Minggu, 19 April 2020

LAKONKU ADALAH PETANI #10

Sambungan dari LAKONKU ADALAH PETANI #9

Sapiku

Suasana siang menjelang sore itu sangat ramai, ketiga personel baru yang telah tiba dua hari lalu, Irwan, Sabil dan Udin telah selesai membersihkan kandang.  Saat ini mereka sedang mempersiapkan antiseptik agar kandang bebas dari hama dan penyakit tanaman.  Tempat pakan dan minum telah mereka cuci bersih.  Rumput telah dipotong untuk persiapan kedatangan ternak sore nanti.  Jerami yang mereka fermentasi telah selesai dan siap diambil sebagai pakan ternak.  Konsentrat pakan ternak telah dating dan dipersiapkan sesuai dengan kondisi ternak.  Arman terlihat tenang dan tersenyum puas atas pelaksanaan rencana kerja yang telah tersusun dan dapat dilaksanakan dengan baik.


Rumput Gajah (Pennisetum purpureum Schumach).



Nama daerah:
Elephant grass, napier grass (Inggris), Herbe d’éléphant, fausse canne à sucre (Prancis), Rumput Gajah (Indonesia, Malaysia), Buntot-pusa (Tagalog, Filipina), Handalawi (Bokil), Lagoli (Bagobo), Ya-nepia (Thailand), Co’ duôi voi (Vietnam), pasto elefante (Spanyol)Asal-usul dan persebaran geografi:
Berasal dari Afrika tropika, kemudian menyebar dan diperkenalkan ke daerah daerah tropika di dunia, dan tumbuh alami di seluruh Asia Tenggara yang bercurah hujan melebihi 1.000 mm dan tidak ada musim panas yang panjang. Dikembangkan terus menerus dengan berbagai silangan sehingga menghasilkan banyak kultivar, terutama di Amerika, Philippine dan India.Rumput gajah merupakan keluarga rumput rumputan (graminae) yang telah dikenal manfaatnya sebagai pakan ternak pemamah biak (Ruminansia) yang alamiah di Asia Tenggara. Rumput ini biasanya dipanen dengan cara membabat seluruh pohonnya lalu diberikan langsung (cut and carry) sebagai pakan hijauan untuk kerbau dan sapi, atau dapat juga dijadikan persediaan pakan melalui proses pengawetan pakan hijauan dengan cara silase dan hay. Selain itu rumput gajah juga bisa dimanfaatkan sebagai mulsa tanah yang baik. Di Indonesia sendiri, rumput gajah merupakan tanaman hijauan utama pakan ternak. Penanaman dan introduksi nya dianjurkan oleh banyak pihak.Deskripsi dan Sifat Rumput GajahNilai pakan rumput gajah dipengaruhi oleh perbandingan (rasio) jumlah daun terhadap batang dan umurnya. Kandungan nitrogen dari hasil panen yang diadakan secara teratur berkisar antara 2-4% Protein Kasar (CP; Crude Protein) selalu diatas 7% untuk varietas Taiwan, semakin tua CP semakin menurun)
Pada daun muda nilai ketercernaan (TDN) diperkirakan mencapai 70%, tetapi angka ini menurun cukup drastis pada usia tua hingga 55%. Batang-batangnya kurang begitu disukai ternak (karena keras) kecuali yang masih muda dan mengandung cukup banyak air.Rumput ini secara umum merupakan tanaman tahunan yang berdiri tegak, berakar dalam, dan tinggi dengan rimpang yang pendek. Tinggi batang dapat mencapai 2-4 meter (bahkan mencapai 6-7 meter), dengan diameter batang dapat mencapai lebih dari 3 cm dan terdiri sampai 20 ruas / buku. Tumbuh berbentuk rumpun dengan lebar rumpun hingga 1 meter. Pelepah daun gundul hingga berbulu pendek; helai daun bergaris dengan dasar yang lebar, ujungnya runcing.Banyak lagi jenis Hijauan Makanan Ternak (HMT) baik rumput atau legum, seperti : Rumput Raja (Pennisetum purpuroides), Rumput Benggala (Megathyrsus maximus), Rumput Odot (merupakan salah satu varietas  rumput gajah (Pennisetum purpureum), sering dikenal dengan sebutan Dwarf Elephant Grass atau Mott Elephant Grass), Rumput Signal (Brachiaria decumbens), Turi (Sesbania grandiflora), Lamtoro (Leucaena leucocephala), Indigofera (Indigofera tinctorial
), dan Waru (Hibiscus tiliaceus).


Kesemua Hijauan Makanan Ternak itu adalah sumber serat yang akan menghasilkan asam acetat untuk produksi air susu dan memberikan marbling (lemak daging).  Proses pelayuan atau mendiamkan HMT setelah diambil / dipotong selama minimal 6 jam menjadi sangat penting untuk mengurangi kadar air, menghilangkan nematoda / cacing yang banyak berkumpul di ujung daun, menurunkan anti nutrisi (zat yang akan menghambat proses penyerapan nutrisi dalam tubuh).

Beberapa jenis anti nutrisi yang terkandung pada HMT ternak, antara lain :
Asam sianida (HCN)
Asam sianida umumnya terdapat pada rumput budi daya, misalnya rumput gajah, rumput benggala, rumput setaria, dan rumput brachiaria. Selain itu, asam sianida juga  terdapat  pada  tanaman  leguminosa,  seperti  gamal  dan  tanaman pangan, misalnya  daun  singkong.  Cara  mengurangi  pengaruh  negatif  HCN terhadap kesehatan ternak adalah dengan menambah unsur sulfur (S) atau vitamin B-12.
Asam oksalat
Asam oksalat banyak dijumpai di dalam tanaman, termasuk tanaman hijauan pakan ternak, terutama bagian daun. Salah satu hijauan pakan ternak yang mengandung asam oksalat tinggi adalah rumput setaria sp., rumput raja (Pennisetum hybrida) dan Jerami padi. Asam oxalat dengan mineral akan membentuk garam yang sukar larut yaitu Calsiumoxalat, sehingga dapat menyebabkan ternak kekurangan Ca, sedangkan  bentuk  garam  yang  lain (Naoxalat  dan  Koxalat)  mudah  larut. Kandungan asam oxsalat dapat dikurangi dengan jalan dibuat silage.
Gosipol
Gosipol umumnya terdapat dalam biji-bijian, seperti biji kapas dan biji kapuk. Selain itu, gosipol juga terdapat pada bagian tanaman, seperti batang, daun, benang sari, dan kulit akar. Racun gosipol dapat dihilangkan dengan jalan ekstraksi (isopropanol).
Coumarin
Coumarin merupakan zat yang rasanya pahit dan terdapat pada tanaman, terutama bagian  daun  dan  batang.  Salah  satu  tanaman  pakan  ternak  yang  mengandung coumari  adalah  gliricidia  (gamal).  Coumarin  dapat  menjadi  racun  bila  berubah menjadi hidroksi coumarin atau dicoumarin. Efeknya pada ternak adalah darah sukar  membeku  sehingga  jika  terjadi  pendarahan  dapat mengakibatkan kematian.
Tannin
Tanin terdapat pada hijauan pakan ternak, seperti kaliandra, sorghum, umbi, dan kacang-kacangan. Tanin  dapat  menimbulkan  penurunan  palatabilitas  dan penurunan  pencernaan  protein. Kandungan  tannin  pada  bahan  pakan  dapat diturunkan dengan berbagai cara seperti perendaman, perebusan, fermentasi, dan penyosohan kulit luar biji.
Saponin
Sebagian besar saponin ditemukan pada biji-bijian dan tanaman makanan ternak seperti alfalfa, bunga matahari, kedelai, kacang tanah. Saponin mempunyai efek menurunkan  konsumsi  ransum  karena  rasa  pahit  dan  terjadinya  iritasi  pada oral mucosa dan saluran pencernaan. Pada anak ayam yang diberi 0,9 % triterpenoid saponin bisa menurunkan konsumsi ransum, menurunkan pertambahan berat badan, menurunkan kecernaan lemak, meningkatkan ekskresi cholesterol dan menurunkan absorpsi vitamin A dan D.
Mimosin
Tepung daun lamtoro (Leucaena leucocephala) kering sama dengan tepung biji kapuk sebagai sumber protein. Lamtoro mengandung mimosin sebesar 3-5 % BK, tetapi juga mengandung senyawa antinutrisi lain termasuk protease inhibitor, tannin dan galactomannan. Karena adanya mimosin ini penggunaan lamtoro dalam ransum non  ruminansia  sebesar  5-10  %  tanpa  menimbulkan  gejala toxicosis.  Efek  yang merugikan  dari  mimosin,  yaitu  menurunkan pertumbuhan  dan  menurunkan produksi telur. Ayam muda lebih sensitif dari pada ayam dewasa.

Selain Hijauan Makanan Ternak, ada lagi yang dapat menjadi pakan ternak yang berasal dari pemanfaatan hasil samping pertanian, perkebunan, dan agroindustripertanian.  Salah satu potensi yang besar dari Indonesia yang merupakan negara agraris adalah jerami padi yang menghasilkan sekitar 6ton per hektar.  salah satu cara menjadikan jerami padi sebagai pakan adalah dengan melakukan fermentasi jerami padi. 

Proses Fermentasi  Jerami
Bahan dan Alat  
Jerami padi             :           1.000   kg
Tetes/molasses        :           4          liter
Air                           :           200      liter
Bakteri fermentasi   :          2          kg
Selang, ganco dan lokasi ternaungi beralas tanah
Karung plastik yang dijahit satu sama lain menjadi bentangan seluas permukaan lokasi fermentasi
Proses Fermentasi :
  1. Jerami ditumpuk dengan tinggi minimal 150 cm sambil diinjak-injak
  2. Bakteri fermentasi ditebar secara merata diseluruh permukaan jerami
  3. Molasses ditebar merata diseluruh permukaan jerami
  4. Tumpukan disiram dengan air secara merata
  5. Tumpukan ditutup bentangan karung plastik pada bagian atasnya
  6. Setelah Sembilan hari, karung penutup dibuka dan biarkan terjadi            fermentasi sampai umur tumpukan 12 – 14 hari
  7. Setelah itu tumpukan dibongkar dan diangin-anginkan
  8. Jerami fermentasi siap djadikan pakan atau disimpan sebagai stok pakan berserat





Tepat pukul 16.30 WIB, dua buah truk besar memasuki lokasi, dengan cekatan ketiganya segera menyongsong dengan membawa spayer pada punggung masing-masing dan melakukan penyemprotan pada kendaraan dan ternak yang masuk sebagai langkah awal biosecurity.  Kemudian truk pertama dipersiapkan untuk dibuka pintu baknya dan persiapan untuk turun 3 ekor ternak laktasi, 3 ekor ternak bunting tua dan 1 ekor ternak bunting 6-7 bulan.  Masing-masing ternak ditempatkan pada lokal masing-masing dimana telah dipersiapkan air minum dan rumput segar.  Truk kedua bergilir menurunkan ternak setelah truk pertama selesai.  Secara bergilir turun 2 ekor ternak dara bunting 6-7 bulan; 3 ekor ternak bunting 5-6 bulan dan 3 ekor ternak bunting 3-4 bulan, kesemuanya telah ditempatkan pada lokasi yang telah ditentukan.  Pak Jarwo bertugas untuk mengawal ternak yang datang, setelah diberikan injeksi preparat pemacu energi dan vitamin, beliau undur diri tidak lama setelah kedua truk pengangkut pergi.

Lenguhan ternak terdengar sebagai model pengenalan lingkungan baru seakan menjadi sebuah alunan orkestra terompet yang sangat syahdu.  Ternak segera memakan hijauan dan minum untuk mengembalikan kondisi tubuh akibat banyaknya energi yang hilang saat pengangkutan.  Proses adaptasi ternak merupakan sebuah kegiatan yang penting untuk diperhatikan.  Ternak yang diangkut dari sebuah tempat ke tempat yang lain akan mengalami sebuah kelelahan dan dapat berakibat pada penurunan produktifitas bila penanganan setelah pengakutan tidak diperhatikan.  Pemberian asupan energi pengganti melalui pemberian preparat pemacu pemecahan gula menjadi energi serta merangsang elektrolit tubuh, pemberian air minum untuk mengganti cairan tubuh yang hilang, dan kenyaman kandang akan sangat membantu ternak melakukan adaptasi dan rekondisi tubuh.  Tigapuluh menit kemudian tampak ternak sudah mulai beristirahat dengan cara merebahkan diri serta tidak lagi mengeluarkan lenguhan. 


Tampak Arman dan keluarga, personel kandang, personel tanaman organik, dan beberapa warga, termasuk pamong desa berkumpul dan menyaksikan peristiwa dimulainya usaha peternakan keluarga Arman.  Binar ceria dan seulas senyum terpampang dari raut muka yang gembira menyaksikan sejarah baru pertanian di Desa Sukamaju



------ bersambung LAKONKU ADALAH PETANI #11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar