Konsep LEISA (Low External
Input Sustainable Agriculture) merupakan penyangga pola pertanian
terpadu. Konsep LEISA yang dilaksanakan
akan melahirkan manfaat dan keuntungan, yaitu :
- Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya Lokal
- Maksimalisasi Daur Ulang (Zero Waste)
- Minimalisasi Kerusakan Lingkungan (Ramah Lingkungan)
- Diversifikasi Usaha
- Pencapaian Tingkat Produksi Yang Stabil Dan Memadai
Dalam Jangka Panjang
- Menciptakan Kemandirian
Konsep LEISA yang mengedepankan pemanfaatan sumber daya lokal sebagai
bahan baku pola pertanian terpadu akan menjaga kelestarian usaha pertanian
sehingga tetap eksis dan memiliki nilai efektifitas, efisiensi serta
produktifitas yang tinggi. Dalam konsep
ini dikedepankan dua hal : pertama, mengubah limbah pertanian menjadi
pakan ternak dan kedua, mengubah limbah peternakan menjadi pupuk organik.
Arman melakukan langkah-langkah mantap sebelum melakukan usaha
peternakan dengan konsep LEISA, langkah yang telah dilakukan Arman adalah :
•
Pengamatan dan Observasi
Sumber Daya Lokal
•
Memilih Komponen Usaha
•
Menciptakan kultur SDM di
Lingkungan Sosial
•
Mengintegrasikan Sumber Daya
Manusia sekitar
•
Mengaplikasikan Paket Teknologi
Tepat Guna
•
Menekan Dampak Negatif yang
Mungkin Timbul
Pengamatan
dan Observasi Sumber Daya Lokal
Merupakan langkah
awal yang harus dilakukan sehingga pertanian terpadu yang meminimalkan masukan
bahan baku dari luar dapat dilaksanakan.
Pengamatan dan observasi dapat dilakukan dengan memperhatikan
pengusahaan pertanian, penanganan pasca panen dan kebiasaan penduduk. Arman
mengamati kondisi desa Sukamaju, dimana ia tinggal. Kebanyakan petani di desa Sukamaju
mengusahakan tanaman pangan, tanaman sayuran, tanaman buah dan tanaman keras.
Lokasi Arman terletak
pada bagian muka dengan luas lahan 1.000 m2 dimana 150m2 adalah
rumah tinggal dengan sisa lahan yang mengelilingi berupa garasi mobil dan gudang
keluarga serta pekarangan dengan tanaman buah beraneka macam, seperti : Pepaya,
Mangga, Jambu, Rambutan, Sawo, Nangka dan sekeliling rumah ditanami dengan
bunga-bungaan seperti, bunga matahari, mawar, melati, kenanga, kamboja Bali,
serta beberapa jenis tanaman obat-obatan.
Sebelum memasuki halaman rumah, tepat disisi kanan dan kiri jalan pintu masuk
ditanami dengan kelapa sawit yang telah menjulang dengan ketinggian 6 meter dan
bentangan daun yang menutupi pintu masuk, apabila malam hari, Arman menembakkan
cahaya lampu dari bagian bawah sehingga terlihat sangat indah. Lahan pertanian yang dimiliki Arman seluas 0,5ha sawah, terletak dibagian belakang dibawah kolam
ikan; 9.000m2 lahan sayuran, terletak sekitar 300 meter sisi kanan
rumah. Ia juga
memiliki 0,5 ha lahan kosong disisi kiri rumah yang akan diisi dengan ternak sapi perah. Keperluan hijauan pakan ternak diperoleh
Arman dengan cara menyewa laham milik Pak Yusuf seluas satu hektar yang
kebetulan terletak disisi kandang ternak sapi perah. Sebagai lokasi pelepas lelah dan beranjangsana,
Arman membangun sebuah gazebo tepat disisi lahan sawah ditengah-tengah lokasi
pertanian. Keperluan protein asal ikan,
dilakukan dengan memelihara ikan dalam kolam tepat pada sisi ujung lahan sawah
bersebelahan dengan gazebo, air untuk kolam diperoleh dari aliran air dari
sungai yang tidak pernah kering. Melihat potensi yang dimiliki sendiri dan
potensi lahan yang ada didesa Sukamaju, maka Arman mantap untuk melaksanakan
pola pertanian terpadu
Memilih Komponen Usaha
Berawal dari potensi yang dimiliki oleh Arman, maka ia melakukan beberapa
jenis usaha berupa : Usaha Ternak – Usaha Pertanian Pangan – Usaha Perkebunan –
Usaha Pertanian Sayur
Menciptakan kultur SDM di Lingkungan
Sosial
Lingkungan
sekitar desa Sukamaju belum terbiasa dengan model usaha yang diterapkan oleh
Arman, sehingga ia melakukan seleksi terhadap beberapa anak muda berpotensi
didesa Sukamaju dan mengajak lima orang diantara mereka untuk bergabung sebagai
tenaga operator dibidang usaha ternak sapi perah selain tiga tenaga lain yang
telah bergabung untuk mengurusi pertanian sawah, perkebunan dan tanaman sayuran
yang telah berjalan sebelumnya.
Sebelumnya, Arman telah melakukan sosialisasi terhadap masyarakat
sekeliling dan juga aparat desa tentang usaha integrasi pertanian – peternakan
yang dilakukannya
Mengintegrasikan Sumber Daya Manusia
sekitar
Usahakan
tenaga kerja yang akan menjadi operator usaha peternakan dan pertanian yang
diusahakan berasal dari lingkungan sekitar farm yang nantinya diberi pendidikan
dan latihan agar dapat mengaplikasikan konsep pertanian terpadu secara
menyeluruh.
Mengaplikasikan Paket Teknologi Tepat
Guna
Beberapa
model aktivitas yang telah dan akan dilakukan oleh Arman dalam melakukan usaha
pertanian terpadu adalah dengan melakukan fermentasi dan teknologi penyimpanan terhadap hasil samping
pertanian dan perkebunan, seperti jerami padi, klobot – daun – batang jagung,
daun kacang tanah, bekatul hasil samping agroindustri beras serta menerapkan
pola penanganan hasil samping peternakan sebagai pupuk organik atau biogas.
Menekan Dampak Negatif yang Mungkin
Timbul
Pemanfaatan
hasil samping pertanian tanaman pangan – perkebunan – pertanian sayuran dan
hasil samping peternakan menjadi produk yang memiliki nilai lebih akan mampu
menekan dampak negatif yang mungkin terjadi.
Arman telah melakukan sebuah pengamatan dan melakukan beberapa observasi
lapangan tentang pelaksanaan Integrated Farming System, ternyata ia melihat
beberapa manfaat pelaksanaan pertanian terpadu, yaitu :
- Memaksimalkan penggunaan sumber daya lokal
- Mengurangi limbah yang merugikan
- Ramah lingkungan, karena mampu menekan hasil samping usaha yang merugikan
- Mampu melakukan diversifikasi usaha, misalnya dari sebuah integrasi pertanian – perkebunan – peternakan, akan dapat dihasilkan produk pangan organik, sayuran organik, buah-buahan, air susu sapi, daging domba dan pupuk organik serta kemungkinan mewujudkan wisata alam
- Banyaknya kegiatan yang dilaksanakan akan menghasilkan sebuah model usaha yang berlangsung dalam waktu yang panjang dengan hasil maksimal yang terus menerus
- Menciptakan kemandirian dengan saling terinterasinya model-model usaha pertanian yang terintegrasi satu sama lain
Selesai mempelajari konsep
Pertanian Terpadu, Arman bergegas mengenakan sepatu boot dan berjalan menuju lokasi
pembangunan kandang, tidak perlu lama untuk Arman sampai di lokasi calon
kandang dan tampak Pak Amat sedang memasang kuda-kuda untuk atap dibantu Udin,
anaknya. ”Assalamu’alaikum”, sapa Arman. ”Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuuh”,
hampir bersamaan Pak Amat dan Udin menjawab salam Arman dan tersungging senyum
dibibir bereka berdua. ”Sudah siap ya pondasi
yang tadi Pak, sudah mulai persiapan kuda-kuda, Pak Amat”, tanya Arman. ”iya Pak Arman, besok sudah mulai membuat kuda-kuda,
dan dua minggu lagi siap naik dan dilanjutkan dengan pemasangan atap dan dilanjutkan
dengan cor lantai kandang serta pembuatan tempat pakan dan minum. Urutannya kandang laktasi, kandang pembesaran,
kolam ikan, kandang pedet, gudang dan kantor serta finishing berikutnya”, jelas
Pak Amat dengan gembira karena seperti membayangkan perannya di aktivitas
Pertanian Terpadu ini.. Sambil
mengangguk puas, Arman tersenyum, ”terimakasih Pak Amat, andai bukan Pak Amat
dan teman-teman, tidak secepat ini kandang selesai dan tetap berkualitas”,
pujian tulus meluncur. ”Terimakasih Pak,
semangat dan keyakinan Pak Arman membuat kami tetap gembira menyelesaikan
pembangunan”, sambung Udin yang berada disisi Pak Amat. ”Baiklah Pak Amat terimakasih, saya ingin berkeliling
memeriksa kebun. Udin, kamu anak baik”,
sambil menjabat hangat tangan Pak Amat dan menepuk pundak Udin, Arman
berlalu. ”Tono, kalau sudah selesai,
semua piring dan perlengkapan yang kotor tolong kamu kerumah ya, bantu Ibu mencucinya
sekalian”, kata Arman saat bertemu Tono disaung. ”Baik Pak, saya segera kesana”, kata Tono
bergegas menuju rumah majikannya.
------- bersambung LAKONKU ADALAH PETANI #6
Tidak ada komentar:
Posting Komentar