Selasa, 17 Maret 2020

PERTANIAN, PETERNAKAN dan POTENSI ZAKAT #SeriPertanianTerpadu

Hallo gaessss, Salam Pertanian Terpadu

Profesi Petani dikenal sebagai profesi yang melulu mengadakan bahan pangan seperti beras dan jagung, iya gak sih? sementara Peternak lebih dikenal sebagai profesi yang akan menghasilkan produk telur, daging, dan air susu.
Padahal kedua profesi ini dari kacamata Pertanian Terpadu adalah profesi yang bisa dikerjakan bersama atau ditandemkan.

Masih ingatkhan Prinsip Pertanian Terpadu?
1. Merubah hasil samping pertanian menjadi pakan 
2. merubah hasil samping peternakan menjadi kompos

Prinsip Pertanian Terpadu

Kita coba ulas ya

Seorang petani yang memiliki sawah seluas 1 hektar akan menghasilkan Gabah Kering Panen (GKP) rerata 8,5 ton, dan digiling menghasilkan 5,1 ton beras bila harga per kilogram (nett) Rp9.500,00 maka seorang petani akan mendapatkan hasil Rp48.450.000,00 per satu periode panen. Bila biaya produksi sebesar Rp12.000.000,00 per periode akan menyebabkan seorang petani mendapatkan hasil bersih Rp36.450.000,00 atau bila tiga kali musim panen akan memperoleh pendapatan sebesar Rp109.350.000,00 setara dengan Rp9.112.500,00 per bulan. Ini kerens ya

Petani ini sudah mencapai nisab zakat sebesar 653kg beras atau 1 ton GKP.

jadi besaran zakatnya =
kalau menggunakan irigasi, kadar zakatnya 5% = Rp455.625,00 per bulan = Rp1.366.875,00 setiap kali panen
kalau menggunakan tadah hujan, kadar zakatnya 10% = Rp911.250,00 per bulan = Rp.3.645.000,00 setiap kali panen

Potensi Zakat
kalau di Indonesia ada 7.643.948 hektar, maka potensi zakat per bulan mencapai Rp.3.482.773.807.500,00 .... luar biasa, kalau 50%nya dapat kita gali maka ada potensi zakat sebesar Rp1.741.386.903.750,00 per bulan atau Rp20.896.642.800.000,00 per tahun

berkah sekali ya.

nha gaess, ternyata tidak hanya itu. Petani ini akan menghasilkan jerami yang jumlahnya setiap kali panen sekitar 5ton per hektar = 15ton per tahun. Kalau dibuat jerami fermentasi dan menyusut 20% akan menghasilkan sekitar 12.000kg jerami fermentasi.
Bila kemudian petani ini memelihara ternak sapi, maka satu hektar sawah itu cukup untuk = 12.000kg : 16kg/ekor/hari : 365 hari = 2 ekor ternak sapi atau 6,5 ekor ternak domba. Ternak domba dapat mengkonsumsi jerami, kalau ternak kambing tidak, karena ternak kambing lebih memilih memakan daun daripada jerami / rumput.

sekarang kita hitung potensi pupuknya
2 ekor ternak sapi akan menghasilkan 24kg kotoran ternak segar setiap hari dan bila diproses menjadi kompos akan menyusut 40% sehingga menjadi 14,4kg kompos per ekor perhari atau 5.000kg kompos per tahun.
Dua ekor ternak sapi akan menghasilkan urine sekitar 20liter, kalau dibuat pupuk cair akan menghasilkan 7.300liter pupuk cair per tahun.
Setiap hektar tanaman padi sawah memerlukan sekitar 1.500kg kompos sebagai pupuk dasar dan 200liter pupuk cair untuk setiap periode.
Jadi, kalau seorang petani memiliki 1 hektar sawah dengan 2 ekor ternak sapi, maka petani tersebut akan mampu secara mandiri menyediakan pupuk untuk kepentingan sawahnya sepanjang tahun, malah ada surplus kompos dan pupuk cair.
Bila kebutuhan pupuk itu sebesar 10% total biaya, maka nilai penghematan biaya per periode tanah adalah sebesar Rp1.200.000,00 atau Rp.3.600.000,00 per tahun atau Rp.360.000,00 per bulan

kalau sudah begini, maka pendapatan petani akan meningkat.
Tidak hanya itu, dua ekor ternak sapi yang dipelihara juga akan memberikan penghasilan sekitar Rp2.000.000,00 per bulan dengan catatan penggemukan selama 3 bulan, artinya petani itu akan memiliki turn over ternak sapi 8 ekor setiap tahun.

Sehingga bila dijumlahkan petani itu akan mendapatkan pendapatan sebesar :
|
Rp9.112.500,00 + Rp360.000,00 + Rp.2.000.000,00 = Rp11.472.500,00 per bulan. Fantastik khan?

Tidak hanya itu, Petani itu akan membuat lahan tetap terjaga kesuburannya karena menggunakan bahan organik sebagai pupuk, produktivitas juga akan meningkat, mesra alam, dan pastinya zakatnya semakin banyak, yang in syaa Allah memberi keberkahan bagi semesta.

coba tengok tentang LEISA

asik khan gaes, demikian sedikit model Pertanian Terpadi antara lahan sawah dengan peternakan. Kita bertemu dengan model Pertanian Terpadu  yang akan datang



Tidak ada komentar:

Posting Komentar