Sapiku
Suasana siang menjelang sore itu sangat ramai, ketiga personel baru yang
telah tiba dua hari lalu, Irwan, Sabil dan Udin telah selesai membersihkan kandang. Saat ini mereka sedang mempersiapkan
antiseptik agar kandang bebas dari hama dan penyakit tanaman. Tempat pakan dan minum telah mereka cuci bersih. Rumput telah dipotong untuk persiapan
kedatangan ternak sore nanti. Jerami
yang mereka fermentasi telah selesai dan siap diambil sebagai pakan
ternak. Konsentrat pakan ternak telah
dating dan dipersiapkan sesuai dengan kondisi ternak. Arman terlihat tenang dan tersenyum puas atas
pelaksanaan rencana kerja yang telah tersusun dan dapat dilaksanakan dengan
baik.
Rumput Gajah (Pennisetum purpureum Schumach).
Nama daerah:
Elephant grass, napier grass (Inggris), Herbe d’éléphant, fausse
canne à sucre (Prancis), Rumput Gajah (Indonesia, Malaysia), Buntot-pusa (Tagalog,
Filipina), Handalawi (Bokil), Lagoli (Bagobo), Ya-nepia (Thailand), Co’ duôi
voi (Vietnam), pasto elefante (Spanyol)Asal-usul dan persebaran geografi:
Berasal dari Afrika tropika, kemudian
menyebar dan diperkenalkan ke daerah daerah tropika di dunia, dan tumbuh alami
di seluruh Asia Tenggara yang bercurah hujan melebihi 1.000 mm dan tidak ada
musim panas yang panjang. Dikembangkan terus menerus dengan berbagai silangan
sehingga menghasilkan banyak kultivar, terutama di Amerika, Philippine dan India.Rumput gajah merupakan keluarga rumput rumputan
(graminae)
yang telah dikenal manfaatnya sebagai pakan ternak pemamah biak (Ruminansia)
yang alamiah di Asia Tenggara. Rumput ini biasanya dipanen dengan cara membabat
seluruh pohonnya lalu diberikan langsung (cut and carry) sebagai pakan hijauan untuk kerbau dan
sapi, atau dapat juga dijadikan persediaan pakan melalui proses pengawetan pakan hijauan dengan cara silase
dan hay. Selain itu rumput gajah juga bisa dimanfaatkan
sebagai mulsa tanah yang baik.
Di Indonesia sendiri, rumput gajah merupakan tanaman hijauan utama pakan ternak.
Penanaman dan introduksi nya dianjurkan oleh banyak pihak.Deskripsi dan Sifat Rumput GajahNilai pakan rumput gajah dipengaruhi oleh
perbandingan (rasio) jumlah daun terhadap batang dan umurnya. Kandungan
nitrogen dari hasil panen yang diadakan secara teratur berkisar antara 2-4% Protein Kasar (CP; Crude
Protein) selalu diatas 7% untuk varietas Taiwan, semakin tua CP semakin menurun)
Pada daun muda nilai ketercernaan (TDN)
diperkirakan mencapai 70%, tetapi angka ini menurun cukup drastis pada usia tua
hingga 55%. Batang-batangnya kurang begitu disukai ternak (karena keras)
kecuali yang masih muda dan mengandung cukup banyak air.Rumput ini secara umum merupakan tanaman
tahunan yang berdiri tegak, berakar dalam, dan tinggi dengan rimpang yang
pendek. Tinggi batang dapat mencapai 2-4 meter (bahkan mencapai 6-7 meter),
dengan diameter batang dapat mencapai lebih dari 3 cm dan terdiri sampai 20
ruas / buku. Tumbuh berbentuk rumpun dengan lebar rumpun hingga 1 meter.
Pelepah daun gundul hingga berbulu pendek; helai daun bergaris dengan dasar
yang lebar, ujungnya runcing.Banyak lagi jenis Hijauan Makanan Ternak
(HMT) baik rumput atau legum, seperti : Rumput Raja (Pennisetum purpuroides),
Rumput Benggala (Megathyrsus maximus), Rumput Odot (merupakan salah satu varietas rumput gajah (Pennisetum purpureum), sering dikenal
dengan sebutan Dwarf
Elephant Grass atau Mott
Elephant Grass), Rumput Signal (Brachiaria decumbens), Turi (Sesbania grandiflora), Lamtoro (Leucaena leucocephala), Indigofera (Indigofera tinctorial), dan Waru (Hibiscus tiliaceus).
Kesemua Hijauan
Makanan Ternak itu adalah sumber serat yang akan menghasilkan asam acetat untuk
produksi air susu dan memberikan marbling (lemak daging). Proses pelayuan atau mendiamkan HMT setelah
diambil / dipotong selama minimal 6 jam menjadi sangat penting untuk mengurangi
kadar air, menghilangkan nematoda / cacing yang banyak berkumpul di ujung daun,
menurunkan anti nutrisi (zat yang akan menghambat proses penyerapan nutrisi
dalam tubuh).
Beberapa jenis anti nutrisi yang terkandung pada HMT ternak, antara lain :
Asam
sianida (HCN)
Asam
sianida umumnya terdapat pada rumput budi daya, misalnya rumput gajah, rumput
benggala, rumput setaria, dan rumput
brachiaria. Selain itu, asam sianida juga terdapat pada tanaman
leguminosa, seperti gamal dan
tanaman pangan, misalnya daun singkong. Cara
mengurangi pengaruh negatif HCN terhadap
kesehatan ternak adalah dengan menambah unsur sulfur (S) atau vitamin B-12.
Asam
oksalat
Asam
oksalat banyak dijumpai di dalam tanaman, termasuk tanaman hijauan pakan ternak,
terutama bagian daun. Salah satu hijauan pakan ternak yang mengandung asam
oksalat tinggi adalah rumput setaria sp., rumput raja (Pennisetum hybrida) dan
Jerami padi. Asam oxalat dengan
mineral akan membentuk garam yang sukar larut yaitu Calsiumoxalat, sehingga
dapat menyebabkan ternak kekurangan Ca, sedangkan bentuk garam
yang lain (Naoxalat
dan Koxalat) mudah larut.
Kandungan asam oxsalat dapat dikurangi dengan jalan dibuat silage.
Gosipol
Gosipol
umumnya terdapat dalam biji-bijian, seperti biji kapas dan biji kapuk. Selain itu,
gosipol juga terdapat pada bagian tanaman, seperti batang, daun, benang sari, dan
kulit akar. Racun gosipol dapat dihilangkan dengan jalan ekstraksi
(isopropanol).
Coumarin
Coumarin
merupakan zat yang rasanya pahit dan terdapat pada tanaman, terutama bagian daun
dan batang. Salah
satu tanaman pakan
ternak yang mengandung coumari adalah
gliricidia (gamal). Coumarin
dapat menjadi racun
bila berubah menjadi hidroksi
coumarin atau dicoumarin. Efeknya pada ternak adalah darah sukar membeku sehingga jika terjadi
pendarahan dapat mengakibatkan
kematian.
Tannin
Tanin
terdapat pada hijauan pakan ternak, seperti kaliandra, sorghum, umbi, dan kacang-kacangan. Tanin dapat
menimbulkan penurunan palatabilitas dan penurunan pencernaan protein. Kandungan tannin pada
bahan pakan dapat
diturunkan dengan berbagai cara seperti perendaman, perebusan, fermentasi, dan penyosohan
kulit luar biji.
Saponin
Sebagian
besar saponin ditemukan pada biji-bijian dan tanaman makanan ternak seperti alfalfa,
bunga matahari, kedelai, kacang tanah. Saponin mempunyai efek menurunkan konsumsi ransum karena
rasa pahit dan
terjadinya iritasi pada oral
mucosa dan saluran pencernaan. Pada anak ayam yang diberi 0,9 % triterpenoid saponin
bisa menurunkan konsumsi ransum, menurunkan pertambahan berat badan, menurunkan
kecernaan lemak, meningkatkan ekskresi cholesterol dan menurunkan absorpsi
vitamin A dan D.
Mimosin
Tepung
daun lamtoro (Leucaena leucocephala) kering sama dengan tepung biji kapuk
sebagai sumber protein. Lamtoro mengandung mimosin sebesar 3-5 % BK, tetapi
juga mengandung senyawa antinutrisi lain termasuk protease inhibitor, tannin dan
galactomannan. Karena adanya mimosin ini penggunaan lamtoro dalam ransum non ruminansia sebesar 5-10 % tanpa menimbulkan
gejala toxicosis. Efek yang
merugikan dari mimosin, yaitu menurunkan
pertumbuhan dan menurunkan
produksi telur. Ayam muda lebih sensitif dari pada ayam dewasa.
Selain
Hijauan Makanan Ternak, ada lagi yang dapat menjadi pakan ternak yang berasal
dari pemanfaatan hasil samping pertanian, perkebunan, dan agroindustripertanian. Salah satu potensi yang besar dari Indonesia
yang merupakan negara agraris adalah jerami padi yang menghasilkan sekitar 6ton
per hektar. salah satu cara menjadikan jerami
padi sebagai pakan adalah dengan melakukan fermentasi jerami padi.
Proses Fermentasi
Jerami
Bahan dan Alat
Jerami padi : 1.000 kg
Tetes/molasses : 4 liter
Air : 200 liter
Bakteri fermentasi : 2 kg
Selang, ganco dan lokasi
ternaungi beralas tanah
Karung plastik yang
dijahit satu sama lain menjadi bentangan seluas permukaan lokasi fermentasi
Proses Fermentasi :
- Jerami ditumpuk dengan tinggi minimal 150 cm sambil diinjak-injak
- Bakteri
fermentasi ditebar secara merata diseluruh permukaan jerami
- Molasses ditebar
merata diseluruh permukaan jerami
- Tumpukan disiram
dengan air secara merata
- Tumpukan ditutup
bentangan karung plastik pada bagian atasnya
- Setelah Sembilan
hari, karung penutup dibuka dan biarkan terjadi fermentasi sampai umur tumpukan
12 – 14 hari
- Setelah itu
tumpukan dibongkar dan diangin-anginkan
- Jerami fermentasi
siap djadikan pakan atau disimpan sebagai stok pakan berserat
Tepat
pukul 16.30 WIB, dua buah truk besar memasuki lokasi, dengan cekatan ketiganya
segera menyongsong dengan membawa spayer pada punggung masing-masing dan
melakukan penyemprotan pada kendaraan dan ternak yang masuk sebagai langkah
awal biosecurity. Kemudian truk pertama
dipersiapkan untuk dibuka pintu baknya dan persiapan untuk turun 3 ekor ternak
laktasi, 3 ekor ternak bunting tua dan 1 ekor ternak bunting 6-7 bulan. Masing-masing ternak ditempatkan pada lokal
masing-masing dimana telah dipersiapkan air minum dan rumput segar. Truk kedua bergilir menurunkan ternak setelah
truk pertama selesai. Secara bergilir
turun 2 ekor ternak dara bunting 6-7 bulan; 3 ekor ternak bunting 5-6 bulan dan
3 ekor ternak bunting 3-4 bulan, kesemuanya telah ditempatkan pada lokasi yang
telah ditentukan. Pak Jarwo bertugas
untuk mengawal ternak yang datang, setelah diberikan injeksi preparat pemacu
energi dan vitamin,
beliau undur diri tidak lama setelah kedua truk pengangkut pergi.
Lenguhan ternak terdengar sebagai
model pengenalan lingkungan baru seakan menjadi sebuah alunan orkestra terompet
yang sangat syahdu. Ternak segera
memakan hijauan dan minum untuk mengembalikan kondisi tubuh akibat banyaknya
energi yang hilang saat pengangkutan. Proses
adaptasi ternak merupakan sebuah kegiatan yang penting untuk diperhatikan. Ternak yang diangkut dari sebuah tempat ke
tempat yang lain akan mengalami sebuah kelelahan dan dapat berakibat pada
penurunan produktifitas bila penanganan setelah pengakutan tidak diperhatikan. Pemberian asupan energi pengganti melalui
pemberian preparat pemacu pemecahan gula menjadi energi serta merangsang
elektrolit tubuh, pemberian air minum untuk mengganti cairan tubuh yang hilang, dan kenyaman kandang
akan sangat membantu ternak melakukan adaptasi dan rekondisi tubuh. Tigapuluh menit kemudian tampak ternak sudah
mulai beristirahat dengan cara merebahkan diri serta tidak lagi mengeluarkan lenguhan.
Tampak Arman dan keluarga, personel
kandang, personel tanaman organik, dan beberapa warga, termasuk pamong desa berkumpul dan
menyaksikan peristiwa dimulainya usaha peternakan keluarga Arman. Binar ceria dan seulas senyum terpampang dari
raut muka yang gembira menyaksikan sejarah baru pertanian di Desa Sukamaju
------ bersambung LAKONKU ADALAH PETANI #11

Tidak ada komentar:
Posting Komentar