Arman menjalankan prinsip preventif dalam penjagaan
kesehatan ternak dengan melakukan perawatan ternak
dengan baik akan mengurangi penggunaan obat-obatan dan tentunya akan mengurangi
beban biaya produksi. Gangguan kesehatan
yang sering terjadi pada ternak sapi, seperti yang pernah diterangkan oleh drh.
Subakti
KESEHATAN DAN
PENGENALAN PENYAKIT PADA TERNAK SAPI PERAH
Pengertian, istilah / definisi dan tanda-tanda sapi sakit
Pengertian
Kesehatan adalah suatu keadaan yang dapat menunjukkan
keadaan suatu ternak dalam kondisi tertentu (sehat atau tidak ternak itu sendiri).
Istilah, Definisi
Definisi hewan sakit
Seekor hewan dikatakan sakit, apabila keadaan tubuhnya
atau alat tubuhnya mengalami perubahan sehingga mengakitbatkan gangguan fungsi
dari tubuh atau alat tubuh hewan tersebut.
Infeksi
Suatu proses dimana mikro organisme masuk ke dalam tubuh
hewan dan menyebabkan gangguan dari salah satu fungsi alat tubuh.
Zoonosis
Penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia atau
sebaliknya.
Misalnya : Antrax, Rabies, dan Brucella
Carries
Hewan pembawa bibit penyakit dimana didalam tubuhnya di
ketemukan mikro organisme yang patogen, tetapi ia sendiri tidak menderita
penyakit tersebut dan dia dapat menulari individu yang lain.
Akut
Perjalanan penyakit yang prosesnya cepat sekali.
Misalnya : Antrax, SE, bila lebih cepat lagi perakut.
Chronis
Perjalanan penyakit yang berlangsung lama (menahun)
Misalnya : TBC, Lepra dll.
Resistensi
Daya tahan atau daya kekuatan tubuh untuk menahan
serangan penyakit.
Curatif
Tindakan pengobatan pencegahan terhadap penyakit tertentu
dengan menggunakan obat-obatan, antisera, anti biotika, dll
Preventif
Usaha tindakan pencegahan terhadap suatu penyakit dengan
jalan vaksinasi.
Vaksin
Produk bilogis yang dibuat dengan cara membunuh atau mengurangi
virulensi dari mikro organisme yang dapat menimbulkan imunitas aktif.
Diagnosa
Menentukan penyakit.
Anti biotika
Obat-obatan yang dapat membunuh kuman-kuman atau menyetop
pertumbuhannya yang berasal dari sejenis jamur atau syntetisnya.
Toxin
Zat racun yang dihasilkan oleh mikro organisme.
Toxoid
Racun/toxin yang sudah dinetralkan dengan mempergunakan zat
kimia seperti formalin, sehingga tidak berbahaya lagi.
Tanda-tanda sapi sakit
Secara umum sapi sakit akan menunjukkan tanda-tanda
sebagai berikut :
- Nafsu makan turun / berkurang
- Lesu / males
- Suhu badan berubah
- Bulu berdiri ( njegrik, bahasa Jawa )
- Secara khusus sapi sakit akan menunjukkan tanda-tanda yang tidak / hampir sama, tergantung pada jenis penyakit yang diderita oleh ternak itu sendiri misalnya :
- Suhu badan meningkat / turun
- Keluar eksudat pada hidung
- Mata sayu, menjadi merah
- Kotoran encer, dll
Penyakit
Antrax (radang limpa)
Penyebabnya : Bacillus antracis
Symptomatology / gejala
Klinis :
Pre-akut :
- Mendadak segera terjadi kematian karena pendarahan otak.
- Sesak nafas, gemetar, kemudian hewan rebah dan kejang.
Akut :
- Pada sapi, domba, kuda, mula-mula demam, gelisah,
pernafasan susah, lemah dan akhirnya mati.
- Demam mencapai suhu 41,5o C, rawinasi berhenti
kemudian keluar ekskreta berdarah.
Theraphy / pemberantasan
Vaksinasi Antrax tiap tahun
Untuk hewan yang terserang sakit dapat diaplikasikan salah
satu dari perlakuan berikut :
- Penyuntikan anti sera
- Penyuntikan anti biotika
- Penyuntikan anti biotika dan serum
- Pengobatan hewan sakit
- Anti serum 100 – 150 ml/hewan besar, 50 – 100 ml/hewan
kecil.
- Penicilin 6.000 – 20.000 I.U/kg BB/hari untuk hewan kecil,
20.000 – 40.000 I.U/kg BB/hari untuk hewan besar.
- Streptomycin 10 gr untuk hewan besar berat 400-600 kg,
setiap hari diberikan dalam dua dosis 1 m atau perstrep.
- Oxytetraciclin : sapi – kuda mula-mula 2 gr I.U/IV
kemudian 1 gr tiap hari selama 3-4 hari sampai sembuh.
BRUCELLOSIS / Keguguran
Penyebab : Kuman Brucella ( Bruce. 1987 )
Gejala :
Pada sapi tanda - tanda klinik
yang utama ialah keguguran yang
diikuti dengan kemajuan temporer atau permanen dan menurunnya produksi
susu. Keguguran yang disebabkan
Brucella biasanya akan terjadi pada umur kebuntingan 5-8 bulan. Cairan janin yang keluar terjadi keguguran
berwarna keruh.
Theraphy / pemberantasan
- Belum ada obat yang efektif
- Usaha-usaha pencegahan terutama ditujukan kepada tindakan
sanitasi dan tata laksana :
- Sisa-sisa abortusan di hapus hamakan. Factus dan placentatus di bakar dan vagina apabila
mengeluarkan cairan harus diirigasi selama 1 minggu. Bahkan desinfektan antara lain : Phenol, Kresol, Biocil, Lisol.
- Hindarkan perkawinan antara pejantan dan betina yang
mengalami keguguran.
- Anak-anak dari induk penderita brucella sebaiknya di beri susu hewan lain yang bebas brucella.
- Kandang, peralatan harus di suci hamakan serta hewan
pengganti jangan segera di masukkan.
Penyebab Abortus
Asal
|
Penyakit
|
Simptoma
|
Pembawa
|
Pencegahan
|
Bakteri
|
Brucellosis
|
Abortus
setelah umur kebuntingan 4 bulan
Retensi
placenta
|
Pencernaan
Perkawinan
Pelukaan
pada kulit
|
Vaksinasi
pedet
Pengujian
dan pemotongan
Pemisahan
ternak baru
sanitasi
|
Leptospirosis
|
Abortus setelah umur kebuntingan 6 bulan
|
Pencernaan
Mukosa
membran
Pernapasan
Gangguan
hewan liar
|
Vaksinasi
Pemusnahan
carrier penyakit
Jauhkan
dari ternak babi
|
|
Listeriosis
|
Abortus
setelah umur kebuntingan 6 bulan
Tidak
lazim
|
Ternak
baru
Silase
Stress
|
pemisahan
ternak baru
penghentian
pemberian silase
sanitasi
|
|
Vibriosis
|
Abortus
setelah umur kebuntingan 6 bulan
Terjadi waktu siklus yang panjang
|
Perkawinan
|
Inseminasi
Buatan
Pejantan tidak tertular untuk Induk yang tidak tertular
|
|
Virus
|
BVC
(Bovine Viral Diarrehea)
|
Abortus
Demam
Erosi
pada mulut dan gusi
Diare
|
Kontak
langsung dengan ternak berpenyakit
Pakan
Air
|
Sanitasi
Vaksinasi
|
IBR
(Infectious Bovine Rhinotracheitis)
|
Abortus
setelah umur kebuntingan 6 bulan
Deman
Pilek
Rotasi
pada mata
Pelukaan
di vagina
Pelukaan di alat kelamin jantan
|
Kontak
langsung
Perkawinan
Urine
dan cairan tubuh
|
Penyemprotan vaksin pada daerah hidung
|
|
Protozoa
|
Trichomoniasis
|
Siklus
berahi yang panjang
Abortus
setelah umur kebuntingan 1 - 4 bulan
|
Perkawinan
|
Inseminasi
Buatan
Pejantan tidak tertular untuk Induk yang tidak tertular
Culling
untuk pejantan yang tertular
|
Jamur
|
Mycotic
Abortion
|
Terjadi
Nekrosi pada cotyledon
Lecet
pada janin yang abortus
Abortus pada umur kebuntingan 5 – 7 bulan
|
Pencernaan
(?)
|
Penghilangan bahan pakan yang terkena jamur
|
COLIBACILLOSIS / White scours
Penyebab :
- Septicaemio colibacillosis
- Enterio toxannic colibacillosis
- Enterio cociacillosis
Gejala :
Pada anak sapi
biasanya di jumpai pada anak sapi umur sampai 4
hari. Penyakit ini bersifat akut
kematian dapat terjadi dalam 4 hari tanpa adanya gejala klinik yang jelas. Bila terdapat gejala klinik hewan menjadi
lemah, depresi, anorexia, suhu badan dan denyut cor meningkat kemudian menurun dengan cepat hingga sub normal dibarengi
dengan diare.
Theraphy dan pemberantasan
Untuk pencegahan, sanitasi dan hygiene yang baik mutlak
diperlakukan. Disinfeksi setiap ada
penggantian ternak baru. Pada anak sapi
berikan colostrum.
Untuk theraphy,
bermacam - macam anti biotika seperti
tetracyline, stretomycin, neomycin, preparat sulfa, perlu juga diberikan obat
penunjang seperti NaCl fisiologis atau Dextroringen infus.
SEPTICAEMIA EPIZOOTICA (S.E) / NGOROK
Penyebab : Pasteurella
multocida type tertentu
Gejala :
ada 3 bentuk yaitu : busung, pectoral dan
intestinal. Masa inkubasi berkisar 1-2
hari dengan gejala-gejala umum: lesu, demam, gemetar, mata sayu, berair, nafsu
makan turun, ruminasi, gerakrumen dan usus menurun sampai hilang seperti
konstipasi.
Theraphy dan pemberantasan
Pencegahan :
- Peraturan yang ketat terhadap pemasokan hewan.
- Untuk daerah tertular,
hewan sehat di
vaksin dengan vaksin oil Adjuvant, sedikitnya setahun sekali / 3 ml, 1
M.
- Pada hewan sakit di pilih salah satu perlakuan berikut :
- Penyuntikan anti serum
- Penyuntikan anti biotika, streptomycin 20 mg/kg BB, tetramycin aeromycin atau cheoramycetin 4
mg/kg BB 1 M.
- Penyuntikan anti serum dan anti biotika
MASTITIS / Radang Kelenjar Susu
Penyebab : Streptococcus
Gejala :
- Ambing panas membengkak, meradang
- Nafsu makan menurun, sehingga kondisi tubuh menurun pula
- Produksi susu menurun
Theraphy dan pemberantasan:
- Sanitasi kebersihan dan hygiene perlu dijaga untuk
menghindari timbulnya penyakit ini.
- Pada putting yang terserang mastitis agar sering di perah
untuk pengeluaran air susunya.
- Pengobatan dengan procain penicillin G (PPG) 100.000
I.U/Kwantir intra manusia.
- Terhadap infeksi neonatal PPG 20.000 I.U/kg BB, 1 x
sehari 3-7 hari berturut-turut.
BLOAT / Kembung
Penyebab :
- Penimbunan gas dalam perut maupun rumen yang terjadi saat
fermentasi dalam rumen yang berjalan cepat.
Disebabkan karena pemberian hijuan yang terlalu muda dan masih banyak
mengandung air. Pemberian hijauan yang
masih basah baik basah karena air hujan atau embun. - Pemberian ransum secara berlebihan dengan
bahan-bahan yang mudah dan cepat difermentasi seperti daun kol, daun lobak,
daun wortel. Melepas sapi untuk merumput
pada waktu masih terlalu pagi.
Gejala-gejala sebagai berikut :
- Perut membesar
- Rintihan maupun erangan jelas kedengaran
- Denyut jantung melemah
- Selaput lendir mulut berwarna kebiru-biruan
Pengobatan:
- Dengan pemberian cuci kembung dibering lewat mulut dengan
dosis 100 cc ditambah air 500 cc kemudian di berikan dengan
cara drench ( cekokan ) atau melalui stomachtube. Cara lain adalah injeksikan langsung ke
dalam rumen melalui suatu jarum hipodemik dan berukuran besar. - Dalam keadaan darurat, suatu trocnar dan
canula harus dimasukkan dan obat anti kembung di injeksikan melalui canula.
FASCIOLASIS / Cacing hati
Penyebab : Fasciola gigantica atau Fasciola hepatica
Gejala :
- Kadang-kadang mencret, pengurasan berjalan cepat, lemah
dan anemia
- Penurunan produktivitas
Theraphy dan pemberantasan
- Potong cyclus hidup dengan memberantas siput dengan
mollusida biologik … itik.
- Rotasi lapangan rumput, memperbaiki sistem pengairan / drainage sehingga lahan dapat dengan mudah dikeringkan.
- Pemberian Dovenik / Kalbazen / Trodak
PNEUMONIA / Radang Paru-paru
Gejala :
Suhu tubuh meningkat dengan cepat – Berbaring terus, lesu
dan nafas terengah-engah – Tidak ada nafsu makan – Kondisi tubuh menurun dengan
tajam – Dari lubang hidung sering keluar
ingus – Batuk-batuk ringan – Kulit menjadi kasar dan kusam.
Theraphy dan pemberantasan:
- Pencegahan, agar diupayakan hal-hal sebagai berikut :
- Menjaga, memelihara kebersihan kandang.
- Hindari penumpukan anak-anak sapi pada satu tempat.
- Pemberian ransumnya memenuhi standar kualitas.
- Menjaga kebersihan air minum.
- Menambah ransum dengan daun petai cina.
- Pemberian anti biotik antara lain : Teramycin dan Streptomycin
Sambil mengandeng Bimo menuju rumah untuk
makan siang, Arman berkata, “Terimakasih Nak, sudah ingatkan dan memberitahu
ayah, ada sapi yang akan beranak”. Kenang Arman akan
kejadian beberapa hari lalu. “Ah ayah, tadi Bimo sudah takut kalau sapinya
keracunan karena tadi seperti permen
karet yang ditiup ..he..he”, kata Bimo, tersipu-sipu. “Kamu harus banyak belajar ya nak, biar makin
pintar”, kata Arman. “Ajari Bimo dong
Yah, biar Bimo nanti bisa membantu ayah memelihara sapi”, pinta Bimo. “kamu tadi sudah membantu Nak. Terus belajar ya. Sekarang ayo balapan sama ayah kerumah, kalo
Bimo menang ada coklat lho”, canda Arman.
“Ayo yah”, sambut Bimo sambil berlari menuju rumah diikuti ayahnya.
------ bersambung LAKONKU ADALAH PETANI #14