Potensi Bersama, Komunikasi, dan
Kerjasama
Diberanda rumah digelar karpet dan warga masyarakat
berkumpul melingkar dengan formasi huruf U, terdapat meja kayu kecil pada
bagian atas formasi. Tampak Pak Lurah,
Pak Bambang Sungkowo, dan Arman berlatar
belakang papan tulis putih menghadap formasi.
Waktu sudah menunjukkan pukul 19.45 WIB ketika Arman membuka pertemuan malam
itu, “Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh” disusul dengan jawaban seluruh
yang hadir, “wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh”. “Yang terhormat Pak Lurah, Bapak Mawardi
Harjosungkono. Yang saya banggakan,
Bapak Ir. Bambang Sungkowo, MS dari
Dinas Peternakan Kabupaten. Yang saya terhormat
pemuka masyarakat dan hadirin sekalian, pertama-tama saya haturkan terimakasih
kepada Yang Maka Kuasa atas perkenan-Nya kita dapat berkumpul dikediaman kami
dan terimakasih atas kehadiran Bapak-bapak dalam pertemuan ini. Perlu saya sampaikan, bahwa pertemuan ini terkait
dengan usaha pertanian dan peternakan yang saat ini sedang kami lakukan. Setelah saya bertemu dengan Pak Lurah saat minta ijin untuk usaha ternak sapi perah
dan domba, kemudian saya sampaikan kepada beliau tentang pola yang saya terapkan,
beliau menyarankan agar saya mengundang bapak-bapak sekalian berkumpul. Saya juga mengajak guru saya, Bapak Ir. Bambang Sungkowo, MS untuk mendampingi dan
mengarahkan kita dalam pertemuan ini”, jelas Arman membuka pertemuan.

“Sebagai awal pertemuan, saya akan sampaikan
dahulu aktivitas yang kami lakukan disini.
Seperti Bapak-bapak ketahui, saat ini kami sedang mengusahakan sebuah
model usaha pertanian padi, sayur-sayuran, buah, dan ternak sapi perah. Kami
menerapkan sebuah model yang bernama Pertanian Terpadu, yaitu sebuah pertanian
dengan mengkedepankan penggunaan sumber daya lokal yang belum dimanfaatkan untuk
dijadikan sebagai pakan ternak atau pupuk organik. Saat ini kami sudah mengembangkan pertanian
organik dengan sebanyak-banyaknya menggunakan bahan organik sebagai sarana
produksi pertanian, seperti pupuk organik atau pestisida / insektisida nabati serta agensia hayati.
kami juga menggunakan hasil samping pertanian / perkebunan sebagai pakan ternak sapi perah”, terang Arman. “berkenaan dengan hal yang sudah saya sampaikan,
saya mohon Pak Lurah dapat memberikan wejangan kepada kami dan mengarahkan
pertemuan ini agar kita, warga Desa Sukamaju dapat mengembangkan model
pertanian yang ramah lingkungan dan menghasilkan, kepada pak Lurah, kami persilahkan”,
lanjut Arman sambil undur diri, Pak Lurah segera bangkit dan berdiri. Setelah mengucapkan salam, Pak Lurah berkata,
“yang terhormat Bapak Ir. Bambang
Sungkowo, MS. yang terhormat, sahibul
bait, Bapak Arman Sumadipraja, yang saya junjung, tokoh masyarakat dan yang
saya cintai, bapak-bapak sekalian, warga Desa Sukamaju. Senang sekali kita dapat bertemu dan berkumpul
pada sebuah pertemuan yang mencerahkan ini.
Saya memang meminta Pak Arman untuk mengadakan acara pertemuan ini. Saya memperhatikan, kegiatan pertanian yang
dilakukan Pak Arman sangat menjanjikan sebuah perubahan yang memberi kemajuan
lebih baik. Pola Pertanian Terpadu
seperti yang disampaikan Pak Arman dan bapak-bapak sekalian lihat adalah sebuah
bentuk usaha pertanian tanpa limbah yang sangat menjanjikan dan memberi nilai
positif bagi kehidupan kita”, Pak Lurah tampak semangat. Beliau lalu melanjutkan,”saya ingin tahu,
diantara Bapak-bapak sekalian yang bertanam padi?”. Hampir 50% hadirin mengacungkan tangan mereka
keatas. “Baik, terimakasih. Berarti yang lainnya bertanam palawija dan
sayuran, tho?”, tegas Pak Lurah. “Betul
Pak”, jawab sebagian besar hadirin mengamini pendapat Pak Lurah. “Baiklah bapak-bapak, saya menerima penjelasan
yang sangat baik dari Pak Arman tentang pemanfaatan hasil samping pertanian dan
perkebunan yang saat ini kita kelola menjadi pakan ternak dan proses dekomposisi
hasil samping ternak – hasil samping pertenian/perkebunan yang tidak dapat
menjadi pakan untuk diubah menjadi pupuk organik. Seperti kita ketahui, Warung Organik Pak Tikno
adalah sebuah bukti penghargaan kita pada diri sendiri. Kalau kita melewati warung Pak Tikno, kita
lihat barisan kendaraan dari luar kota yang datang kesana dan Pak Tikno hanya
buka sebentar, dalam tempo tiga jam saja hidangan yang disajikan Pak Tikno
sudah habis. Setelah saya ketahui,
ternyata Pak Arman adalah salah satu pemasok sayuran organik ke Pak Tikno,
hidangan yang disajikan cepat habis karena pasokan sayuran terbatas. Pak Tikno sempat berbicara juga dengan kami,
untuk bekerjasama dalam pemasaran produk organik, karena putra beliau di kota
juga membuka sebuah restoran yang memasarkan produk organik. Melihat potensi itu, bapak-bapak alangkah
berbahagianya kita. Kita sudah memiliki
Pak Arman yang telah mengaplikasikan pertanian organik, kita memiliki Pak Tikno
dengan potensi pemasaran yang luar biasa.
Kita juga memiliki Pak Bambang dengan staf beliau yang siap membantu kita
dalam pengembangan pertanian dan peternakan.
Pada pertemuan yang baik ini, saya mengajak bapak-bapak sekalian untuk
berdiskusi, merapatkan barisan dalam memajukan pertanian Desa Sukamaju demi
kesejahteraan kita bersama”, dengan penuh semangat dan berjuta harapan terpancar
dari mata Pak Lurah..

Dari barisan tengah sayap kiri, Pak Harun mengajukan diri untuk mengemukakan sesuatu. “Pak Lurah, Pak Arman dan Pak Bambang, saya
sangat tertarik dan saya yakin, bapak-bapak disini juga tertarik untuk mengembangkan
dunia pertanian dan peternakan. Memang selama
ini kami belum mendapakan informasi yang cukup mengenai pertanian organik. Saat kami melihat Pak Arman mampu melakukan
sebuah pengelolaan pertanian organik, kami masih merasa ragu-ragu mengenai
kemampuan kami mengembangkan pertanian organik.
Seperti yang sama-sama kita ketahui, penggunaan pupuk Urea, TSP, ZA, NPK, dan penggunaan pestisida serta insektisida kimia sudah menjadi kebiasaan kami
cukup lama. Model usaha pertanian dengan
produk kimia yang kami lakukan ini saja tidak mampu mendongkrak produktifitas
pertanian kita, apalagi bila kami menggunakan organik? Karena kekurangan
informasi itulah, maka kami sulit untuk dapat bergerak mengembangkan pertanian
seperti yang disampaikan Pak Lurah”, jelas Pak Harun. “Terimakasih Pak Harun, sebuah pemaparan yang
sangat saya hargai. Memang gangguan komunikasi
yang terjadi diantara kita membuat kemajuan dunia pertanian kita menjadi
tersendat. Seperti yang bapak-bapak alami
saat ini, Pak Arman sudah membuktikan dan saya dengar juga sudah mengajak
beberapa petani untuk bersama-sama beliau mengembangkan pertanian organik, tetapi
bapak-bapak sekalian masih ragu, saya bisa mengerti tentang keraguan
bapak-bapak”, jawab Pak Lurah. Sambung Pak Lurah kemudian, ”karena kita
semua sudah mengerti bahwa Pak Arman sudah mampu melaksanakan, termasuk potensi
pemasarannya juga. Oleh karena itu, saya
berharap bapak-bapak sekalian bersedia bekerjasama untuk mengembangkan
pertanian organik di Desa Sukamaju.
Bapak-bapak bersedia?”. Pak Tarjo
yang sekarang bergantian mengajukan usul, “Pak Lurah, kami setuju dan
berkeinginan untuk mengembangkan pertanian organik. Tetapi sekali lagi, kami masih sangat perlu
bimbingan dan arahan agar kami memiliki hasil maksimal dan mampu secara konsisten
melaksanakan pertanian organik dengan sempurna.
Saya yakin teman-teman petani juga memiliki keinginan yang sama dengan saya”. Gumam dan anggukan antar petani yang hadir
seakan mengiyakan pernyataan Pak Tarjo.
Pak Lurah dengan bijak segera mengambil sikap, “baiklah bapak-bapak
sekalian, saya sangat bangga atas persamaan keinginan kita semua. Pak Arman? Bagaimana pendapat bapak? Bisakah
bapak membantu, membimbing dan mengarahkan petani di Desa Sukamaju untuk
menerapkan pertanian organik?”. Ganti
Arman yang bangkit dan menyatakan, “terimakasih Pak Lurah, tentunya dengan
senang hati saya akan ikut serta menularkan tentang pertanian organik yang sudah
saya lakukan. Pertemuan ini akan kita
lanjutkan dengan teknis pelaksanaan pertanian organik dua minggu yang akan
datang. Selanjutnya saya mohon, Pak Bambang
dapat menyampaikan pendapat dan arahan untuk kami semua”. Tempat berdiri Arman segera digantikan oleh
Pak Bambang, sambil memandang hadirin dengan takjub, dia berkata, “terimakasih
bapak-bapak sekalian, bangga dan gembira saya menyaksikan sebuah kesepakatan
dan persatuan yang dikembangkan pada pertemuan ini. Kami dari Dinas Peternakan Kabupaten akan
berusaha membantu bapak-bapak sekalian mengembangkan pertanian organik. Saya akan sampaikan hal ini juga kepada Bapak
Idris Sanusi sebagai Kepala Dinas Pertanian Kabupaten untuk lebih memantau perkembangan
pertanian organik yang akan dikembangkan.

Akhirnya sebuah komunikasi yang baik akan
menghasilkan sebuah nilai kerjasama yang memberi nilai lebih baik dan mampu
memajukan dunia pertanian di Desa Sukamaju.
Melalui pertanian terpadu, maka akan diperoleh beberapa hasil, antara lain :
1. Produk pertanian organik berkualitas tinggi
dan memiliki nilai nutrisi yang menyehatkan serta memiliki daya simpan lebih
baik
2. Nilai ekonomis yang lebih baik karena harga
jual produk pertanian organik yang lebih tinggi
3. Kualitas lahan yang lebih sehat karena
pemberian pupuk organik dan penggunaan agensia hayati yang ramah lingkungan
4. Hasil samping pertanian organik yang dapat
diberikan sebagai pakan ternak
5. Hasil samping peternakan yang dapat dijadikan
sebagai sumber pupuk organik bagi lahan pertanian
6. Ketergantungan petani akan sarana produksi
pertanian akan dapat dikurangi
7. Efisiensi usaha pertanian dan peternakan
karena biaya produksi yang lebih rendah
------ bersambung LAKONKU ADALAH PETANI #16