Selasa, 07 April 2020

LAKONKU ADALAH PETANI #5

sambungan dari LAKONKU ADALAH PETANI #4



Konsep LEISA (Low External Input Sustainable Agriculture) merupakan penyangga pola pertanian terpadu.  Konsep LEISA yang dilaksanakan akan melahirkan manfaat dan keuntungan, yaitu :

  • Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya Lokal
  • Maksimalisasi Daur Ulang (Zero Waste)
  • Minimalisasi Kerusakan Lingkungan (Ramah Lingkungan)
  • Diversifikasi Usaha
  • Pencapaian Tingkat Produksi Yang Stabil Dan Memadai Dalam Jangka Panjang
  • Menciptakan Kemandirian
Konsep LEISA yang mengedepankan pemanfaatan sumber daya lokal sebagai bahan baku pola pertanian terpadu akan menjaga kelestarian usaha pertanian sehingga tetap eksis dan memiliki nilai efektifitas, efisiensi serta produktifitas yang tinggi.  Dalam konsep ini dikedepankan dua hal : pertama, mengubah limbah pertanian menjadi pakan ternak dan kedua, mengubah limbah peternakan menjadi pupuk organik. 
Arman melakukan langkah-langkah mantap sebelum melakukan usaha peternakan dengan konsep LEISA, langkah yang telah dilakukan Arman adalah  :
      Pengamatan dan Observasi Sumber Daya Lokal
      Memilih Komponen Usaha
      Menciptakan kultur SDM di Lingkungan Sosial
      Mengintegrasikan Sumber Daya Manusia sekitar
      Mengaplikasikan Paket Teknologi Tepat Guna
      Menekan Dampak Negatif yang Mungkin Timbul

Pengamatan dan Observasi Sumber Daya Lokal
Merupakan langkah awal yang harus dilakukan sehingga pertanian terpadu yang meminimalkan masukan bahan baku dari luar dapat dilaksanakan.  Pengamatan dan observasi dapat dilakukan dengan memperhatikan pengusahaan pertanian, penanganan pasca panen dan kebiasaan penduduk. Arman mengamati kondisi desa Sukamaju, dimana ia tinggal.  Kebanyakan petani di desa Sukamaju mengusahakan tanaman pangan, tanaman sayuran, tanaman buah dan tanaman keras.
Lokasi Arman terletak pada bagian muka dengan luas lahan 1.000 m2 dimana 150m2 adalah rumah tinggal dengan sisa lahan yang mengelilingi berupa garasi mobil dan gudang keluarga serta pekarangan dengan tanaman buah beraneka macam, seperti : Pepaya, Mangga, Jambu, Rambutan, Sawo, Nangka dan sekeliling rumah ditanami dengan bunga-bungaan seperti, bunga matahari, mawar, melati, kenanga, kamboja Bali, serta beberapa jenis tanaman obat-obatan.  Sebelum memasuki halaman rumah, tepat disisi kanan dan kiri jalan pintu masuk ditanami dengan kelapa sawit yang telah menjulang dengan ketinggian 6 meter dan bentangan daun yang menutupi pintu masuk, apabila malam hari, Arman menembakkan cahaya lampu dari bagian bawah sehingga terlihat sangat indah.  Lahan pertanian yang dimiliki Arman seluas 0,5ha sawah, terletak dibagian belakang dibawah kolam ikan; 9.000m2 lahan sayuran, terletak sekitar 300 meter sisi kanan rumah.  Ia juga memiliki 0,5 ha lahan kosong disisi kiri rumah yang akan diisi dengan ternak sapi perah.  Keperluan hijauan pakan ternak diperoleh Arman dengan cara menyewa laham milik Pak Yusuf seluas satu hektar yang kebetulan terletak disisi kandang ternak sapi perah.  Sebagai lokasi pelepas lelah dan beranjangsana, Arman membangun sebuah gazebo tepat disisi lahan sawah ditengah-tengah lokasi pertanian.  Keperluan protein asal ikan, dilakukan dengan memelihara ikan dalam kolam tepat pada sisi ujung lahan sawah bersebelahan dengan gazebo, air untuk kolam diperoleh dari aliran air dari sungai yang tidak pernah kering.  Melihat potensi yang dimiliki sendiri dan potensi lahan yang ada didesa Sukamaju, maka Arman mantap untuk melaksanakan pola pertanian terpadu

Memilih Komponen Usaha
Berawal dari potensi yang dimiliki oleh Arman, maka ia melakukan beberapa jenis usaha berupa : Usaha Ternak – Usaha Pertanian Pangan – Usaha Perkebunan – Usaha Pertanian Sayur

Menciptakan kultur SDM di Lingkungan Sosial
            Lingkungan sekitar desa Sukamaju belum terbiasa dengan model usaha yang diterapkan oleh Arman, sehingga ia melakukan seleksi terhadap beberapa anak muda berpotensi didesa Sukamaju dan mengajak lima orang diantara mereka untuk bergabung sebagai tenaga operator dibidang usaha ternak sapi perah selain tiga tenaga lain yang telah bergabung untuk mengurusi pertanian sawah, perkebunan dan tanaman sayuran yang telah berjalan sebelumnya.  Sebelumnya, Arman telah melakukan sosialisasi terhadap masyarakat sekeliling dan juga aparat desa tentang usaha integrasi pertanian – peternakan yang dilakukannya

Mengintegrasikan Sumber Daya Manusia sekitar
            Usahakan tenaga kerja yang akan menjadi operator usaha peternakan dan pertanian yang diusahakan berasal dari lingkungan sekitar farm yang nantinya diberi pendidikan dan latihan agar dapat mengaplikasikan konsep pertanian terpadu secara menyeluruh. 

Mengaplikasikan Paket Teknologi Tepat Guna
            Beberapa model aktivitas yang telah dan akan dilakukan oleh Arman dalam melakukan usaha pertanian terpadu adalah dengan melakukan fermentasi dan teknologi penyimpanan terhadap hasil samping pertanian dan perkebunan, seperti jerami padi, klobot – daun – batang jagung, daun kacang tanah, bekatul hasil samping agroindustri beras serta menerapkan pola penanganan hasil samping peternakan sebagai pupuk organik atau biogas.

Menekan Dampak Negatif yang Mungkin Timbul
            Pemanfaatan hasil samping pertanian tanaman pangan – perkebunan – pertanian sayuran dan hasil samping peternakan menjadi produk yang memiliki nilai lebih akan mampu menekan dampak negatif yang mungkin terjadi.  Arman telah melakukan sebuah pengamatan dan melakukan beberapa observasi lapangan tentang pelaksanaan Integrated Farming System, ternyata ia melihat beberapa manfaat pelaksanaan pertanian terpadu, yaitu  :
  • Memaksimalkan penggunaan sumber daya lokal
  • Mengurangi limbah yang merugikan
  • Ramah lingkungan, karena mampu menekan hasil samping usaha yang merugikan
  • Mampu melakukan diversifikasi usaha, misalnya dari sebuah integrasi pertanian – perkebunan – peternakan, akan dapat dihasilkan produk pangan organik, sayuran organik, buah-buahan, air susu sapi, daging domba dan pupuk organik serta kemungkinan mewujudkan wisata alam
  • Banyaknya kegiatan yang dilaksanakan akan menghasilkan sebuah model usaha yang berlangsung dalam waktu yang panjang dengan hasil maksimal yang terus menerus
  • Menciptakan kemandirian dengan saling terinterasinya model-model usaha pertanian yang terintegrasi satu sama lain


 Selesai mempelajari konsep Pertanian Terpadu, Arman bergegas mengenakan sepatu boot dan berjalan menuju lokasi pembangunan kandang, tidak perlu lama untuk Arman sampai di lokasi calon kandang dan tampak Pak Amat sedang memasang kuda-kuda untuk atap dibantu Udin, anaknya.  ”Assalamu’alaikum”, sapa Arman.  ”Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuuh”, hampir bersamaan Pak Amat dan Udin menjawab salam Arman dan tersungging senyum dibibir bereka berdua.  ”Sudah siap ya pondasi yang tadi Pak, sudah mulai persiapan kuda-kuda, Pak Amat”, tanya Arman.  ”iya Pak Arman, besok sudah mulai membuat kuda-kuda, dan dua minggu lagi siap naik dan dilanjutkan dengan pemasangan atap dan dilanjutkan dengan cor lantai kandang serta pembuatan tempat pakan dan minum.  Urutannya kandang laktasi, kandang pembesaran, kolam ikan, kandang pedet, gudang dan kantor serta finishing berikutnya”, jelas Pak Amat dengan gembira karena seperti membayangkan perannya di aktivitas Pertanian Terpadu ini..  Sambil mengangguk puas, Arman tersenyum, ”terimakasih Pak Amat, andai bukan Pak Amat dan teman-teman, tidak secepat ini kandang selesai dan tetap berkualitas”, pujian tulus meluncur.  ”Terimakasih Pak, semangat dan keyakinan Pak Arman membuat kami tetap gembira menyelesaikan pembangunan”, sambung Udin yang berada disisi Pak Amat.  ”Baiklah Pak Amat terimakasih, saya ingin berkeliling memeriksa kebun.  Udin, kamu anak baik”, sambil menjabat hangat tangan Pak Amat dan menepuk pundak Udin, Arman berlalu.  ”Tono, kalau sudah selesai, semua piring dan perlengkapan yang kotor tolong kamu kerumah ya, bantu Ibu mencucinya sekalian”, kata Arman saat bertemu Tono disaung.  ”Baik Pak, saya segera kesana”, kata Tono bergegas menuju rumah majikannya.


------- bersambung LAKONKU ADALAH PETANI #6

Tidak ada komentar:

Posting Komentar