Minggu, 05 April 2020

LAKONKU ADALAH PETANI #4

sambungan dari LAKONKU ADALAH PETANI #3

POLA PERTANIAN TERPADU

Usaha ternak sapi perah yang akan dilaksanakan oleh Arman tumbuh dan terinspirasi karena bergulirnya waktu dan perubahan peradaban saat ini membuat semakin berkembangnya pola kehidupan manusia.  Manusia semakin sadar akan terpenuhinya nutrisi untuk kehidupan yang lebih baik.  Nutrisi tersebut salah satunya adalah ‘PROTEIN’. 
Protein berperan bagi terbentuknya jaringan-jaringan tubuh baru untuk mengganti jaringan-jaringan yang rusak/usang, perkembangan daya pikir dan pembentukan formasi tubuh yang semakin baik.  Protein tersebut berasal dari protein hewani dan nabati.  Salah satu sumber protein hewani adalah air susu. Masyarakat Indonesia yang berjumlah lebih dari 200 juta jiwa tentunya semakin banyak membutuhkan protein asal air susu.  Hal inilah yang menyebabkan kebutuhan akan tersedianya susu sangat besar.
Usaha ternak sapi perah dapat dilakukan di Indonesia melalui suatu pengelolaan yang baik dan terencana sehingga dapat menyediakan iklim kandang dan penyediaan pakan untuk ternak sapi perah sehingga dapat menghasilkan produksi susu yang tinggi dengan kualitas yang baik.  Bangsa sapi perah yang dapat dikembangkan di Indonesia adalah jenis ternak perah peranakan Frisien Holstein yang berasal dari Belanda.  Usaha ini diawali saat masa penjajahan Kerajaan Belanda yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan susu bagi bangsa kolonial Belanda pada masa itu.  Perkembangan selanjutnya, berdirilah usaha ternak yang tersebar di beberapa wilayah, terutama di Pulau Jawa seperti Lembang, Pengalengan, Kabupaten Bogor, Sukabumi, Kabupaten Garut, Baturraden – Banyumas, Gunung Kawi, Nongko Jajar, Pujon, Boyolali dan beberapa wilayah lainnya.
            Arman yang memiliki dasar pendidikan yang cukup mumpuni ditambah dengan pengalaman yang diterima saat ini menjadikan tekadnya bertambah bulat untuk melakukan sebuah usaha yang terintegrasi.
Usaha peternakan yang terintegrasi (Integrated Farming) diharapkan dapat meningkatkan nilai efisiensi usaha dengan pemanfaatan by product yang diharapkan dapat menurunkan cost of production dan sekaligus meningkatkan pay of  income.
Secara umum Integrated Farming System  adalah pengelolaan masing-masing unsur yang berada dalam kegiatan peternakan yang dikelola dengan pendekatan ekologis, saling berkaitan satu dengan yang lain, ramah lingkungan dan memberi nilai ekonomis
Sapi perah merupakan salah satu jenis ternak yang berperan dalam melakukan supply untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan protein hewani asal susu.  Pengelolaan yang baik dengan pola manajerial yang sempurna akan menghasilkan kinerja ternak perah yang ideal sehingga diperoleh hasil baik.  Hasil yang baik akan memberi banyak keuntungan, pertama : pemenuhan supply protein hewani asal air susu; kedua : pembukaan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar farm; ketiga : peningkatan nilai penggunaan lahan-lahan pertanian marjinal sehingga memberi nilai guna pada lahan secara positif; keempat : peningkatan kualitas lahan seiring dengan introdusir penggunaan kompos (by product usaha peternakan); kelima : peningkatan Pendapatan Asli Daerah yang mengikuti peningkatan income pengusaha atas peternakan yang diusahakan; keenam : distribusi nilai edukasi dan informasi tentang peternakan sapi dan penanganan air susu; ketujuh : wisata alam sehingga memberi nilai kesenangan dan nuansa kegembiraan keluarga untuk memberi nilai rekreasi dan rekreatif;   kedelapan : one stop shopping, dengan menyediakan bermacam-macam pengelolaan hasil ternak (daging dan susu) dan kegiatan konsultatif untuk memberi penjelasan yang lengkap tentang sebuah usaha peternakan
Pola Pertanian Terpadu merupakan salah satu konsep cerdik dalam menciptakan dunia pertanian yang akan menghasilkan bahan pangan yang berkualitas (food safety attributes –aman dikonsumsi, nutritional attributes –bernilai nutrisi tinggi dan eco labelling attributes –ramah lingkungan), memiliki nilai produktifitas mantap dan kontinuitas penyediaan bahan makanan.  Konsep Pertanian Terpadu dapat mengatasi permasalahan di sektor pertanian, yaitu : Permodalan; Tekhnologi; Pasar (fluktuasi harga); Sarana dan Prasarana; Efisiensi dan Produktifitas masih rendah; serta  Kuantitas, kualitas dan kontinyuitas produksi.
Pola pertanian terpadu sendiri merupakan suatu pola yang mengintegrasikan beberapa unit usaha dibidang pertanian yang dikelola secara terpadu, berorientasi ekologis sehingga diperoleh peningkatan nilai ekonomi, tingkat efisiensi dan produktifitas yang tinggi.
Melalui pertanian terpadu, akan dapat dihasilkan produk-produk pertanian (dan peternakan) dari sinergitas antar unit dengan mengedepankan kelestarian lingkungan yang selanjutnya akan menghasilkan peningkatan secara ekonomis karena penambahan nilai daya dan guna melalui efisiensi dan efektifitas tinggi serta nilai produktifitas usaha yang baik.


Sistem Pertanian Terpadu seperti pada bagan diatas dapat diterangkan sebagai berikut  :

a. Tanaman pertanian – perkebunan akan menghasilkan Pangan untuk manusia dan Pakan untuk ternak
b.  Pangan yang dikonsumsi manusia merupakan bahan bakar dalam mengelola usaha pertanian agar semakin baik dan berkembang
c.   Ternak yang mengkonsumsi pakan sebagai hasil pengolahan limbah pertanian
d. Ternak akan menghasilkan pupuk kandang, demikian juga sisa tanaman yang tidak dapat lagi dijadikan pakan akan diolah dan didekomposisi menjadi Pupuk Organik
e.  Pupuk organik sebagai hasil dekomposisi yang sempurna akan menghasilkan nutrisi bagi tanah sehingga produktifitas dan kesehatan tanaman akan semakin baik


Upaya pelaksanaan pola pertanian terpadu merupakan suatu upaya yang saling bersinergi dan berkesinambungan antar komponen usaha dan saling memiliki manfaat bagi unit usaha yang lain.  Sebagai contoh, usaha budidaya jagung.  Selain menghasilkan biji jagung yang dapat digunakan sebagai pangan untuk manusia, juga dapat menjadi bahan pakan untuk ternak monogastrik.  Limbah usaha budidaya jagung berupa batang dan daun, klobot (kulit pembungkus biji jagung) serta tongkol jagung yang dapat digunakan sebagai pakan ternak. Limbah budidaya jagung yang tidak termanfaatkan sebagai pangan atau pakan serta kotoran ternak akan menghasilkan limbah organik yang dapat didekomposisi menjadi pupuk organik yang digunakan untuk mengembalikan kesuburan tanah agar tetap lestari dan mampu menjadi lahan yang baik bagi pertumbuhan tanaman jagung pada musim tanam berikutnya.

Sejenak Arman menerawang, membayangkan pertanian Indonesia yang mampu bersatu dan saling terintegrasi, dimana masing-masing bagian dalam dunia pertanian Indonesia saling bertautan dan saling memperkuat. Dihelanya nafas dan diseruputnya kopi hitam hangat buatan istri tercintanya sambil membayangkan kehidupan petani yang akan jauh lebih baik dan memberi manfaat terbaik. Dibaliknya lembar berikut dan didalami kembali tentang konsep Pertanian Terpadu, LEISA.


------- bersambung LAKONKU ADALAH PETANI #5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar