Tampilkan postingan dengan label pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pertanian. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Oktober 2020

LAKONKU ADALAH PETANI #17

 Sambungan dari LAKONKU ADALAH PETANI #16



Perkampungan Ternak

 

            Sabil, Udin dan Irwan saat ini telah menjadi andalan Arman dalam melakukan usaha ternak sapi perah.  Kerjasama dan hubungan yang erat serta keinginan untuk saling mengisi serta keinginan belajar menjadi kunci kemajuan usaha peternakan uang dilaksanakan.    Kunci keberhasilan usaha budidaya ternak adalah keseriusan, keinginan untuk maju, kegigihan dan faktor-faktor penunjang lain serta kedisiplinan tenaga kerja.

Dalam hal budidaya ternak, hal-hal yang harus diingat adalah proses usaha pemeliharaan harus dilakukan sesuai dengan kebutuhan ternak akan produktivitas yang baik.  Program pengaturan sisi reproduksi ternak dan pemeriksaan kesehatan akan mengurangi terjadinya kasus-kasus kebidanan serta gangguan kesehatan yang dapat menganggu metabolisme ternak.   Pemantauan perkembangan ternak untuk dibesarkan sebagai pernak jantan untuk sapi potong atau ternak betina sebagai calon induk merupakan hal-hal yang perlu diperhatikan pula.

Kemudian hal lain yang perlu diperhatikan adalah rasa ‘sayang’ terhadap ternak yang diwujudkan dalam hal memperhatikan tingkah laku ternak, kondisi kesehatan, mencukui kebutuhan akan pakan dan minum dan hal-hal lain yang membuat ternak semakin nyaman.  Pengelolaan Integrated Farming tersebut harus bedasarkan pada filosofi “TOTAL ONE DAY CARE” yaitu usaha yang berkaitan dengan makluk hidup dan keharusan untuk melakukan perawatan dan pengawasan selama 24 jam dalam satu hari.

Manajemen model itulah yang sedang disosialisasikan oleh Arman pada pertemuan teknis antara Pak Lurah, Badan Perwakilan Desa, perwakilan Kelompok Tani dan Kementerian Kesejahteraan Rakyat yang diwakili pihak Dinas Peternakan Kabupaten tentang bantuan pengembangan usaha peternakan rakyat melalui pemeliharaan ternak domba.  Arman selain mengusulkan manajemen usaha juga menyampaikan tentang pola pemberian bantuan yang tidak diserahkan kepada masing-masing pertani, tetapi dikelola oleh kelompok dengan model Perkampungan Ternak.

Menurut Arman, Perkampungan  Ternak yang dimaksud adalah sebuah usaha pemeliharaan domba dimana ternak yang diperuntukkan bagi masing-masing petani dipelihara dalam satu lokasi perkandangan.  Pemusatan pemeliharaan pada konsep perkampungan ternak dimaksudkan agar ternak selalu dapat dimonitor secara menyeluruh.  Para petani nantinya akan bergantian setiap hari melakukan perawatan dan pencatatan, mulai dari pemberian pakan dan minum – pembersihan kandang – perawatan kesehatan – penanganan persalinan – pemindahan ternak – tataniaga ternak.  Melalui model perkampungan ternak, maka para peternak akan dapat saling bekerjasama, berdiskusi dan saling bertukar pikiran satu sama lain sehingga pembelajaran petani dapat ditingkatkan, 


Model perkampungan ternak seperti yang dikemukakan oleh Arman diatas, dikelilingi oleh lahan rumput.  tambahan pakan hijauan dapat diusahakan dengan memberdayakan Karang Taruna.  Karang Taruna dapat diberdayakan dengan melakukan penanaman pohon rambanan disekitar desa, perawatan dilakukan oleh Karang Taruna.  Rambanan yang sudah siap potong, dipanen dan dikeringkan/dilayukan kemudian dijadikan sebagai pakan ternak, kelompok ternak membeli ramban dari Karang Taruna sehingga Karang Taruna memiliki tambahan kas organisasi dan kelompok tani tidak kesulitan mendapatkan sumber pakan.  Lebih jauh lagi, Karang Taruna dapat dijadikan sebagai cikal bakal generasi penerus untuk melanjutkan model pemeliharaan ternak dengan konsep perkampungan ternak.


------ bersambung LAKONKU ADALAH PETANI #18

Jumat, 26 Juni 2020

LAKONKU ADALAH PETANI #15

 

Potensi Bersama, Komunikasi, dan Kerjasama

Diberanda rumah digelar karpet dan warga masyarakat berkumpul melingkar dengan formasi huruf U, terdapat meja kayu kecil pada bagian atas formasi.  Tampak Pak Lurah, Pak Bambang Sungkowo, dan Arman berlatar belakang papan tulis putih menghadap formasi.  Waktu sudah menunjukkan pukul 19.45 WIB ketika Arman membuka pertemuan malam itu, “Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh” disusul dengan jawaban seluruh yang hadir, “wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh”.  “Yang terhormat Pak Lurah, Bapak Mawardi Harjosungkono.  Yang saya banggakan, Bapak Ir.  Bambang Sungkowo, MS dari Dinas Peternakan Kabupaten.  Yang saya terhormat pemuka masyarakat dan hadirin sekalian, pertama-tama saya haturkan terimakasih kepada Yang Maka Kuasa atas perkenan-Nya kita dapat berkumpul dikediaman kami dan terimakasih atas kehadiran Bapak-bapak dalam pertemuan ini.  Perlu saya sampaikan, bahwa pertemuan ini terkait dengan usaha pertanian dan peternakan yang saat ini sedang kami lakukan.  Setelah saya bertemu dengan Pak Lurah  saat minta ijin untuk usaha ternak sapi perah dan domba, kemudian saya sampaikan kepada beliau tentang pola yang saya terapkan, beliau menyarankan agar saya mengundang bapak-bapak sekalian berkumpul.  Saya juga mengajak guru saya, Bapak Ir.  Bambang Sungkowo, MS untuk mendampingi dan mengarahkan kita dalam pertemuan ini”, jelas Arman membuka pertemuan.

“Sebagai awal pertemuan, saya akan sampaikan dahulu aktivitas yang kami lakukan disini.  Seperti Bapak-bapak ketahui, saat ini kami sedang mengusahakan sebuah model usaha pertanian padi, sayur-sayuran, buah, dan ternak sapi perah. Kami menerapkan sebuah model yang bernama Pertanian Terpadu, yaitu sebuah pertanian dengan mengkedepankan penggunaan sumber daya lokal yang belum dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai pakan ternak atau pupuk organik.  Saat ini kami sudah mengembangkan pertanian organik dengan sebanyak-banyaknya menggunakan bahan organik sebagai sarana produksi pertanian, seperti pupuk organik atau pestisida / insektisida nabati serta agensia hayati.  kami juga menggunakan hasil samping pertanian / perkebunan sebagai pakan ternak sapi perah”, terang Arman.  “berkenaan dengan hal yang sudah saya sampaikan, saya mohon Pak Lurah dapat memberikan wejangan kepada kami dan mengarahkan pertemuan ini agar kita, warga Desa Sukamaju dapat mengembangkan model pertanian yang ramah lingkungan dan menghasilkan, kepada pak Lurah, kami persilahkan”, lanjut Arman sambil undur diri, Pak Lurah segera bangkit dan berdiri.  Setelah mengucapkan salam, Pak Lurah berkata, “yang terhormat Bapak Ir.  Bambang Sungkowo, MS.  yang terhormat, sahibul bait, Bapak Arman Sumadipraja, yang saya junjung, tokoh masyarakat dan yang saya cintai, bapak-bapak sekalian, warga Desa Sukamaju.  Senang sekali kita dapat bertemu dan berkumpul pada sebuah pertemuan yang mencerahkan ini.  Saya memang meminta Pak Arman untuk mengadakan acara pertemuan ini.  Saya memperhatikan, kegiatan pertanian yang dilakukan Pak Arman sangat menjanjikan sebuah perubahan yang memberi kemajuan lebih baik.  Pola Pertanian Terpadu seperti yang disampaikan Pak Arman dan bapak-bapak sekalian lihat adalah sebuah bentuk usaha pertanian tanpa limbah yang sangat menjanjikan dan memberi nilai positif bagi kehidupan kita”, Pak Lurah tampak semangat.  Beliau lalu melanjutkan,”saya ingin tahu, diantara Bapak-bapak sekalian yang bertanam padi?”.  Hampir 50% hadirin mengacungkan tangan mereka keatas.  “Baik, terimakasih.  Berarti yang lainnya bertanam palawija dan sayuran, tho?”, tegas Pak Lurah.  “Betul Pak”, jawab sebagian besar hadirin mengamini pendapat Pak Lurah.  “Baiklah bapak-bapak, saya menerima penjelasan yang sangat baik dari Pak Arman tentang pemanfaatan hasil samping pertanian dan perkebunan yang saat ini kita kelola menjadi pakan ternak dan proses dekomposisi hasil samping ternak – hasil samping pertenian/perkebunan yang tidak dapat menjadi pakan untuk diubah menjadi pupuk organik.  Seperti kita ketahui, Warung Organik Pak Tikno adalah sebuah bukti penghargaan kita pada diri sendiri.  Kalau kita melewati warung Pak Tikno, kita lihat barisan kendaraan dari luar kota yang datang kesana dan Pak Tikno hanya buka sebentar, dalam tempo tiga jam saja hidangan yang disajikan Pak Tikno sudah habis.  Setelah saya ketahui, ternyata Pak Arman adalah salah satu pemasok sayuran organik ke Pak Tikno, hidangan yang disajikan cepat habis karena pasokan sayuran terbatas.  Pak Tikno sempat berbicara juga dengan kami, untuk bekerjasama dalam pemasaran produk organik, karena putra beliau di kota juga membuka sebuah restoran yang memasarkan produk organik.  Melihat potensi itu, bapak-bapak alangkah berbahagianya kita.  Kita sudah memiliki Pak Arman yang telah mengaplikasikan pertanian organik, kita memiliki Pak Tikno dengan potensi pemasaran yang luar biasa.  Kita juga memiliki Pak Bambang dengan staf beliau yang siap membantu kita dalam pengembangan pertanian dan peternakan.  Pada pertemuan yang baik ini, saya mengajak bapak-bapak sekalian untuk berdiskusi, merapatkan barisan dalam memajukan pertanian Desa Sukamaju demi kesejahteraan kita bersama”, dengan penuh semangat dan berjuta harapan terpancar dari mata Pak Lurah..

Dari barisan tengah sayap kiri, Pak Harun mengajukan diri untuk mengemukakan sesuatu.  “Pak Lurah, Pak Arman dan Pak Bambang, saya sangat tertarik dan saya yakin, bapak-bapak disini juga tertarik untuk mengembangkan dunia pertanian dan peternakan.  Memang selama ini kami belum mendapakan informasi yang cukup mengenai pertanian organik.  Saat kami melihat Pak Arman mampu melakukan sebuah pengelolaan pertanian organik, kami masih merasa ragu-ragu mengenai kemampuan kami mengembangkan pertanian organik.  Seperti yang sama-sama kita ketahui, penggunaan pupuk Urea, TSP, ZA, NPK, dan penggunaan pestisida serta insektisida kimia sudah menjadi kebiasaan kami cukup lama.  Model usaha pertanian dengan produk kimia yang kami lakukan ini saja tidak mampu mendongkrak produktifitas pertanian kita, apalagi bila kami menggunakan organik? Karena kekurangan informasi itulah, maka kami sulit untuk dapat bergerak mengembangkan pertanian seperti yang disampaikan Pak Lurah”, jelas Pak Harun.  “Terimakasih Pak Harun, sebuah pemaparan yang sangat saya hargai.  Memang gangguan komunikasi yang terjadi diantara kita membuat kemajuan dunia pertanian kita menjadi tersendat.  Seperti yang bapak-bapak alami saat ini, Pak Arman sudah membuktikan dan saya dengar juga sudah mengajak beberapa petani untuk bersama-sama beliau mengembangkan pertanian organik, tetapi bapak-bapak sekalian masih ragu, saya bisa mengerti tentang keraguan bapak-bapak”, jawab Pak Lurah.  Sambung Pak Lurah kemudian, ”karena kita semua sudah mengerti bahwa Pak Arman sudah mampu melaksanakan, termasuk potensi pemasarannya juga.  Oleh karena itu, saya berharap bapak-bapak sekalian bersedia bekerjasama untuk mengembangkan pertanian organik di Desa Sukamaju.  Bapak-bapak bersedia?”.  Pak Tarjo yang sekarang bergantian mengajukan usul, “Pak Lurah, kami setuju dan berkeinginan untuk mengembangkan pertanian organik.  Tetapi sekali lagi, kami masih sangat perlu bimbingan dan arahan agar kami memiliki hasil maksimal dan mampu secara konsisten melaksanakan pertanian organik dengan sempurna.  Saya yakin teman-teman petani juga memiliki keinginan yang sama dengan saya”.  Gumam dan anggukan antar petani yang hadir seakan mengiyakan pernyataan Pak Tarjo.  Pak Lurah dengan bijak segera mengambil sikap, “baiklah bapak-bapak sekalian, saya sangat bangga atas persamaan keinginan kita semua.  Pak Arman? Bagaimana pendapat bapak? Bisakah bapak membantu, membimbing dan mengarahkan petani di Desa Sukamaju untuk menerapkan pertanian organik?”.  Ganti Arman yang bangkit dan menyatakan, “terimakasih Pak Lurah, tentunya dengan senang hati saya akan ikut serta menularkan tentang pertanian organik yang sudah saya lakukan.  Pertemuan ini akan kita lanjutkan dengan teknis pelaksanaan pertanian organik dua minggu yang akan datang.  Selanjutnya saya mohon, Pak Bambang dapat menyampaikan pendapat dan arahan untuk kami semua”.  Tempat berdiri Arman segera digantikan oleh Pak Bambang, sambil memandang hadirin dengan takjub, dia berkata, “terimakasih bapak-bapak sekalian, bangga dan gembira saya menyaksikan sebuah kesepakatan dan persatuan yang dikembangkan pada pertemuan ini.  Kami dari Dinas Peternakan Kabupaten akan berusaha membantu bapak-bapak sekalian mengembangkan pertanian organik.  Saya akan sampaikan hal ini juga kepada Bapak Idris Sanusi sebagai Kepala Dinas Pertanian Kabupaten untuk lebih memantau perkembangan pertanian organik yang akan dikembangkan.

Akhirnya sebuah komunikasi yang baik akan menghasilkan sebuah nilai kerjasama yang memberi nilai lebih baik dan mampu memajukan dunia pertanian di Desa Sukamaju.  Melalui pertanian terpadu, maka akan diperoleh beberapa hasil, antara lain  :

1. Produk pertanian organik berkualitas tinggi dan memiliki nilai nutrisi yang menyehatkan serta memiliki daya simpan lebih baik

2.    Nilai ekonomis yang lebih baik karena harga jual produk pertanian organik yang lebih tinggi

3.  Kualitas lahan yang lebih sehat karena pemberian pupuk organik dan penggunaan agensia hayati yang ramah lingkungan

4.    Hasil samping pertanian organik yang dapat diberikan sebagai pakan ternak

5.    Hasil samping peternakan yang dapat dijadikan sebagai sumber pupuk organik bagi lahan pertanian

6.    Ketergantungan petani akan sarana produksi pertanian akan dapat dikurangi

7.    Efisiensi usaha pertanian dan peternakan karena biaya produksi yang lebih rendah




------ bersambung LAKONKU ADALAH PETANI #16


Minggu, 19 April 2020

LAKONKU ADALAH PETANI #10

Sambungan dari LAKONKU ADALAH PETANI #9

Sapiku

Suasana siang menjelang sore itu sangat ramai, ketiga personel baru yang telah tiba dua hari lalu, Irwan, Sabil dan Udin telah selesai membersihkan kandang.  Saat ini mereka sedang mempersiapkan antiseptik agar kandang bebas dari hama dan penyakit tanaman.  Tempat pakan dan minum telah mereka cuci bersih.  Rumput telah dipotong untuk persiapan kedatangan ternak sore nanti.  Jerami yang mereka fermentasi telah selesai dan siap diambil sebagai pakan ternak.  Konsentrat pakan ternak telah dating dan dipersiapkan sesuai dengan kondisi ternak.  Arman terlihat tenang dan tersenyum puas atas pelaksanaan rencana kerja yang telah tersusun dan dapat dilaksanakan dengan baik.


Rumput Gajah (Pennisetum purpureum Schumach).



Nama daerah:
Elephant grass, napier grass (Inggris), Herbe d’éléphant, fausse canne à sucre (Prancis), Rumput Gajah (Indonesia, Malaysia), Buntot-pusa (Tagalog, Filipina), Handalawi (Bokil), Lagoli (Bagobo), Ya-nepia (Thailand), Co’ duôi voi (Vietnam), pasto elefante (Spanyol)Asal-usul dan persebaran geografi:
Berasal dari Afrika tropika, kemudian menyebar dan diperkenalkan ke daerah daerah tropika di dunia, dan tumbuh alami di seluruh Asia Tenggara yang bercurah hujan melebihi 1.000 mm dan tidak ada musim panas yang panjang. Dikembangkan terus menerus dengan berbagai silangan sehingga menghasilkan banyak kultivar, terutama di Amerika, Philippine dan India.Rumput gajah merupakan keluarga rumput rumputan (graminae) yang telah dikenal manfaatnya sebagai pakan ternak pemamah biak (Ruminansia) yang alamiah di Asia Tenggara. Rumput ini biasanya dipanen dengan cara membabat seluruh pohonnya lalu diberikan langsung (cut and carry) sebagai pakan hijauan untuk kerbau dan sapi, atau dapat juga dijadikan persediaan pakan melalui proses pengawetan pakan hijauan dengan cara silase dan hay. Selain itu rumput gajah juga bisa dimanfaatkan sebagai mulsa tanah yang baik. Di Indonesia sendiri, rumput gajah merupakan tanaman hijauan utama pakan ternak. Penanaman dan introduksi nya dianjurkan oleh banyak pihak.Deskripsi dan Sifat Rumput GajahNilai pakan rumput gajah dipengaruhi oleh perbandingan (rasio) jumlah daun terhadap batang dan umurnya. Kandungan nitrogen dari hasil panen yang diadakan secara teratur berkisar antara 2-4% Protein Kasar (CP; Crude Protein) selalu diatas 7% untuk varietas Taiwan, semakin tua CP semakin menurun)
Pada daun muda nilai ketercernaan (TDN) diperkirakan mencapai 70%, tetapi angka ini menurun cukup drastis pada usia tua hingga 55%. Batang-batangnya kurang begitu disukai ternak (karena keras) kecuali yang masih muda dan mengandung cukup banyak air.Rumput ini secara umum merupakan tanaman tahunan yang berdiri tegak, berakar dalam, dan tinggi dengan rimpang yang pendek. Tinggi batang dapat mencapai 2-4 meter (bahkan mencapai 6-7 meter), dengan diameter batang dapat mencapai lebih dari 3 cm dan terdiri sampai 20 ruas / buku. Tumbuh berbentuk rumpun dengan lebar rumpun hingga 1 meter. Pelepah daun gundul hingga berbulu pendek; helai daun bergaris dengan dasar yang lebar, ujungnya runcing.Banyak lagi jenis Hijauan Makanan Ternak (HMT) baik rumput atau legum, seperti : Rumput Raja (Pennisetum purpuroides), Rumput Benggala (Megathyrsus maximus), Rumput Odot (merupakan salah satu varietas  rumput gajah (Pennisetum purpureum), sering dikenal dengan sebutan Dwarf Elephant Grass atau Mott Elephant Grass), Rumput Signal (Brachiaria decumbens), Turi (Sesbania grandiflora), Lamtoro (Leucaena leucocephala), Indigofera (Indigofera tinctorial
), dan Waru (Hibiscus tiliaceus).


Kesemua Hijauan Makanan Ternak itu adalah sumber serat yang akan menghasilkan asam acetat untuk produksi air susu dan memberikan marbling (lemak daging).  Proses pelayuan atau mendiamkan HMT setelah diambil / dipotong selama minimal 6 jam menjadi sangat penting untuk mengurangi kadar air, menghilangkan nematoda / cacing yang banyak berkumpul di ujung daun, menurunkan anti nutrisi (zat yang akan menghambat proses penyerapan nutrisi dalam tubuh).

Beberapa jenis anti nutrisi yang terkandung pada HMT ternak, antara lain :
Asam sianida (HCN)
Asam sianida umumnya terdapat pada rumput budi daya, misalnya rumput gajah, rumput benggala, rumput setaria, dan rumput brachiaria. Selain itu, asam sianida juga  terdapat  pada  tanaman  leguminosa,  seperti  gamal  dan  tanaman pangan, misalnya  daun  singkong.  Cara  mengurangi  pengaruh  negatif  HCN terhadap kesehatan ternak adalah dengan menambah unsur sulfur (S) atau vitamin B-12.
Asam oksalat
Asam oksalat banyak dijumpai di dalam tanaman, termasuk tanaman hijauan pakan ternak, terutama bagian daun. Salah satu hijauan pakan ternak yang mengandung asam oksalat tinggi adalah rumput setaria sp., rumput raja (Pennisetum hybrida) dan Jerami padi. Asam oxalat dengan mineral akan membentuk garam yang sukar larut yaitu Calsiumoxalat, sehingga dapat menyebabkan ternak kekurangan Ca, sedangkan  bentuk  garam  yang  lain (Naoxalat  dan  Koxalat)  mudah  larut. Kandungan asam oxsalat dapat dikurangi dengan jalan dibuat silage.
Gosipol
Gosipol umumnya terdapat dalam biji-bijian, seperti biji kapas dan biji kapuk. Selain itu, gosipol juga terdapat pada bagian tanaman, seperti batang, daun, benang sari, dan kulit akar. Racun gosipol dapat dihilangkan dengan jalan ekstraksi (isopropanol).
Coumarin
Coumarin merupakan zat yang rasanya pahit dan terdapat pada tanaman, terutama bagian  daun  dan  batang.  Salah  satu  tanaman  pakan  ternak  yang  mengandung coumari  adalah  gliricidia  (gamal).  Coumarin  dapat  menjadi  racun  bila  berubah menjadi hidroksi coumarin atau dicoumarin. Efeknya pada ternak adalah darah sukar  membeku  sehingga  jika  terjadi  pendarahan  dapat mengakibatkan kematian.
Tannin
Tanin terdapat pada hijauan pakan ternak, seperti kaliandra, sorghum, umbi, dan kacang-kacangan. Tanin  dapat  menimbulkan  penurunan  palatabilitas  dan penurunan  pencernaan  protein. Kandungan  tannin  pada  bahan  pakan  dapat diturunkan dengan berbagai cara seperti perendaman, perebusan, fermentasi, dan penyosohan kulit luar biji.
Saponin
Sebagian besar saponin ditemukan pada biji-bijian dan tanaman makanan ternak seperti alfalfa, bunga matahari, kedelai, kacang tanah. Saponin mempunyai efek menurunkan  konsumsi  ransum  karena  rasa  pahit  dan  terjadinya  iritasi  pada oral mucosa dan saluran pencernaan. Pada anak ayam yang diberi 0,9 % triterpenoid saponin bisa menurunkan konsumsi ransum, menurunkan pertambahan berat badan, menurunkan kecernaan lemak, meningkatkan ekskresi cholesterol dan menurunkan absorpsi vitamin A dan D.
Mimosin
Tepung daun lamtoro (Leucaena leucocephala) kering sama dengan tepung biji kapuk sebagai sumber protein. Lamtoro mengandung mimosin sebesar 3-5 % BK, tetapi juga mengandung senyawa antinutrisi lain termasuk protease inhibitor, tannin dan galactomannan. Karena adanya mimosin ini penggunaan lamtoro dalam ransum non  ruminansia  sebesar  5-10  %  tanpa  menimbulkan  gejala toxicosis.  Efek  yang merugikan  dari  mimosin,  yaitu  menurunkan pertumbuhan  dan  menurunkan produksi telur. Ayam muda lebih sensitif dari pada ayam dewasa.

Selain Hijauan Makanan Ternak, ada lagi yang dapat menjadi pakan ternak yang berasal dari pemanfaatan hasil samping pertanian, perkebunan, dan agroindustripertanian.  Salah satu potensi yang besar dari Indonesia yang merupakan negara agraris adalah jerami padi yang menghasilkan sekitar 6ton per hektar.  salah satu cara menjadikan jerami padi sebagai pakan adalah dengan melakukan fermentasi jerami padi. 

Proses Fermentasi  Jerami
Bahan dan Alat  
Jerami padi             :           1.000   kg
Tetes/molasses        :           4          liter
Air                           :           200      liter
Bakteri fermentasi   :          2          kg
Selang, ganco dan lokasi ternaungi beralas tanah
Karung plastik yang dijahit satu sama lain menjadi bentangan seluas permukaan lokasi fermentasi
Proses Fermentasi :
  1. Jerami ditumpuk dengan tinggi minimal 150 cm sambil diinjak-injak
  2. Bakteri fermentasi ditebar secara merata diseluruh permukaan jerami
  3. Molasses ditebar merata diseluruh permukaan jerami
  4. Tumpukan disiram dengan air secara merata
  5. Tumpukan ditutup bentangan karung plastik pada bagian atasnya
  6. Setelah Sembilan hari, karung penutup dibuka dan biarkan terjadi            fermentasi sampai umur tumpukan 12 – 14 hari
  7. Setelah itu tumpukan dibongkar dan diangin-anginkan
  8. Jerami fermentasi siap djadikan pakan atau disimpan sebagai stok pakan berserat





Tepat pukul 16.30 WIB, dua buah truk besar memasuki lokasi, dengan cekatan ketiganya segera menyongsong dengan membawa spayer pada punggung masing-masing dan melakukan penyemprotan pada kendaraan dan ternak yang masuk sebagai langkah awal biosecurity.  Kemudian truk pertama dipersiapkan untuk dibuka pintu baknya dan persiapan untuk turun 3 ekor ternak laktasi, 3 ekor ternak bunting tua dan 1 ekor ternak bunting 6-7 bulan.  Masing-masing ternak ditempatkan pada lokal masing-masing dimana telah dipersiapkan air minum dan rumput segar.  Truk kedua bergilir menurunkan ternak setelah truk pertama selesai.  Secara bergilir turun 2 ekor ternak dara bunting 6-7 bulan; 3 ekor ternak bunting 5-6 bulan dan 3 ekor ternak bunting 3-4 bulan, kesemuanya telah ditempatkan pada lokasi yang telah ditentukan.  Pak Jarwo bertugas untuk mengawal ternak yang datang, setelah diberikan injeksi preparat pemacu energi dan vitamin, beliau undur diri tidak lama setelah kedua truk pengangkut pergi.

Lenguhan ternak terdengar sebagai model pengenalan lingkungan baru seakan menjadi sebuah alunan orkestra terompet yang sangat syahdu.  Ternak segera memakan hijauan dan minum untuk mengembalikan kondisi tubuh akibat banyaknya energi yang hilang saat pengangkutan.  Proses adaptasi ternak merupakan sebuah kegiatan yang penting untuk diperhatikan.  Ternak yang diangkut dari sebuah tempat ke tempat yang lain akan mengalami sebuah kelelahan dan dapat berakibat pada penurunan produktifitas bila penanganan setelah pengakutan tidak diperhatikan.  Pemberian asupan energi pengganti melalui pemberian preparat pemacu pemecahan gula menjadi energi serta merangsang elektrolit tubuh, pemberian air minum untuk mengganti cairan tubuh yang hilang, dan kenyaman kandang akan sangat membantu ternak melakukan adaptasi dan rekondisi tubuh.  Tigapuluh menit kemudian tampak ternak sudah mulai beristirahat dengan cara merebahkan diri serta tidak lagi mengeluarkan lenguhan. 


Tampak Arman dan keluarga, personel kandang, personel tanaman organik, dan beberapa warga, termasuk pamong desa berkumpul dan menyaksikan peristiwa dimulainya usaha peternakan keluarga Arman.  Binar ceria dan seulas senyum terpampang dari raut muka yang gembira menyaksikan sejarah baru pertanian di Desa Sukamaju



------ bersambung LAKONKU ADALAH PETANI #11

Kamis, 16 April 2020

LAKONKU ADALAH PETANI #9


sambungan dari LAKONKU ADALAH PETANI #8


Manajemen untuk Peningkatan Kualitas

Selepas Ashar, terlihat Arman sedang duduk ditengah gazebo dekat rumah bersama-sama dengan Tono, Abdul, dan Arphan.  Rina sedang menggendong Irma sambil mengawasi Bimo yang sedang menyusun puzzle di salah satu sudut gazebo.  Bangunan gazebo berlantai dua yang dibangun Arman cukup artistik dan multiguna.  Lantai atas dengan separuh tembok, terbagi atas tiga ruangan.  Ruangan depan seperti teras dan ruangan tengah merupakan tempat berkumpul yang difasilitasi lemari penyimpanan buku, juga ada white board untuk sarana pertemuan, serta bagian dalam digunakan untuk musholla.  Lantai dasar gazebo diperuntukkan sebagai mess karyawan, sehingga dekat dengan lokasi kerja.  Alat cuci dan wudhu terletak pada ujung bawah tangga.  Bangunan gazebo ini aksesorisnya didominasi oleh bambu, kayu, dengan atap rumbia.


Ditangan kanan Arman, sebuah spidol white board berwarna hitam tengah dipegang sementara white board yang telah diberi beberapa gambar denah terletak disisi kiri Arman.  Saat itu sedang dilakukan pertemuan rutin mingguan sebagai sarana untuk saling berkomunikasi dan mengevaluasi aktivitas yang dilaksanakan.  “Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh”, Arman membuka pertemuan sore itu.  “Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh”, jawab seluruh hadirin serempak.  “Terimakasih kita kepada Yang Maha Kuasa atas rahmat dan berkah yang diberikan sehingga kita dapat berkumpul diwaktu dan kondisi yang sempurna.  Semoga kita selalu dapat mensyukuri nikmat yang diberikan-Nya. Shalawat dan salam untuk junjungan kita, Nabi SAW”, Arman menyampaikan kata-kata pembuka.  “Selanjutnya, seperti biasa kita melakukan pertemuan kecil ini sebagai sarana untuk saling memperat komunikasi dan menciptakan suasana yang menyenangkan.  Harapan kita adalah kebahagiaan dalam kehidupan.  Seperti pertemuan yang terdahulu, saya akan sampaikan tentang model manajemen”, terang Arman.

Kita harus melakukan aktifitas dengan target yang jelas dan tepat sasaran. Seperti yang telah kita tetapkan bersama bahwa :
  1. Melakukan aktifitas pertanian dengan memaksimalkan penggunaan sarana produksi pertanian yang berasal dari bahan organik
  2. Menganekaragamkan bedeng penanaman dengan tanaman sela sehingga selalu kita memperoleh hasil yang maksimal dan bervariasi
  3. Penggunaan agens hayati atau pupuk cair organik atau pupuk organik dalam setiap fase penanaman sesuai dengan program dan hasil pengamatan dilapangan
  4. Perlakuan yang apik terhadap hasil panen sehingga hasil panen lebih tahan lama dan dapat diterima oleh pasar
  5. Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kegiatan pendidikan dan latihan yang berkaitan dengan budidaya pertanian

Demikian paparan pertama Arman kepada team lahan sayurannya.  Lanjutnya lagi, penegasan untuk memelihara target menjadi sebuah program yang tertata dan tersusun.  Beberapa hal yang perlu ditekankan adalah rotasi persemaian, kebutuhan benih untuk persemaian, kebutuhan pupuk organik, kebutuhan sarana produksi pertanian, dan program penanganan pasca panen serta penataan kebersihan – kerapihan lahan.

Arman selanjutnya menyampaikan tentang sebuah fungsi pencatatan, dimana seluruh target yang menjadi program tersusun, ditata dalam sebuah catatan, dan dokumentasi pelaksanan kegiatan dilakukan sebagai prioritas dalam memantau setiap fenomena yang terjadi di lapangan sehingga mudah dalam pengambilan keputusan pemecahan masalah.  Pelaksanaan monitoring yang dilakukan oleh atasan bukan semata-mata mencari kesalahan orang lain, tetapi memastikan bahwa seluruh program terlaksana dengan baik.  Bila terjadi hal yang berbeda atau tidak sesuai dengan program, maka melalui proses pencatatan dan monitoring dilapangan akan mudah ditemukan dan diperbaiki atau dicari jalan keluar terbaik agar program tetap dapat terlaksanan secara tertata dan berkesinambungan.  Evaluasi yang dilaksanakan setelah pelaksanaan kegiatan berlangsung adalah salah satu cara cerdik untuk tetap menjaga motivasi dan semangat juang sehingga pelaksanaan kegiatan dapat diprioritaskan sebagai sebuah kegiatan yang dinamis.  Beberapa kunci yang perlu dilaksanakan agar seluruh program dapat berjalan dengan baik adalah : kedisiplinan dalam melakukan program dan melaksanakan aktifitas, pencatatan – monitoring, dan kerapihan alat dan lokasi kerja untuk menjamin kenyaman suasana beraktifitas.  Konsistensi dan persistensi harus dilaksanakan secara berkesinambungan dengan metode rekreatif dalam mencapai nilai rekreasi untuk menumbuhkan sifat kreatif.

Penjelasan Arman dilakukan sambil dicatat pada white board serta pembagian makalah yang telah dipersiapkan sebelumnya. Ketiga anak buahnya sibuk mencatat di buku kecil yang memang selalu dibawa untuk memudahkan pencatatan hal yang mereka lakukan dan melakukan apa yang mereka catat. Penanaman model manajemen yang diterapkan Arman cukup efektif, ada masa dimana Arman bertindak sebagai komandan, masa bertindak sebagai penilai, masa bertindak sebagai penghukum, masa bertindak sebagai pemberi pujian, masa bertindak sebagai kawan, dan masa bertindak sebagai sosok yang selalu diperlukan oleh personil operasi dilapangan.

Sikap Arman yang demikian membuat Abdul, Tono, dan Arphan merasa cocok dan bangga menjadi orang yang dapat membantu usaha yang dilakukan Arman.  Demikian pula dengan Arman, rasa bangga memiliki personel lapangan seperti mereka bertiga merupakan anugrah yang besar.  Diskusi antar mereka berempat bersifat membangun dan kadang diselingi dengan canda, apalagi ditambah hidangan teh rosella dan penganan kecil, hasil racikan Nyonya Arman, Bu Rina. 


Arman membagi lahannya menjadi tiga bagian dan masing-masing personel membawahi satu lokasi, seperti Abdul memimpin lokal A, Arphan membawahi lokal B, dan Tono menggarap lokal C.  masing-masing lokal terdiri atas 5 petak pembagi mulai dari A-1 sampai dengan A-5, B-6 sampai dengan B-10, dan C-11 sampai dengan C-15.  Masing-masing lokal dan petak telah ditanami beberapa jenis tanaman khusus, seperti : lokal A-1 sampai lokal A-3, ditanami cabai rawit dengan berbagai macam umur; lokal A-4 dan A-5, ditanami wortel.  Tumpang sari yang ditanam adalah caisim, bayam cabut, kangkung dan pak coy green.  Lokal B-6 dan B-7, ditanami terong lalap; lokal B-8 dan B-9 khusus ditanami kacang tanah; lokal B-10 ditanami daun bawang.  Lokal C-11 dan C-12 ditanami tomat, lokal C-13 ditanami kacang panjang, lokal C-14 ditanami buncis dan lokal C-15 ditanami pare.  Lokal C-11 dan C-12 ditumpang sarikan dengan pak coy green dan caisim.  Ketiga personel tersebut bertanggungjawab atas kerapihan dan kebersihan seluruh lokasi, pemupukan dan perawatan kebun buah-buahan di pekarangan rumah, secara bergantian mereka juga melakukan perawatan tanaman bunga disekeliling rumah dan tentunya, mereka bertanggungjawab atas persemaian tanaman sayur yang mereka usahakan.  Pengelolaan sawah khusus dipercayakan kepada Arphan, dimana dia secara berkala melakukan pemeriksaan, mengatur tenaga borong yang menggarap sawah dan melakukan panen.  Sementara Abdul sebagai tenaga yang paling tua dan berpengalaman, dipercaya sebagai koordinator personel.  Tono ditugaskan sebagai bagian umum yang bertugas melakukan perawatan atas peralatan dan perlengkapan aktifitas.  Rina bertugas melakukan penjualan, pencatatan dan administrasi kegiatan usaha.  Dasar pendidikan sekolah menengah akuntansi membuatnya piawai membantu Arman mengembangkan usaha.  Pembagian model aktifitas dilakukan dengan sistem yang luwes sehingga seluruh personel tetap semangat dalam melaksanakan aktifitasnya.

“Baiklah, setelah saya evaluasi dan lakukan pengamatan, penilaian saya atas aktifitas yang kalian lakukan sangat bagus dan teratur.  Kalian mampu mengemban amanah  dan tetap menjaga kedisiplinan.  Saya mohon kalian dapat terus menjaga dan meningkatkan kualitas kerja kalian.  Saya juga perlu sampaikan bahwa minggu depan kita akan bertambah lagi tiga orang personel yang bertugas di lokasi kandang ternak, saat ini mereka sedang magang di sebuah peternakan selepas mereka mengikuti pelatihan, saya harap kalian dapat saling bekerjasama dan khusus bagi kalian yang telah lama berada disini, saya minta untuk dapat memperkenalkan kondisi lingkungan kita dan tetapkanlah landasan kita dalam beraktifitas”, terang Arman. Pertemuan sore itu diakhiri dengan sholat maghrib berjamaah dan makan malam yang sederhana tetapi nikmat ala Bu Rina.



------ bersambung LAKONKU ADALAH PETANI #10

Selasa, 14 April 2020

LAKONKU ADALAH PETANI #8

sambungan dari LAKONKU ADALAH PETANI #7


Studi Lapangan

Suasana pasar hewan saat itu sangat ramai, pembeli dan penjual ternak berbaur saling melakukan transaksi.  Pasar hewan milik kabupaten itu dari halaman muka tampak lokasi parkir kendaraan pengunjung pada sisi kiri.  Pada sisi kanan yang memiliki akses lebih mudah menuju pintu keluar, terdiri atas parkir kendaraan pengangkut ternak.  Pada sisi pinggir lokasi parkir kendaraan pengunjung, terdapat beberapa kedai makanan. Sedangkan pada sisi kanan terdapat kantor kesehatan ternak yang bertugas memberi verifikasi ternak yang akan keluar hasil transaksi penjualan.  Kantor pasar hewan sendiri berada pada bagian tengah muka lokasi pasar hewan.  Masuk dari sisi kiri, akan ditemui kompleks penjualan ternak dara.  Tampak seorang penjual sedang tawar menawar dengan seorang pembeli untuk seekor ternak dara siap kawin, berkali-kali penjual menepuk ternak pada bagian belakang sambil tangannya memegang pangkal ikatan ternak untuk mendongakkan ternak sehingga ternak terlihat sehat dan trengginas.  Sementara pembeli sibuk mengitari ternak sambil mencermati baian per bagian, kadang kala mencubit kulit atau mengelus-elus badan ternak.  Negoisasi masih berlangsung alot ketika Arman dan Pak Bambang melintas.  Mereka rupanya sedang melakukan survey ternak dipasar hewan.  Pak Bambang perlu mengajak Arman agar dapat memilih ternak dengan baik.  


Pasar hewan merupakan lokasi transaksi ternak sebagaimana layaknya pasar tradisional yang kita kenal.  Pasar hewan di wilayah Jawa biasanya digelar dalam hari pasaran Jawa (Pon, Wage, Kliwon, Pahing, atau Legi) atau juga hari biasa (Senin – Minggu) dan dimulai sejak pagi hari – sore. Di proses lelang ternak dikenal juga istilah “blantik” atau sosok yang menjadi bagian dari proses tataniaga ternak dan memang profesinya sebagai pedagang dan pembeli hewan ternak.  Blantik ini biasanya memiliki modal cukup dengan armada dan tim yang akan membawa sejumlah ternak ke pasar hewan yang dibeli dari peternak didesa atau stok ternak mereka di rumah.  Sebelum gelaran pasar hewan, biasanya mereka berkeliling atau menjemput hewan ternak kepadapara ternak desa yang berkeinginan menjual ternaknya.  Para blantik sangat mengenal kualitas ternak yang baik, sehingga dapat menjadi supplier ternak atau pemberi referensi.  Hubungan mereka dengan Dinas Peternakan juga sangat baik karena selalu berhubungan dalam permintaan keterangan sehat atau pengajuan pemeriksaan hewan ternak, terutama hewan ternak yang dibawa lintas kota atau provinsi atau pulau. Mereka merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan pasa hewan, setidaknya sampai saat ini.
Saat itu masih pukul 10.00 WIB, Pak Bambang mengajak Arman masuk kedalam kedai makanan yang terdapat disepanjang sisi lokasi penjualan ternak.  Setelah masing-masing memesan kopi susu, mereka mulai berdiskusi sambil memandang lokasi penjualan ternak.  Pak Bambang memulai percakapan, “Pak Arman, coba bapak perhatikan seluruh ternak yang ada di lokasi pasar hewan ini.  Apa komentar bapak?”.  “waduh Pak Bambang, saya jadi bingung memilih ternaknya”, jawan Arman sambil mengelus-elus dagunya.  Setelah menyeruput kopi susunya, Bambang menceritakan tentang cara memilih ternak sapi perah.

Ciri-ciri ternak dara sapi perah yang baik  :
  1. Berumur antara 15 – 18 bulan
  2. Memiliki proporsi tubuh yang baik khas sapi perah, bentuk tubuh seperti baji/trapezium
  3. Puting berjumlah empat dan simetris dengan vena yang besar dan kulit ambing kendor
  4. Punggung lurus dengan tinggi badan minimal 130 cm dan prakiraan bobot badan antara 200 – 250 kg
  5. Tidak mengidap penyakit menular yang mengganggu reproduksi, seperti Brucellosis
  6. Kondisi organ reproduksi baik, dilakukan pemeriksaan melalui palpasi alat reproduksi
  7. Kondisi tracak ternak rapi dan kuat
  8. Matanya bercahaya, bentuk kepala baik, jarak kaki depan atau kaki belakang cukup lebar
  9. Berasal dari induk yang memiliki produksi baik
  10. Pundak tajam, badan cukup panjang, punggung dan pinggul rata, dada dalam dan
    pinggul lebar
  11. Sehat dan tidak cacat
Ciri-ciri ternak laktasi yang baik  :
  1. Berumur antara 36 – 42 bulan
  2. Memiliki proporsi tubuh yang baik khas sapi perah, bentuk tubuh seperti baji/trapezium
  3. Puting berjumlah empat dan simetris dengan vena yang besar dan bentukambing yang proporsional dan besar
  4. Punggung lurus
  5. Tidak mengidap penyakit menular yang mengganggu reproduksi, seperti Brucellosis
  6. Kondisi organ reproduksi baik, dilakukan pemeriksaan melalui palpasi alat reproduksi.  Memiliki catatan persalinan normal
  7. Kondisi tracak ternak rapi dan kuat
  8. Matanya bercahaya, bentuk kepala baik, jarak kaki depan atau kaki belakang cukup lebar
  9. Catatan produksi pada laktasi sebelumnya baik
  10. Pundak tajam, badan cukup panjang, punggung dan pinggul rata, dada dalam dan
    pinggul lebar
  11. Sehat dan tidak cacat
Ciri-ciri ternak pejantan yang baik  :
  1. Umur sekitar 4-5 tahun
  2. Memiliki tingkat kesuburan tinggi
  3. Daya menurunkan sifat produksi yang tinggi kepada anak-anaknya
  4. Berasal dari induk dan pejantan yang baik
  5. Besar badannya sesuai dengan umur, kuat, dan mempunyai sifat-sifat pejantan yang baik
  6. Kepala lebar, leher besar, pinggang lebar, punggung kuat
  7. Muka sedikit panjang, pundak sedikit tajam dan lebar
  8. Paha rata dan cukup terpisah
  9. Dada lebar dan jarak antara tulang rusuknya cukup lebar
  10. Badan panjang, dada dalam, lingkar dada dan lingkar perut besar
  11. Sehat, bebas dari penyakit menular dan tidak menurunkan cacat pada keturunannya.
Pak Bambang menjelaskan tentang cara memilih ternak dengan jelas dan detail.  Arman merasa semakin yakin untuk segera mengisi kandang dan memulai beternak.  Tidak terasa sudah hamper satu jam mereka duduk dikedai makanan dan sudah mencicipi soto dan beberapa potong penganan.  Kemudian mereka bangkit dan keluar untuk mengamati jenis ternak lain yang dijual di pasar hewan, seperti pedet lepas sapih, ternak laktasi, ternak pejantan, dan dara siap kawin atau dara bunting.  Disisi lain pasar hewan terdapat juga satu lokal khusus untuk menjual ternak kambing atau domba.  Sambil berteduh dibawah pohon, Pak Bambang kembali menerangkan tentang ternak domba.


Ciri untuk calon induk:
  1. Tubuh kompak, dada dalam dan lebar, garis punggung dan pinggang lurus, tubuh besar, tapi tidak terlalu gemuk.
  2. Jinak dan sorot matanya ramah.
  3. Kaki lurus dan tumit tinggi.
  4. Gigi lengkap, mampu merumput dengan baik (efisien), rahang atas dan bawah rata.
  5. Dari keturunan kembar atau dilahirkan tunggal tapi dari induk yang muda.
  6. Ambing simetris, tidak menggantung dan berputing 2 buah.

Ciri untuk calon pejantan :
  1. Tubuh besar dan panjang dengan bagian belakang lebih besar dan lebih tinggi, dada lebar, tidak terlalu gemuk, gagah, aktif, dan memiliki libido (nafsu kawin) tinggi.
  2. Kaki lurus dan kuat.
  3. Dari keturunan kembar.
  4. Umur antara 1,5 sampai 3 tahun.

Aktivitas mereka terjeda dengan waktu dzuhur dan makan siang, kemudian kembali ke pasar hewan dan mengamati akhir transaksi. Sambil duduk di depan tempat menjual rumput gajah dan memandang kegiatan di pasar hewan, Pak Bambang menyenggol sedikit Arman sambil berkata, “Pak Arman, saya kasih tips nih.  Waktu terbaik untuk memutuskan pembelian adalah saat menjelang sore”. “Maksud Pak Bambang?”, sambut Arman kepo. “Begini Pak, kalau Bapak ingin memilih ternak, Bapak lakukan survei dan tandai ternak, pemilik atau blantik, serta posisinya. Menjelang sore, PakArman akan saksikan apakah ternak itu benar sehat atau segar. Bagi ternak yang sehat, maka tubuhnya akan tetap terlihat sehat dan bugar, tetapi kalau ternaknya tidak sehat, akan terlihat lemas dan tidak bergairah”, terang Pak Bambang. Arman terlihat manggut-manggut sambil mencamkan perkataan Pak Bambang sebagai referensi.  Setelah dirasa cukup, mereka memutuskan untuk kembali pulang, karena pada pukul 14.00 WIB, Pak Bambang memiliki agenda pertemuan dengan Sekolah Menengah Pertanian jurusan Peternakan yang akan melakukan praktik kerja di perusahaan SUSU SEHAT.  Sebelum meninggalkan pasar hewan, Arman menyempatkan diri membeli topi cowboy dan sepasang cemeti untuk oleh-oleh Bimo.



------ bersambung LAKONKU ADALAH PETANI #9