sayuran, buah, dan ternak sapi perah. Kami menerapkan sebuah model yang bernama Pertanian Terpadu, yaitu sebuah pertanian dengan mengkedepankan penggunaan sumber daya lokal yang belum dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai pakan ternak atau pupuk organik.  Saat ini kami sudah mengembangkan pertanian organik dengan sebanyak-banyaknya menggunakan bahan organik sebagai sarana produksi pertanian, seperti pupuk organik atau pestisida / insektisida nabati serta agensia hayati.  kami juga menggunakan hasil samping pertanian / perkebunan sebagai pakan ternak sapi perah”, terang Arman.  “berkenaan dengan hal yang sudah saya sampaikan, saya mohon Pak Lurah dapat memberikan wejangan kepada kami dan mengarahkan pertemuan ini agar kita, warga Desa Sukamaju dapat mengembangkan model pertanian yang ramah lingkungan dan menghasilkan, kepada pak Lurah, kami persilahkan”, lanjut Arman sambil undur diri, Pak Lurah segera bangkit dan berdiri.  Setelah mengucapkan salam, Pak Lurah berkata, “yang terhormat Bapak Ir.  Bambang Sungkowo, MS.  yang terhormat, sahibul bait, Bapak Arman Sumadipraja, yang saya junjung, tokoh masyarakat dan yang saya cintai, bapak-bapak sekalian, warga Desa Sukamaju.  Senang sekali kita dapat bertemu dan berkumpul pada sebuah pertemuan yang mencerahkan ini.  Saya memang meminta Pak Arman untuk mengadakan acara pertemuan ini.  Saya memperhatikan, kegiatan pertanian yang dilakukan Pak Arman sangat menjanjikan sebuah perubahan yang memberi kemajuan lebih baik.  Pola Pertanian Terpadu seperti yang disampaikan Pak Arman dan bapak-bapak sekalian lihat adalah sebuah bentuk usaha pertanian tanpa limbah yang sangat menjanjikan dan memberi nilai positif bagi kehidupan kita”, Pak Lurah tampak semangat.  Beliau lalu melanjutkan,”saya ingin tahu, diantara Bapak-bapak sekalian yang bertanam padi?”.  Hampir 50% hadirin mengacungkan tangan mereka keatas.  “Baik, terimakasih.  Berarti yang lainnya bertanam palawija dan sayuran, tho?”, tegas Pak Lurah.  “Betul Pak”, jawab sebagian besar hadirin mengamini pendapat Pak Lurah.  “Baiklah bapak-bapak, saya menerima penjelasan yang sangat baik dari Pak Arman tentang pemanfaatan hasil samping pertanian dan perkebunan yang saat ini kita kelola menjadi pakan ternak dan proses dekomposisi hasil samping ternak – hasil samping pertenian/perkebunan yang tidak dapat menjadi pakan untuk diubah menjadi pupuk organik.  Seperti kita ketahui, Warung Organik Pak Tikno adalah sebuah bukti penghargaan kita pada diri sendiri.  Kalau kita melewati warung Pak Tikno, kita lihat barisan kendaraan dari luar kota yang datang kesana dan Pak Tikno hanya buka sebentar, dalam tempo tiga jam saja hidangan yang disajikan Pak Tikno sudah habis.  Setelah saya ketahui, ternyata Pak Arman adalah salah satu pemasok sayuran organik ke Pak Tikno, hidangan yang disajikan cepat habis karena pasokan sayuran terbatas.  Pak Tikno sempat berbicara juga dengan kami, untuk bekerjasama dalam pemasaran produk organik, karena putra beliau di kota juga membuka sebuah restoran yang memasarkan produk organik.  Melihat potensi itu, bapak-bapak alangkah berbahagianya kita.  Kita sudah memiliki Pak Arman yang telah mengaplikasikan pertanian organik, kita memiliki Pak Tikno dengan potensi pemasaran yang luar biasa.  Kita juga memiliki Pak Bambang dengan staf beliau yang siap membantu kita dalam pengembangan pertanian dan peternakan.  Pada pertemuan yang baik ini, saya mengajak bapak-bapak sekalian untuk berdiskusi, merapatkan barisan dalam memajukan pertanian Desa Sukamaju demi kesejahteraan kita bersama”, dengan penuh semangat dan berjuta harapan terpancar dari mata Pak Lurah..

Dari barisan tengah sayap kiri, Pak Harun mengajukan diri untuk mengemukakan sesuatu.  “Pak Lurah, Pak Arman dan Pak Bambang, saya sangat tertarik dan saya yakin, bapak-bapak disini juga tertarik untuk mengembangkan dunia pertanian dan peternakan.  Memang selama ini kami belum mendapakan informasi yang cukup mengenai pertanian organik.  Saat kami melihat Pak Arman mampu melakukan sebuah pengelolaan pertanian organik, kami masih merasa ragu-ragu mengenai kemampuan kami mengembangkan pertanian organik.  Seperti yang sama-sama kita ketahui, penggunaan pupuk Urea, TSP, ZA, NPK, dan penggunaan pestisida serta insektisida kimia sudah menjadi kebiasaan kami cukup lama.  Model usaha pertanian dengan produk kimia yang kami lakukan ini saja tidak mampu mendongkrak produktifitas pertanian kita, apalagi bila kami menggunakan organik? Karena kekurangan informasi itulah, maka kami sulit untuk dapat bergerak mengembangkan pertanian seperti yang disampaikan Pak Lurah”, jelas Pak Harun.  “Terimakasih Pak Harun, sebuah pemaparan yang sangat saya hargai.  Memang gangguan komunikasi yang terjadi diantara kita membuat kemajuan dunia pertanian kita menjadi tersendat.  Seperti yang bapak-bapak alami saat ini, Pak Arman sudah membuktikan dan saya dengar juga sudah mengajak beberapa petani untuk bersama-sama beliau mengembangkan pertanian organik, tetapi bapak-bapak sekalian masih ragu, saya bisa mengerti tentang keraguan bapak-bapak”, jawab Pak Lurah.  Sambung Pak Lurah kemudian, ”karena kita semua sudah mengerti bahwa Pak Arman sudah mampu melaksanakan, termasuk potensi pemasarannya juga.  Oleh karena itu, saya berharap bapak-bapak sekalian bersedia bekerjasama untuk mengembangkan pertanian organik di Desa Sukamaju.  Bapak-bapak bersedia?”.  Pak Tarjo yang sekarang bergantian mengajukan usul, “Pak Lurah, kami setuju dan berkeinginan untuk mengembangkan pertanian organik.  Tetapi sekali lagi, kami masih sangat perlu bimbingan dan arahan agar kami memiliki hasil maksimal dan mampu secara konsisten melaksanakan pertanian organik dengan sempurna.  Saya yakin teman-teman petani juga memiliki keinginan yang sama dengan saya”.  Gumam dan anggukan antar petani yang hadir seakan mengiyakan pernyataan Pak Tarjo.  Pak Lurah dengan bijak segera mengambil sikap, “baiklah bapak-bapak sekalian, saya sangat bangga atas persamaan keinginan kita semua.  Pak Arman? Bagaimana pendapat bapak? Bisakah bapak membantu, membimbing dan mengarahkan petani di Desa Sukamaju untuk menerapkan pertanian organik?”.  Ganti Arman yang bangkit dan menyatakan, “terimakasih Pak Lurah, tentunya dengan senang hati saya akan ikut serta menularkan tentang pertanian organik yang sudah saya lakukan.  Pertemuan ini akan kita lanjutkan dengan teknis pelaksanaan pertanian organik dua minggu yang akan datang.  Selanjutnya saya mohon, Pak Bambang dapat menyampaikan pendapat dan arahan untuk kami semua”.  Tempat berdiri Arman segera digantikan oleh Pak Bambang, sambil memandang hadirin dengan takjub, dia berkata, “terimakasih bapak-bapak sekalian, bangga dan gembira saya menyaksikan sebuah kesepakatan dan persatuan yang dikembangkan pada pertemuan ini.  Kami dari Dinas Peternakan Kabupaten akan berusaha membantu bapak-bapak sekalian mengembangkan pertanian organik.  Saya akan sampaikan hal ini juga kepada Bapak Idris Sanusi sebagai Kepala Dinas Pertanian Kabupaten untuk lebih memantau perkembangan pertanian organik yang akan dikembangkan.

Akhirnya sebuah komunikasi yang baik akan menghasilkan sebuah nilai kerjasama yang memberi nilai lebih baik dan mampu memajukan dunia pertanian di Desa Sukamaju.  Melalui pertanian terpadu, maka akan diperoleh beberapa hasil, antara lain  :

1. Produk pertanian organik berkualitas tinggi dan memiliki nilai nutrisi yang menyehatkan serta memiliki daya simpan lebih baik

2.    Nilai ekonomis yang lebih baik karena harga jual produk pertanian organik yang lebih tinggi

3.  Kualitas lahan yang lebih sehat karena pemberian pupuk organik dan penggunaan agensia hayati yang ramah lingkungan

4.    Hasil samping pertanian organik yang dapat diberikan sebagai pakan ternak

5.    Hasil samping peternakan yang dapat dijadikan sebagai sumber pupuk organik bagi lahan pertanian

6.    Ketergantungan petani akan sarana produksi pertanian akan dapat dikurangi

7.    Efisiensi usaha pertanian dan peternakan karena biaya produksi yang lebih rendah




------ bersambung LAKONKU ADALAH PETANI #16


Selasa, 28 April 2020

LAKONKU ADALAH PETANI #13

Sambungan dari LAKONKU ADALAH PETANI #12


Arman menjalankan prinsip preventif dalam penjagaan kesehatan ternak dengan melakukan perawatan ternak dengan baik akan mengurangi penggunaan obat-obatan dan tentunya akan mengurangi beban biaya produksi.  Gangguan kesehatan yang sering terjadi pada ternak sapi, seperti yang pernah diterangkan oleh drh. Subakti


KESEHATAN DAN PENGENALAN PENYAKIT PADA TERNAK SAPI PERAH

Pengertian, istilah / definisi dan tanda-tanda sapi sakit

Pengertian
Kesehatan adalah suatu keadaan yang dapat menunjukkan keadaan suatu ternak dalam kondisi tertentu (sehat atau tidak ternak itu sendiri).

Istilah, Definisi

Definisi hewan sakit
Seekor hewan dikatakan sakit, apabila keadaan tubuhnya atau alat tubuhnya mengalami perubahan sehingga mengakitbatkan gangguan fungsi dari tubuh atau alat tubuh hewan tersebut.

Infeksi
Suatu proses dimana mikro organisme masuk ke dalam tubuh hewan dan menyebabkan gangguan dari salah satu fungsi alat tubuh.

Zoonosis
Penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya.
Misalnya : Antrax, Rabies, dan Brucella

Carries
Hewan pembawa bibit penyakit dimana didalam tubuhnya di ketemukan mikro organisme yang patogen, tetapi ia sendiri tidak menderita penyakit tersebut dan dia dapat menulari individu yang lain.

Akut
Perjalanan penyakit yang prosesnya cepat sekali.
Misalnya : Antrax, SE, bila lebih cepat lagi perakut.

Chronis
Perjalanan penyakit yang berlangsung lama (menahun)
Misalnya : TBC, Lepra dll.

Resistensi
Daya tahan atau daya kekuatan tubuh untuk menahan serangan penyakit.

Curatif
Tindakan pengobatan pencegahan terhadap penyakit tertentu dengan menggunakan obat-obatan, antisera, anti biotika, dll

Preventif
Usaha tindakan pencegahan terhadap suatu penyakit dengan jalan vaksinasi.

Vaksin
Produk bilogis yang dibuat dengan cara membunuh atau mengurangi virulensi dari mikro organisme yang dapat menimbulkan imunitas aktif.

Diagnosa
Menentukan penyakit.

Anti biotika
Obat-obatan yang dapat membunuh kuman-kuman atau menyetop pertumbuhannya yang berasal dari sejenis jamur atau syntetisnya.

Toxin
Zat racun yang dihasilkan oleh mikro organisme.

Toxoid
Racun/toxin yang sudah dinetralkan dengan mempergunakan zat kimia seperti formalin, sehingga tidak berbahaya lagi.

Tanda-tanda sapi sakit

Secara umum sapi sakit akan menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut :
  • Nafsu makan turun / berkurang
  • Lesu / males
  • Suhu badan berubah
  • Bulu berdiri ( njegrik, bahasa Jawa )
  • Secara khusus sapi sakit akan menunjukkan tanda-tanda yang tidak / hampir sama, tergantung pada jenis penyakit yang diderita oleh ternak itu sendiri misalnya :
  • Suhu badan meningkat / turun
  • Keluar eksudat pada hidung
  • Mata sayu, menjadi merah
  • Kotoran encer, dll 


Penyakit

Antrax (radang limpa)
Penyebabnya : Bacillus antracis
Symptomatology / gejala
Klinis :
Pre-akut :
- Mendadak segera terjadi kematian karena pendarahan otak.
- Sesak nafas, gemetar, kemudian hewan rebah dan kejang.
Akut :
- Pada sapi, domba, kuda, mula-mula demam, gelisah, pernafasan susah, lemah dan akhirnya mati.
- Demam mencapai suhu 41,5o C, rawinasi berhenti kemudian keluar ekskreta berdarah.
Theraphy / pemberantasan
Vaksinasi Antrax tiap tahun
Untuk hewan yang terserang sakit dapat diaplikasikan salah satu dari perlakuan berikut :
- Penyuntikan anti sera
- Penyuntikan anti biotika
- Penyuntikan anti biotika dan serum
- Pengobatan hewan sakit
- Anti serum 100 – 150 ml/hewan besar, 50 – 100 ml/hewan kecil.
- Penicilin 6.000 – 20.000 I.U/kg BB/hari untuk hewan kecil, 20.000 – 40.000 I.U/kg BB/hari untuk hewan besar.
- Streptomycin 10 gr untuk hewan besar berat 400-600 kg, setiap hari diberikan dalam dua dosis 1 m atau perstrep.
- Oxytetraciclin : sapi – kuda mula-mula 2 gr I.U/IV kemudian 1 gr tiap hari selama 3-4 hari sampai sembuh.


BRUCELLOSIS / Keguguran
Penyebab  : Kuman Brucella ( Bruce. 1987 )
Gejala      :
Pada    sapi  tanda - tanda   klinik  yang utama ialah  keguguran yang diikuti dengan kemajuan temporer atau permanen dan menurunnya produksi susu.   Keguguran yang disebabkan Brucella biasanya akan terjadi pada umur kebuntingan 5-8 bulan.   Cairan janin yang keluar terjadi keguguran berwarna keruh.
Theraphy / pemberantasan
- Belum ada obat yang efektif
- Usaha-usaha pencegahan terutama ditujukan kepada tindakan sanitasi dan tata laksana :
- Sisa-sisa abortusan di hapus hamakan.  Factus dan placentatus di bakar dan vagina apabila mengeluarkan cairan harus diirigasi selama 1 minggu.  Bahkan desinfektan antara lain : Phenol, Kresol, Biocil, Lisol.
- Hindarkan perkawinan antara pejantan dan betina yang mengalami keguguran.
- Anak-anak dari induk penderita brucella sebaiknya di beri  susu hewan lain yang bebas brucella.
- Kandang, peralatan harus di suci hamakan serta hewan pengganti jangan segera di masukkan.


Penyebab Abortus

Asal
Penyakit
Simptoma
Pembawa
Pencegahan
Bakteri
Brucellosis
Abortus setelah umur kebuntingan 4 bulan
Retensi placenta
Pencernaan
Perkawinan
Pelukaan pada kulit

Vaksinasi pedet
Pengujian dan pemotongan
Pemisahan ternak baru
sanitasi

Leptospirosis
Abortus setelah umur kebuntingan 6 bulan
Pencernaan
Mukosa membran
Pernapasan
Gangguan hewan liar
Vaksinasi
Pemusnahan carrier penyakit
Jauhkan dari ternak babi

Listeriosis
Abortus setelah umur kebuntingan 6 bulan
Tidak lazim
Ternak baru
Silase
Stress
pemisahan ternak baru
penghentian pemberian silase
sanitasi

Vibriosis
Abortus setelah umur kebuntingan 6 bulan
Terjadi waktu siklus yang panjang
Perkawinan
Inseminasi Buatan
Pejantan tidak tertular untuk Induk yang tidak tertular
Virus
BVC (Bovine Viral Diarrehea)
Abortus
Demam
Erosi pada mulut dan gusi
Diare
Kontak langsung dengan ternak berpenyakit
Pakan
Air
Sanitasi
Vaksinasi


IBR (Infectious Bovine Rhinotracheitis)
Abortus setelah umur kebuntingan 6 bulan
Deman
Pilek
Rotasi pada mata
Pelukaan di vagina
Pelukaan di alat kelamin jantan
Kontak langsung
Perkawinan
Urine dan cairan tubuh
Penyemprotan vaksin pada daerah hidung
Protozoa
Trichomoniasis
Siklus berahi yang panjang
Abortus setelah umur kebuntingan 1 - 4 bulan


Perkawinan
Inseminasi Buatan
Pejantan tidak tertular untuk Induk yang tidak tertular
Culling untuk pejantan yang tertular
Jamur
Mycotic Abortion
Terjadi Nekrosi pada cotyledon
Lecet pada janin yang abortus
Abortus pada umur kebuntingan 5 – 7 bulan
Pencernaan (?)
Penghilangan bahan pakan yang terkena jamur


COLIBACILLOSIS / White scours
Penyebab     : 
- Septicaemio colibacillosis
- Enterio toxannic colibacillosis
- Enterio cociacillosis
Gejala        : 
Pada    anak     sapi   biasanya    di  jumpai pada anak sapi umur sampai 4 hari.   Penyakit ini bersifat akut kematian dapat terjadi dalam 4 hari tanpa adanya gejala klinik yang jelas.   Bila terdapat gejala klinik hewan menjadi lemah, depresi, anorexia, suhu badan dan denyut cor meningkat kemudian  menurun dengan cepat hingga sub normal dibarengi dengan diare.
Theraphy dan pemberantasan
Untuk pencegahan, sanitasi dan hygiene yang baik mutlak diperlakukan.   Disinfeksi setiap ada penggantian ternak baru.   Pada anak sapi berikan colostrum.
Untuk  theraphy, bermacam - macam  anti biotika seperti tetracyline, stretomycin, neomycin, preparat sulfa, perlu juga diberikan obat penunjang seperti NaCl fisiologis atau Dextroringen infus.

SEPTICAEMIA EPIZOOTICA (S.E) / NGOROK
Penyebab        : Pasteurella multocida type tertentu
Gejala  :          
ada 3 bentuk yaitu : busung, pectoral dan intestinal.  Masa inkubasi berkisar 1-2 hari dengan gejala-gejala umum: lesu, demam, gemetar, mata sayu, berair, nafsu makan turun, ruminasi, gerakrumen dan usus menurun sampai hilang seperti konstipasi.
Theraphy dan pemberantasan
Pencegahan :
- Peraturan yang ketat terhadap pemasokan hewan.
- Untuk  daerah  tertular,  hewan  sehat   di   vaksin dengan vaksin oil Adjuvant, sedikitnya setahun sekali / 3 ml, 1 M.
- Pada hewan sakit di pilih salah satu perlakuan berikut :
- Penyuntikan anti serum
- Penyuntikan anti biotika, streptomycin 20 mg/kg BB,   tetramycin aeromycin atau cheoramycetin 4 mg/kg BB 1 M.
- Penyuntikan anti serum dan anti biotika


MASTITIS / Radang Kelenjar Susu
Penyebab           :        Streptococcus
Gejala                 :
- Ambing panas membengkak, meradang
- Nafsu makan menurun, sehingga kondisi tubuh menurun pula
- Produksi susu menurun
Theraphy dan pemberantasan:
- Sanitasi kebersihan dan hygiene perlu dijaga untuk menghindari timbulnya penyakit ini.
- Pada putting yang terserang mastitis agar sering di perah untuk pengeluaran air susunya.
- Pengobatan dengan procain penicillin G (PPG) 100.000 I.U/Kwantir intra manusia.
- Terhadap infeksi neonatal PPG 20.000 I.U/kg BB, 1 x sehari 3-7 hari berturut-turut.

BLOAT / Kembung
Penyebab        :          
- Penimbunan gas dalam perut maupun rumen yang terjadi saat fermentasi dalam rumen yang berjalan cepat.  Disebabkan karena pemberian hijuan yang terlalu muda dan masih banyak mengandung air.  Pemberian hijauan yang masih basah baik basah karena air hujan atau embun.  - Pemberian ransum secara berlebihan dengan bahan-bahan yang mudah dan cepat difermentasi seperti daun kol, daun lobak, daun wortel.  Melepas sapi untuk merumput pada waktu masih terlalu pagi.
Gejala-gejala sebagai berikut :
- Perut membesar
- Rintihan maupun erangan jelas kedengaran
- Denyut jantung melemah
- Selaput lendir mulut berwarna kebiru-biruan
Pengobatan:
- Dengan pemberian cuci kembung dibering lewat mulut dengan dosis 100 cc   ditambah air 500 cc kemudian di berikan dengan cara drench ( cekokan ) atau melalui stomachtube.   Cara lain adalah injeksikan langsung ke dalam rumen melalui suatu jarum hipodemik dan berukuran besar.   - Dalam keadaan darurat, suatu trocnar dan canula harus dimasukkan dan obat anti kembung di injeksikan melalui canula.

 


FASCIOLASIS / Cacing hati
Penyebab        :           Fasciola gigantica atau Fasciola hepatica
Gejala  :
- Kadang-kadang mencret, pengurasan berjalan cepat, lemah dan anemia
- Penurunan produktivitas
Theraphy dan pemberantasan
- Potong cyclus hidup dengan memberantas siput dengan mollusida biologik … itik.
- Rotasi lapangan rumput, memperbaiki sistem pengairan / drainage sehingga lahan dapat dengan mudah dikeringkan.
- Pemberian Dovenik / Kalbazen / Trodak

PNEUMONIA / Radang Paru-paru
Gejala :
Suhu tubuh meningkat dengan cepat – Berbaring terus, lesu dan nafas terengah-engah – Tidak ada nafsu makan – Kondisi tubuh menurun dengan tajam – Dari  lubang hidung sering keluar ingus – Batuk-batuk ringan – Kulit menjadi kasar dan kusam.
Theraphy dan pemberantasan:
- Pencegahan, agar diupayakan hal-hal sebagai berikut :
- Menjaga, memelihara kebersihan kandang.
- Hindari penumpukan anak-anak sapi pada satu tempat.
- Pemberian ransumnya memenuhi standar kualitas.
- Menjaga kebersihan air minum.
- Menambah ransum dengan daun petai cina.
- Pemberian anti biotik antara lain : Teramycin dan Streptomycin

 

Sambil mengandeng Bimo menuju rumah untuk makan siang, Arman berkata, “Terimakasih Nak, sudah ingatkan dan memberitahu ayah, ada sapi yang akan beranak”. Kenang Arman akan kejadian beberapa hari lalu.  “Ah ayah, tadi Bimo sudah takut kalau sapinya keracunan  karena tadi seperti permen karet yang ditiup ..he..he”, kata Bimo, tersipu-sipu.  “Kamu harus banyak belajar ya nak, biar makin pintar”, kata Arman.  “Ajari Bimo dong Yah, biar Bimo nanti bisa membantu ayah memelihara sapi”, pinta Bimo.  “kamu tadi sudah membantu Nak.  Terus belajar ya.  Sekarang ayo balapan sama ayah kerumah, kalo Bimo menang ada coklat lho”, canda Arman.  “Ayo yah”, sambut Bimo sambil berlari menuju rumah diikuti ayahnya.



------ bersambung LAKONKU ADALAH PETANI #14