Petani bajak sawah pake traktor.
Kerja rutin ngontrol ladang numpak harley
Ngitung laba panen pake komputer.
Kirim order beras pake helikopter
Kapan-kapan. Semua itu akan
terjadi. Entah kapan. Para petani hidup bagai orang di kota
Nggak mungkin nggak mungkin
semua itu terjadi. 103 tahun mungkin
Nggak mungkin nggak mungkin
semua itu terjadi. 100 tahun lagi mungkin
Lagu dari grup musik SLANK dengan judul Pak Tani ini sepertinya mulai terealisasi, harga beras yang melonjak cukup signifikan dengan alasan El Nino sehingga belum ada panen padi saat ini sehingga stock berkurang dan terjadi kekurangan supply sehingga harga bertambah, ada juga yang menyatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya kontestasi pilihan calon anggota legislatif yang menggunakan sembako sebagai alat kampanye menarik simpati konstituen.
Terlepas dari hal tersebut, seharusnya memang petani kita harus dapat memperoleh nilai maksimal dari usaha pertanian yang mereka usahakan. Konsep “Close Loop” yang dikembangkan Kementerian Pertanian RI sangat baik untuk dimaksimalkan dalam menjadikan usaha mereka berkembang melalui aktifitas Pertanian Terpadu.
Dunia pertanian (perkebunan, pertanian tanaman pangan, peternakan) merupakan usaha yang mampu memberi nilai ekonomis dan meningkatkan kemantapan swasembada produk pertanian untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pelaksanaan usaha pertanian saat ini kebanyakan masih dilaksanakan secara parsial sehingga eksplorasi usaha yang dapat saling mendukung tidak dapat optimal. Pelaksanaan usaha pertanian yang saling terintegrasi akan menciptakan suatu konsep usaha yang akan saling melengkapi dan meniadakan limbah pertanian yang biasanya terjadi.
Pola pertanian terpadu sendiri merupakan suatu pola yang mengintegrasikan beberapa unit usaha dibidang pertanian yang dikelola secara terpadu, berorientasi ekologis sehingga diperoleh peningkatan nilai ekonomi, tingkat efisiensi dan produktifitas yang tinggi. Melalui pertanian terpadu, akan dapat dihasilkan produk-produk pertanian, perkebunan dan peternakan melalui sinergitas antar unit dengan mengedepankan kelestarian lingkungan yang selanjutnya akan menghasilkan peningkatan secara ekonomis karena penambahan nilai daya dan guna melalui efisiensi dan efektifitas tinggi serta nilai produktifitas usaha yang baik.
Konsep LEISA (Low Eksternal Input Sustainable Agriculture) merupakan penyangga pola pertanian terpadu. Konsep LEISA yang dilaksanakan akan melahirkan manfaat dan keuntungan, yaitu :
- Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya Lokal
- Maksimalisasi Daur Ulang (Zero Waste)
- Minimalisasi Kerusakan Lingkungan (Ramah Lingkungan)
- Diversifikasi Usaha
- Pencapaian Tingkat Produksi Yang Stabil Dan Memadai Dalam Jangka Panjang
- Menciptakan Kemandirian
Konsep LEISA yang mengedepankan pemanfaatan sumber daya lokal sebagai bahan baku pola pertanian terpadu akan menjaga kelestarian usaha pertanian sehingga tetap eksis dan memiliki nilai efektifitas, efisiensi serta produktifitas yang tinggi. Dalam konsep ini dikedepankan dua hal : pertama, mengubah limbah pertanian menjadi pakan ternak dan kedua, mengubah limbah peternakan menjadi pupuk organik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar