sambungan dari LAKONKU ADALAH PETANI #6
Cerita Sore
Sore itu seluruh anggota keluarga sedang berkumpul dan menyaksikan acara
televisi Si Bolang yang sedang melakukan kunjungan ke sebuah peternakan sapi
perah, saat itu Si Bolang sedang memperkenalkan jenis sapi perah. Tiba-tiba Bimo berkata, “Ayah, seperti itukah
sapi perah yang akan kita pelihara nanti?”.
“Betul nak, seperti itu”, jawab Arman.
“Kenapa warnanya hitam putih Yah?”, lanjut Bimo bertanya. “Itu jenis sapi perah, nak”, jelas Arman
kembali. “ada beberapa jenis ternak sapi
perah didunia ini”, Arman mencoba menjelaskan dengan detail.
Beberapa jenis
ternak sapi perah :
Menggali Inspirasi
Setengah jam berlalu, sebuah mobil van masuk kehalaman rumah dan berhenti
tepat disisi mobil Arman. Setelah mesin
dimatikan, keluarlah tiga orang dari dalam mobil. “Assalamu’alaikum”, ternyata Pak Bambang
diikuti Pak Jarwo dan Pak Sayid.
“Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh”, sambut Arman sambil
berdiri dan menjabat hangat tangan masing-masing tamunya, sementara Rina
menggendong Irma masuk untuk menyiapkan jamuan.
“Eh, ini Bimo ya?”, tanya Bambang sambil mendekat kearah Bimo. “tadi Pakde kira siapa, ada cowboy kecil
..he..he..”. “betul Pakde, ini Bimo”,
kata Bimo sambil mendekat ketamu ayahnya dan tanpa ragu meraih tangan dan
mencium punggung tangan. Lalu Bimo melangkah
keluar dan bermain seperti cowboy dihalaman
“Pak Bambang, Pak Jarwo dan Pak Sayid.
Terimakasih berkenan mengantarkan saya ke SUSU SEHAT”, kata Arman
setelah semuanya duduk dikursi beranda rumah.
“Sama-sama Pak Arman, semoga Bapak dapat memiliki gambaran tentang
proses ataupun kegiatan yang dilakukan di SUSU SEHAT dan dapat mengaplikasikan
disini sesuai dengan karakteristik Desa Sukamaju. Bukankah demikian anutan yang ada dalam
konsep pertanian terpadu, Pak”, jawab Bambang.
“tepat sekali, Pak Bambang. Hanya
tetap saya memohon bimbingan dan arahan yang terus menerus”, pinta Arman.
Pintu rumah utama terbuka dan Rina membawa empat cangkir teh melati
dengan sepiring serabi dan sebaskom jeruk.
Setelah menghidangkan diatas meja, Rina mempersilahkan tamunya untuk
mencicipi, “mari bapak-bapak, silahkan dicicipi, hasil panen sendiri”. “terimakasih Ibu, wah senangnya Pak Arman
punya Istri Bu Rina yang pintar masak”, canda Pak Jarwo diiringi gelak tawa
yang lain.
“Pak Arman, boleh nanti kami melihat lokasi kandang?”, pinta Pak
Sayid. Arman menjawab, “tentu saja Pak
Sayid. Mohon nanti diberi arahan yang perlu
lagi saya perbaiki. Mari Bapak-bapak
silahkan dicicipi”. Setelah beberapa
obrolan berita hangat tentang politik dan olah raga, berempat segera menuju ke
calon kandang sapi dan domba.
Sesampai disana, terlihat beberapa bangunan sudah selesai. Bangunan kantor dan gudang konsentrat serta
pakan berserat sejajar dengan kantor terdapat kandang pedet, lalu
berturut-turut kebelakang, lokasi penyimpanan peralatan pemerahan dan lokasi
pencucian alat perah, selanjutnya kandang bersalin disisi kiri dan kandang
lepas sapih – dara disisi kanan, kemudian kandang laktasi yang terbagi dua,
sepuluh tambatan disebelah kiri dan sepuluh tambatan disebelah kanan, terpisahkan
oleh tembok ada dua lokasi kandang pejantan masing-masing satu disisi kiri dan
satu disisi kanan. Padalokasi terpisah terdapat
satu lokal untuk kandang karantina dan isolasi ternak yang mengalami gangguan
kesehatan.
Disisi kiri lokasi kandang terdapat kolam penampungan limbah dengan model
aliran air spiral menuju kelokasipenirisan dan bangunan dekomposisi pupuk organik.
Seluruh instalasi
penerangan telah dipersiapkan termasuk jalur instalasi air minum dan air
pembuangan. Tidak jauh di dekat lokasi dekomposisi
kotoran ternak, ada kubah dengan kapasitas 12 m3 yang nantinya akan
dijadikan sebagai instalasi biogas untuk keperluan memasak. Selain penghematan, juga menjaga kualitas
lingkungan dari pencemaran.
“Luar biasa Pak Arman, perencanaan dan penempatan lokasi kandang ini
sangat sempurna”, puji Bambang dan diikuti dengan anggukan dua temannya. “terimakasih, Pak. Hal ini juga karena arahan
Bapak dan team di Dinas Peternakan”, jawab Arman. “apalagi yang masih kurang Pak?”, kejar Arman
pada Pak Bambang. “Ehmm, menurut saya
sudah sangat lengkap, Pak Arman, sempurna”, jawab Bambang. “Bagaimana menurut Pak Jarwo dan Pak Sayid?”,
Arman masih perlu menanyakan dua tamunya yang lain. Pak Sayid berkata, “saya sama dengan Pak
Bambang, sempurna”. “kalau saya masih
ada yang kurang, Pak”, sahut Pak Jarwo yang diikuti dengan mimik muka kaget
kedua temannya. “Kurang isinya Pak, sapi
perah”, jawab Jarwo tergelak. Rupanya
Pak Jarwo termasuk orang yang sering bercanda, pantaslah kalau dia mendapat
penghargaan sebagai petugas lapangan teladan tingkat Kabupaten. Salah satu penilaiannya, karena mampu membawa
diri dan suasana sehingga masyarakat petani senang dibimbing olehnya.
“Baiklah Pak Arman, mari kita berangkat ke SUSU SEHAT, sudah pukul 08.30 WIB,
takut nanti kita kesiangan. Perjalan
kita cukup lama, hampir satu jam”, sambung Bambang memutus kunjungan ke calon
lokasi peternakan pagi itu. Arman
menjawab, “mari Bapak-bapak, kita gunakan mobil saya saja bersama-sama kita
kesana, kebetulan saya mau ajak Bimo untuk mengenal ternak sapi lebih dekat”.
Perjalanan pagi itu sangat lancar, membelah pagi yang ceria dengan hati
yang gembira membuat nyaman suasana.
Tanpa terasa, mobil memasuki sebuah halaman luas setelah sebelumnya
melewati jalan yang sisi kanan kirinya ditanamani rumput gajah. Setelah mobil terparkir dengan baik, mereka
turun. Kedatangan mereka disambut
seorang lelaki separuh baya tetapi terlihat raut semangat didampingi dua orang
laki-laki lainnya. “Selamat datang Pak
Bambang. Senang sekali kami dikunjungi
Bapak dan teman-teman”, sambut lelaki itu sambil menjabat tangan Pak
Bambang. Jawab Bambang, “Terimakasih Pak
Sofyan, senang dapat bertemu lagi dengan Bapak.
Sebelumnya maaf kami menganggu hari libur Bapak. Saya kebetulan bersama-sama dengan Pak Arman
dan putranya, Bimo; lalu Pak Jarwo, Kepala Unit Pelayanan Inseminasi Buatan Desa
Marga Mulia; dan Pak Sayid, staf produksi di Dinas Peternakan Kabupaten”, sambil
memperkenalkan anggota rombongan diikuti salam dan penyebutan nama masing-masing. Setelah acara perkenalan selesai, mereka
segera memasuki kandang setelah terlebih dahulu mereka mengganti sepatu dengan
sepatu boot dan melewati semprotan disinfektan sebagai langkah pengamanan secara biologis (Biosecurity).
Memasuki lokal pertama, tampak kandang laktasi yang terbagi atas Laktasi
Awal, Laktasi Pertengahan dan Laktasi Akhir.
Pak Sofyan memberi penjelasan, “saya melakukan pembagian fase laktasi
ternak agar saya mudah melakukan pembagian kualitas pakan. Pada Laktasi Awal, ternak saya berikan pakan
dengan kualitas (protein kasar, energy dan kecernaan) terbaik untuk menopang
produktivitas
(melalui asupan langsung dan menjaga cadangan nutrisi) air susu dan proses
pengembalian kondisi organ reproduksi dan kondisi tubuh, tentunya harga per
kilogram cukup tinggi. Memasuki Laktasi
Pertengahan, pakan saya turunkan sedikit kandungan protein, sehingga harga
pakan per kilogram lebih rendah. Hal ini
saya lakukan agar ternak tetap mendapat suplai nutrisi untuk produksi untuk
menjaga tingkat produksi dan kondisi kebuntingan, karena diharapkan setelah 3 –
5 bulan setelah beranak, ternak kembali bunting. Memasuki masa laktasi akhir, dimana produksi
sudah mulai menurun dan tidak tergantung dari kualitas pakan sehingga ternak
cukup diberikan pakan dengan kandungan Serat Kasar tinggi. Selain itu pola pakan ini juga dilakukan untuk
mencegah terjadingan pertumbuhan janin
yang terlalu besar sehingg menyulitkan saat proses bersalin ternak”.
“Kondisi pakan berdasarkan fase produksi itu juga diatur jumlah
pemberiannya. Saat ternak sudah memasuki
masa kering kandang (bunting > 7 bulan), kondisi pakan diberikan sama dengan
ternak pada fase laktasi awal. Hal ini
dilakukan agar ternak memiliki cadangan makanan sehingga mampu memproduksi air
susu yang banyak dan membantu pertumbuhan janin serta menambah energi saat
beranak”, sambung Pak Bambang menjelasakan.
“Betul Pak Bambang, beliau adalah guru saya sehingga saya dapat
melakukan usaha ternak dengan baik”, puji Pak Sofyan. Arman mengkomentari, “itulah sebabnya Pak,
saya banyak bertanya pada ahlinya”.
Lokasi perkandangan di Perusahaan SUSU SEHAT, terdiri atas :
a Kandang Pedet
Kandang pedet sebaiknya berupa
box (individu) atau group yang lantainya berupa panggung kayu yang tahan air
untuk menjaga lingkungannya tetap kering.
Luas kandang sebaiknya berkisar 1,5 – 2 m2 / ekor. Kandang pedet dapat dilengkap lokasi bermain
pedet untuk meningkatkan performance pertumbuhan pedet.
Kandang
Dara/Laktasi/Pedet lepas sapih
Untuk sapi dara, sapi produksi
(perah dan potong) dapat menggunakan sistem kelompok atau individu.
1. Kandang Individu
Pada sistem kandang
individu lebar kandang untuk tiap ekor harus yang ideal sesuai dengan besar dan
panjang sapi. Diusahakan agar tempat
minum satu tempat/dua ekor sapi dan tempat pakan satu tempat/ekor. Lebar kandang diusahakan agar sapi tidak
dapat berbaring melintang (dapat mengganggu sapi lainnya).
2. Kandang kelompok
Ternak sapi dipelihara
bersama-sama sejak pedet
(pedet sapih). Jika diisi sapi baru yang
berumur lebih dari satu tahun, akan selalu bertengkar dan dapat merusak
fasilitas kandang. Lantai kandang harus
dari beton dengan campuran yang baik dan tebal lantai minimal 10 cm. Permukaan harus kasar tetapi tidak tajam
agar sapi tidak mudah tergelincir. Lebar tempat pakan
sebaiknya 150-200cm agar sapi dapat makan bersama-sama dengan desain tempat pakan sebaiknya head – to head agar tidak ada pakan yang
tumpah. Desain tempat minum dibuat agar
sapi tidak dapat berendam dan dapat memenuhi kebutuhan air minum sebanyak 50iter/ekor
(sistem bak penampung dan bak pengatur dengan pengapung). dilengkap lokasi
bermain pedet untuk meningkatkan performance pertumbuhan pedet.
c Kandang Pejantan
Pejantan diperusahaan ini
dipelihara secara individual, berjumlah sepuluh ekor, untuk menghindari perkelahian
dan persaingan antar pejantan, kata Pak Sofyan.
Umur pejantan didalam kandang bervariasi, mulai dari satu tahun sampai
dua tahun. Pejantan yang dipelihara
bukan merupakan pembesaran dari pedet yang lahir disana, tetapi dibeli dari
pasar hewan saat berumur lepas sapih.
Model pemeliharaan dilakukan seefisien mungkin dengan memberikan
konsentrat dan pakan berserat. Pejantan
yang telah berumur dua tahun kadang digunakan untuk mengawini betina yang
berahi selain dilakukan juga perkawinan dengan cara Inseminasi Buatan.
Kandang Isolasi
Merupakan kandang tempat
penampungan ternak yang sedang mengalami gangguan penyakit dengan model pemeliharaan
individual. Lantai tetap menggunakan cor
semen, hanya saja diatur sedemikian rupa sehingga dapat ditaburi alas yang
biasanya menggunakan serbuk gergaji atau jerami padi.
Kandang Bersalin
Terletak disebelah kandang
pedet yang digunakan untuk memelihara ternak yang akan bersalin. Kandang dibuat dengan ukuran lebih luas agar ternak
dapat melakukan gerakan-gerakan lebih leluasa yang juga untuk memperlancar
peredaran darah dan memudahkan persalinan.
Kandang Jepit
Digunakan untuk perkawinan alam
atau untuk penangana perawatan ternak, seperti pemotongan kuku, injeksi dan
aktifitas lain untuk mendukung penampilan terbaik ternak
g Kolam Dipping
Berupa sebentuk kolam
selebar badan ternak dan dalam setinggi leher ternak yang disesuaikan dengan
jenis ternak yang akan direndam, bila ternak dewasa – maka jumlah air yang
dimasukkan lebih banyak dibandingkan dengan ternak pedet. Sisi kolam diberi pagar besi untuk memudahkan penggiringan ternak, ternak
akan menuruni tangga landai kemudian bidang datar dan kemudian tangga landai
naik. Air dicampur dengan desinfektan
dan proses pemandian ternak dilakukan secara berkala untuk menjaga ternak dari
gangguan ektoparasit yang menganggu.
Kandang Pemerahan
Jumlah ternak yang diperah
rata-rata sebanyak 150 ekor setiap hari, sehingga Pak Sofyan memilih melakukan
pemerahan dengan menggunakan mesin.
Ternak digiring setiap pagi dan petang pada sebuah lorong menuju lokasi
pemerahan yang terdiri atas dua sisi kanan – kiri, masing-masing lima ekor
sehingga setiap kali pemerahan sepuluh ekor diperah bersamaan.
i Rumah Susu
Air susu yang diperah
kemudian dialirkan ke tangki pendingin untuk mengawetkan air susu. Dengan produksi minimal 1.500 liter per hari,
perusahaan SUSU SEHAT memproduksi beberapa jenis produk olahan air susu, antara
lain : Susu Pasteurisasi, Yoghurt, Karamel dan Keju. Rumah susu ini sangat higienis dan terdapat
laboratorium untuk melakukan pemeriksaan air susu. Pabrik mini pengolahan air susu ini melakukan
aktifitas sejak pagi sampai sore, dengan jumlah pesanan yang tetap kontinyu.
j Padang Penggembalaan
Ternak laktasi
secara bergiliran mulai pukul 09.00 WIB saat musim kemarau dilepas ke padang gembalaan selama
rata-rata dua jam sehari. Luas padang
gembalaan cukup digunakan untuk menampung 50 ekor ternak setiap kali gembalaan. Padang gembalaan terbagi atas tiga bagian,
dengan model rotasi arena selama ini, lokasi padang
penggembalaan kurang diperhatikan secara baik.
Ternak dilepaskan begitu saja tanpa memperhatikan kondisi padang gembala
yang rumputnya telah direnggut oleh ternak.
Pola rotasi padang gembalaan jarang dilakukan sehingga pertumbuhan
rumput menjadi tidak seragam dan luasan padang rumput menjadi tidak seimbang
dengan jumlah ternak.
Hal yang lain adalah ternak yang dilepas
begitu saja pada padang gembala tanpa memperhatikan beberapa faktor, antara
lain :
1. Status ternak (Laktasi, Dara, Pedet)
2. Luas padang gembala dengan jumlah
ternak, sehingga ternak terlalu jauh berjalan dan menghabiskan energi
3. Rotasi padang gembala untuk menjaga
kesuburan tanah
Kombinasi pemeliharaan ternak sapi perah
antara model perkandangan dengan padang penggembalaan yang terencana – tersusun
– terpola akan menghasilkan suatu siklus pemeliharaan yang teratur dan pola
pengembangbiakan ternak yang terarah sehingga mampu menghasilkan ternak sapi
perah yang memiliki populasi semakin meningkat, kualitas hasil pengembangbiakan
yang baik dan kondisi padang gembalaan yang senantiasa terjaga kesuburannya
Lahan Hijauan
Pakan Ternak
Jumlah ternak yang mencapai 130 ekor laktasi, 10 ekor pejantan, 100
ekor pedet sampai dara siap kawin membuat Pak Sofyan harus menyediakan lahan
rumput yang cukup luas, minimal 10 ha agar rotasi penyediaan rumput gajah/raja
tidak terganggu. Beruntung Pak Sofyan
memiliki lahan yang cukup luas, sekitar 20 ha, sehingga penyediaan lahan untuk penanaman
rumput tidak menjadi masalah. Dengan posisi kandang
diatas dan lahan rumput dibawah lokasi kandang, maka air hasil cucian ternak
dan kotoran ternak mengalir begitu saja ke lahan rumput.
Tidak terasa, waktu menunjukkan pukul 11.30 WIB dan rombongan telah mendapatkan penjelasan yang cukup
banyak dan detail dari Pak Sofyan. Pak
Bambang mewakili rombongan menyampaikan salam pamit, “Pak Sofyan, terimakasih
sekali kami sudah diajak berkeliling dan melihat kondisi farm. Saya mewakili teman-teman mohon diri dan
sekali lagi, terimakasih atas perkenannya menerima kami”. “Sama-sama Pak Bambang, Pak Arman, Pak Sayid, dan Pak Jarwo juga si cowboy kecil, Bimo. Terimakasih juga atas kunjungannya, semoga
tidak kapok berkunjung ke farm kami, dengan senang hati kami akan menerima”, balas
Pak Sofyan. Sebuah perjalanan yang
menyenangkan, menginspirasi dan membawa nilai pendidikan yang luar biasa.
------- bersambung LAKONKU ADALAH PETANI #8
Tidak ada komentar:
Posting Komentar