Sabtu, 18 April 2020

LANDASAN BERAKTIVITAS


Selama 24 jam keseharian kita … tujuh hari seminggunya … 30,5 hari sebulannya … 12 bulan selama setahunnya … dan dalam seluruh detik hikmah kehidupan ini … kita selaku melaksanakan aktivitas.  Pelaksanaan aktivitas yang kita laksanakan tentunya akan melahirkan banyak hal yang mendasarinya.  Kadang kita terjebak pada aktivitas yang menurut kita sangat tidak mengenakkan atau mungkin kita berada pada satu momentum aktivitas yang mengasyikkan sehingga kita sangat menikmatinya.



Moral.  Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (Nurudin, 2001) moral berarti ajaran baik-buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban,  dan sebagainya; akhlak, budi pekerti, susila. Sedangkan bermoral adalah mempunyai pertimbangan baik buruk, berakhlak baik. Artinya moral yang harus menjadi alasan dasar kita untuk melaksanakan setiap aktivitas.  Demi keluarga (orang tua, istri, anak dan keluarga besar), kebahagiaan diri dan orang yang kita cintai, kemajuan perusahaan, kesejahteraan lingkungan rumah serta demi hal-hal yang akan membawa seuatu menjadi lebih baik adalah landasan moral beraktivitas yang paling tepat.  Selanjutnya akan timbul tuntukan etika sebagai pengiring konsekuensi moral dalam beraktivitas.  Menurut Ahmad Amin, “etika adalah ilmu pengetahuan yang menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia, menyatakan tujuan yang harus dicapai oleh manusia dalam perbuatan mereka, dan menunjukkan jalan untuk melakukan apa yang seharusnya diperbuat oleh manusia".  Dengan demikian, etika akan memberikan semacam batasan maupun standard yang akan mengatur pergaulan manusia didalam kelompok sosialnya.  Bila aktivitas kita lakukan dengan landasan moral yang baik dan penuh etika, maka suasana bisnis akan sangat terasa menyenangkan, tidak ada korupsi, main kayu, sikut sana sikut sini dan perilaku yang merugikan orang lain


 Kerja Keras.  Tiada aktivitas yang berhasil dilaksanakan tanpa kerja keras.  Kerja keras artinya kita melakukan aktivitas dengan sepenuh hati, tidak setengah setengah, gembira, berfikiran positif dan tidak selalu berfikiran bahwa “sepintar saya, tidak akan lebih pintar dari kita semua” sebuah kerjasama yang mengiringi kerja keras.  Aura yang ditimbulkan atas kerja keras yang positif akan melahirkan hasil yang akan mendekati idealnya sebuah aktivitas


Jujur.  Jujur pada diri, keluarga, orang-orang yang kita cintai, negara dan bangsa adalah salah satu faktor dalam diri yang mutlak kita miliki.  Jujur artinya sebuah keyakinan bahwa aktivitas yang kita laksanakan tergantung pada kesungguhan kita dalam melakukan aktivitas tanpa harus diawasi, diperhatikan, dipelototi atau mengharapkan teguran bahkan pujian dalam beraktivitas.


Bertanggungjawab.  Setiap aktivitas akan melalui sebuah pola yang bernama proses.  Dalam proses pelaksanaan aktivitas, terdapat tahapan-tahapan aktivitas yang dilalui sampai mencapai hasil akhir berupa tujuan aktivitas.  Landasan moral, kerjakeras yang kita lakukan dan kejujuran yang membungkus aktivitas harus dapat  dipertanggungjawabkan.  Kita harus siap memberi argumentasi, dasar pemikiran, tahapan proses yang perlu dikuasai dan siap menerima konsekuensi baik atau buruk atas aktivitas yang kita laksanakan.


Keempat landasan diatas yang melandasi aktivitas kita akan memberi hasil terbaik dan menjadikan aktivitas yang kita laksanakan membuahkan kegembiraan, kenyamanan, kebahagiaan, kegunaan yang besar untuk diri sendiri dan orang lain serta mempengaruhi aura diri kita untuk terus melakukan sesuatu yang mebih baik dimasa yang akan datang.

Selamat beraktivitas dan menjadi yang terbaik.  Tetap berfikir positif

inspired by LHM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar