POLA PERTANIAN TERPADU
Usaha ternak sapi perah yang akan
dilaksanakan oleh Arman tumbuh dan terinspirasi karena bergulirnya waktu dan perubahan peradaban
saat ini membuat semakin berkembangnya pola kehidupan manusia. Manusia semakin sadar akan terpenuhinya
nutrisi untuk kehidupan yang lebih baik.
Nutrisi tersebut salah satunya adalah ‘PROTEIN’.
Protein berperan bagi terbentuknya jaringan-jaringan tubuh baru untuk
mengganti jaringan-jaringan yang rusak/usang, perkembangan daya pikir dan
pembentukan formasi tubuh yang semakin baik.
Protein tersebut berasal dari protein hewani dan nabati. Salah satu sumber protein hewani adalah air susu.
Masyarakat Indonesia yang berjumlah lebih dari 200 juta jiwa tentunya semakin
banyak membutuhkan protein asal air susu.
Hal inilah yang menyebabkan kebutuhan akan tersedianya susu sangat besar.
Usaha ternak sapi perah dapat dilakukan
di Indonesia melalui suatu pengelolaan yang baik dan terencana sehingga dapat
menyediakan iklim kandang dan penyediaan pakan untuk ternak sapi perah sehingga
dapat menghasilkan produksi susu yang tinggi dengan kualitas yang baik. Bangsa sapi perah yang dapat dikembangkan di
Indonesia adalah jenis ternak perah peranakan Frisien Holstein yang berasal
dari Belanda. Usaha ini diawali saat
masa penjajahan Kerajaan Belanda yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan susu
bagi bangsa kolonial Belanda pada masa itu.
Perkembangan selanjutnya, berdirilah usaha ternak yang tersebar di
beberapa wilayah, terutama di Pulau Jawa seperti Lembang, Pengalengan,
Kabupaten Bogor, Sukabumi, Kabupaten Garut, Baturraden – Banyumas, Gunung Kawi,
Nongko Jajar, Pujon, Boyolali dan beberapa wilayah lainnya.
Arman
yang memiliki dasar pendidikan yang cukup mumpuni ditambah dengan pengalaman
yang diterima saat ini menjadikan tekadnya bertambah bulat untuk melakukan
sebuah usaha yang terintegrasi.
Usaha peternakan yang terintegrasi (Integrated
Farming) diharapkan dapat meningkatkan nilai efisiensi usaha dengan
pemanfaatan by product yang
diharapkan dapat menurunkan cost of
production dan sekaligus meningkatkan pay of income.
Secara umum Integrated Farming System adalah pengelolaan masing-masing unsur yang
berada dalam kegiatan peternakan yang dikelola dengan pendekatan ekologis,
saling berkaitan satu dengan yang lain, ramah lingkungan dan memberi nilai
ekonomis
Sapi perah merupakan
salah satu jenis ternak yang berperan dalam melakukan supply untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat akan protein hewani asal susu. Pengelolaan yang baik dengan pola manajerial
yang sempurna akan menghasilkan kinerja ternak perah yang ideal sehingga
diperoleh hasil baik. Hasil yang baik
akan memberi banyak keuntungan, pertama : pemenuhan supply protein hewani
asal air susu; kedua : pembukaan lapangan kerja baru bagi masyarakat
sekitar farm; ketiga : peningkatan nilai penggunaan lahan-lahan
pertanian marjinal sehingga memberi nilai guna pada lahan secara positif;
keempat : peningkatan kualitas lahan seiring dengan introdusir penggunaan
kompos (by product usaha peternakan);
kelima : peningkatan Pendapatan Asli Daerah yang mengikuti peningkatan income pengusaha atas peternakan yang
diusahakan; keenam : distribusi nilai
edukasi dan informasi tentang peternakan sapi dan penanganan air susu; ketujuh
: wisata alam sehingga memberi nilai kesenangan dan nuansa kegembiraan
keluarga untuk memberi nilai rekreasi dan rekreatif; kedelapan : one stop shopping, dengan menyediakan bermacam-macam pengelolaan
hasil ternak (daging dan susu) dan kegiatan konsultatif untuk memberi
penjelasan yang lengkap tentang sebuah usaha peternakan
Pola Pertanian
Terpadu merupakan salah satu konsep cerdik dalam menciptakan dunia pertanian
yang akan menghasilkan bahan pangan yang berkualitas (food safety attributes
–aman dikonsumsi, nutritional attributes –bernilai nutrisi tinggi dan eco
labelling attributes –ramah lingkungan), memiliki nilai produktifitas
mantap dan kontinuitas penyediaan bahan makanan. Konsep Pertanian Terpadu dapat mengatasi
permasalahan di sektor pertanian, yaitu : Permodalan; Tekhnologi; Pasar
(fluktuasi harga); Sarana dan Prasarana; Efisiensi dan Produktifitas masih
rendah; serta Kuantitas, kualitas dan
kontinyuitas produksi.
Pola pertanian terpadu sendiri merupakan suatu
pola yang mengintegrasikan beberapa unit usaha dibidang pertanian yang
dikelola secara terpadu, berorientasi ekologis sehingga diperoleh peningkatan
nilai ekonomi, tingkat efisiensi dan produktifitas yang tinggi.
Melalui pertanian terpadu, akan dapat dihasilkan produk-produk pertanian
(dan peternakan) dari sinergitas antar unit dengan mengedepankan kelestarian
lingkungan yang selanjutnya akan menghasilkan peningkatan secara ekonomis
karena penambahan nilai daya dan guna melalui efisiensi dan efektifitas tinggi
serta nilai produktifitas usaha yang baik.
Sistem Pertanian
Terpadu seperti pada bagan diatas dapat diterangkan sebagai berikut :
a. Tanaman
pertanian – perkebunan akan menghasilkan Pangan untuk manusia dan Pakan untuk
ternak
b. Pangan
yang dikonsumsi manusia merupakan bahan bakar dalam mengelola usaha pertanian
agar semakin baik dan berkembang
c. Ternak
yang mengkonsumsi pakan sebagai hasil pengolahan limbah pertanian
d. Ternak
akan menghasilkan pupuk kandang, demikian juga sisa tanaman yang tidak dapat
lagi dijadikan pakan akan diolah dan didekomposisi menjadi Pupuk Organik
e. Pupuk
organik sebagai hasil dekomposisi yang sempurna akan menghasilkan nutrisi bagi
tanah sehingga produktifitas dan kesehatan tanaman akan semakin baik
Upaya pelaksanaan pola pertanian terpadu merupakan suatu upaya yang
saling bersinergi dan berkesinambungan antar komponen usaha dan saling memiliki
manfaat bagi unit usaha yang lain.
Sebagai contoh, usaha budidaya jagung.
Selain menghasilkan biji jagung yang dapat digunakan sebagai pangan
untuk manusia, juga dapat menjadi bahan pakan untuk ternak monogastrik. Limbah usaha budidaya jagung berupa batang
dan daun, klobot (kulit pembungkus biji jagung) serta tongkol jagung yang dapat
digunakan sebagai pakan ternak. Limbah
budidaya jagung yang tidak termanfaatkan sebagai pangan atau pakan serta
kotoran ternak akan menghasilkan limbah organik yang dapat didekomposisi
menjadi pupuk organik yang digunakan untuk mengembalikan kesuburan tanah agar
tetap lestari dan mampu menjadi lahan yang baik bagi pertumbuhan tanaman jagung
pada musim tanam berikutnya.
Sejenak Arman menerawang, membayangkan pertanian Indonesia yang mampu
bersatu dan saling terintegrasi, dimana masing-masing bagian dalam dunia
pertanian Indonesia saling bertautan dan saling memperkuat. Dihelanya nafas dan
diseruputnya kopi hitam hangat buatan istri tercintanya sambil membayangkan
kehidupan petani yang akan jauh lebih baik dan memberi manfaat terbaik. Dibaliknya
lembar berikut dan didalami kembali tentang konsep Pertanian Terpadu, LEISA.
------- bersambung LAKONKU ADALAH PETANI #5
Tidak ada komentar:
Posting Komentar