Kamis, 12 Maret 2020

LEISA #SeriPertanianTerpadu

Hallo gaes, ketemu lagi ...
Maaf ya kalau harus berganti blog, karena blog yang lalu tidak dapat lagi diakses, semoga ini akan membuat kita semakin manstaf berkomunikasi.
Pertanian Terpadu mengkedepankan kemandirian, dimana suatu aktivitas di bidang pertanian diharapkan dapat berjalan dengan menggunakan potensi yang ada di sekitarnya.  
Konsep LEISA (Low Eksternal Input Sustainable Agriculture) merupakan penyangga dalam pelaksaan Pertanian Terpadu.  LEISA mengajak para pelaku Pertanian Terpadu untuk berfikir taktis, berstrategis, dan bertindak efektif dalam menjalankan kegiatan di bidang pertanian. LEISA mengajarkan cara untuk memaksimalkan semua potensi yang ada disekitar dan memadupadankan menjadi sebuah kekuatan yang dahsyat. 
Misalnya di sebuah kawasan pertanian, maka ada hasil samping pertanian dan perkebunan (seperti : jerami, daun kacang tanah, daun kedelai, kulit kacang tanah, tongkol jagung, klobot jagung, batang dan daun jagung, daun tebu) sebagai pakan ternak. Kotoran ternak yang didekomposisi menjadi kompos dan urine ternak yang difermentasi menjadi pupuk organik cair. 
Melalui sinergitas tersebut, maka lahan tidak akan kekurangan unsur hara untuk pertumbuhan dan produkvitasnya sehingga pertumbuhan tetap terjaga baik dan produksi terus meningkat, disamping kondisi lahan tetap tejaga kualitas fisik, kimia, dan biologinya.  Ternak juga tidak akan kekurangan pakan karena tersedia disekitar dalam jumlah yang cukup dan kualitas yang baik, meski ada hasil samping pertanian atau perkebunan yang perlu diberi perlakuan fermentasi. 
Konsep LEISA ini pada akhirnya akan memberikan keuntungan:
  • Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya Lokal, potensi wilayah dapat diupayakan menjadi sumber daya bagi pengembangan kegiatan di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, dan atau perikanan.
  • Maksimalisasi Daur Ulang (Zero Waste), tidak ada lagi jerami dibakar, atau kotoran ternak ditumpuk tanpa guna. Semua dapat diberdayakan dan didayagunakan
  • Minimalisasi Kerusakan Lingkungan (Ramah Lingkungan), mesra alam karena lahan akan semakin produktif dengan meminimalisir penggunaan pupuk sintetis dan penjagaan kualitas lahan karena menggunakan pestisida nabati
  • Diversifikasi Usaha, tidak hanya hasil utama satu bidang saja, tetapi seorang petani akan dapat menjadi peternak, petambak, pekebun, pengusaha karena semua aktivitasnya memberikan sinergi satu sama lain
  • Pencapaian Tingkat Produksi Yang Stabil Dan Me
    madai Dalam Jangka Panjang
    , seorang petani akan menghasilkan beras, tetapi juga hasil ternak, kompos, ikan, pestisida nabati, pakan ternak, media tanam dan komoditas lain yang akan menjadi pendapatan harian, mingguan,bulanan, semester, atau tahunan
  • Menciptakan Kemandirian, kondisi di atas akan menjadikan seorang petani memiliki sumber kekuatan yang stabil dan saling memperkuat sisi ekonomi, sosial, kemanusiaan, dan juga nilai keimanan. Konsepini tentunya bila dikembangkan dalam skala luas (kelompok) akan memberikan efek bola salju yang semakin membesar 


#PertanianTerpadu 
#JanganLupaBerdoa
#TetaplahBahagia





Tidak ada komentar:

Posting Komentar