Selasa, 28 April 2020

LAKONKU ADALAH PETANI #13

Sambungan dari LAKONKU ADALAH PETANI #12


Arman menjalankan prinsip preventif dalam penjagaan kesehatan ternak dengan melakukan perawatan ternak dengan baik akan mengurangi penggunaan obat-obatan dan tentunya akan mengurangi beban biaya produksi.  Gangguan kesehatan yang sering terjadi pada ternak sapi, seperti yang pernah diterangkan oleh drh. Subakti


KESEHATAN DAN PENGENALAN PENYAKIT PADA TERNAK SAPI PERAH

Pengertian, istilah / definisi dan tanda-tanda sapi sakit

Pengertian
Kesehatan adalah suatu keadaan yang dapat menunjukkan keadaan suatu ternak dalam kondisi tertentu (sehat atau tidak ternak itu sendiri).

Istilah, Definisi

Definisi hewan sakit
Seekor hewan dikatakan sakit, apabila keadaan tubuhnya atau alat tubuhnya mengalami perubahan sehingga mengakitbatkan gangguan fungsi dari tubuh atau alat tubuh hewan tersebut.

Infeksi
Suatu proses dimana mikro organisme masuk ke dalam tubuh hewan dan menyebabkan gangguan dari salah satu fungsi alat tubuh.

Zoonosis
Penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya.
Misalnya : Antrax, Rabies, dan Brucella

Carries
Hewan pembawa bibit penyakit dimana didalam tubuhnya di ketemukan mikro organisme yang patogen, tetapi ia sendiri tidak menderita penyakit tersebut dan dia dapat menulari individu yang lain.

Akut
Perjalanan penyakit yang prosesnya cepat sekali.
Misalnya : Antrax, SE, bila lebih cepat lagi perakut.

Chronis
Perjalanan penyakit yang berlangsung lama (menahun)
Misalnya : TBC, Lepra dll.

Resistensi
Daya tahan atau daya kekuatan tubuh untuk menahan serangan penyakit.

Curatif
Tindakan pengobatan pencegahan terhadap penyakit tertentu dengan menggunakan obat-obatan, antisera, anti biotika, dll

Preventif
Usaha tindakan pencegahan terhadap suatu penyakit dengan jalan vaksinasi.

Vaksin
Produk bilogis yang dibuat dengan cara membunuh atau mengurangi virulensi dari mikro organisme yang dapat menimbulkan imunitas aktif.

Diagnosa
Menentukan penyakit.

Anti biotika
Obat-obatan yang dapat membunuh kuman-kuman atau menyetop pertumbuhannya yang berasal dari sejenis jamur atau syntetisnya.

Toxin
Zat racun yang dihasilkan oleh mikro organisme.

Toxoid
Racun/toxin yang sudah dinetralkan dengan mempergunakan zat kimia seperti formalin, sehingga tidak berbahaya lagi.

Tanda-tanda sapi sakit

Secara umum sapi sakit akan menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut :
  • Nafsu makan turun / berkurang
  • Lesu / males
  • Suhu badan berubah
  • Bulu berdiri ( njegrik, bahasa Jawa )
  • Secara khusus sapi sakit akan menunjukkan tanda-tanda yang tidak / hampir sama, tergantung pada jenis penyakit yang diderita oleh ternak itu sendiri misalnya :
  • Suhu badan meningkat / turun
  • Keluar eksudat pada hidung
  • Mata sayu, menjadi merah
  • Kotoran encer, dll 


Penyakit

Antrax (radang limpa)
Penyebabnya : Bacillus antracis
Symptomatology / gejala
Klinis :
Pre-akut :
- Mendadak segera terjadi kematian karena pendarahan otak.
- Sesak nafas, gemetar, kemudian hewan rebah dan kejang.
Akut :
- Pada sapi, domba, kuda, mula-mula demam, gelisah, pernafasan susah, lemah dan akhirnya mati.
- Demam mencapai suhu 41,5o C, rawinasi berhenti kemudian keluar ekskreta berdarah.
Theraphy / pemberantasan
Vaksinasi Antrax tiap tahun
Untuk hewan yang terserang sakit dapat diaplikasikan salah satu dari perlakuan berikut :
- Penyuntikan anti sera
- Penyuntikan anti biotika
- Penyuntikan anti biotika dan serum
- Pengobatan hewan sakit
- Anti serum 100 – 150 ml/hewan besar, 50 – 100 ml/hewan kecil.
- Penicilin 6.000 – 20.000 I.U/kg BB/hari untuk hewan kecil, 20.000 – 40.000 I.U/kg BB/hari untuk hewan besar.
- Streptomycin 10 gr untuk hewan besar berat 400-600 kg, setiap hari diberikan dalam dua dosis 1 m atau perstrep.
- Oxytetraciclin : sapi – kuda mula-mula 2 gr I.U/IV kemudian 1 gr tiap hari selama 3-4 hari sampai sembuh.


BRUCELLOSIS / Keguguran
Penyebab  : Kuman Brucella ( Bruce. 1987 )
Gejala      :
Pada    sapi  tanda - tanda   klinik  yang utama ialah  keguguran yang diikuti dengan kemajuan temporer atau permanen dan menurunnya produksi susu.   Keguguran yang disebabkan Brucella biasanya akan terjadi pada umur kebuntingan 5-8 bulan.   Cairan janin yang keluar terjadi keguguran berwarna keruh.
Theraphy / pemberantasan
- Belum ada obat yang efektif
- Usaha-usaha pencegahan terutama ditujukan kepada tindakan sanitasi dan tata laksana :
- Sisa-sisa abortusan di hapus hamakan.  Factus dan placentatus di bakar dan vagina apabila mengeluarkan cairan harus diirigasi selama 1 minggu.  Bahkan desinfektan antara lain : Phenol, Kresol, Biocil, Lisol.
- Hindarkan perkawinan antara pejantan dan betina yang mengalami keguguran.
- Anak-anak dari induk penderita brucella sebaiknya di beri  susu hewan lain yang bebas brucella.
- Kandang, peralatan harus di suci hamakan serta hewan pengganti jangan segera di masukkan.


Penyebab Abortus

Asal
Penyakit
Simptoma
Pembawa
Pencegahan
Bakteri
Brucellosis
Abortus setelah umur kebuntingan 4 bulan
Retensi placenta
Pencernaan
Perkawinan
Pelukaan pada kulit

Vaksinasi pedet
Pengujian dan pemotongan
Pemisahan ternak baru
sanitasi

Leptospirosis
Abortus setelah umur kebuntingan 6 bulan
Pencernaan
Mukosa membran
Pernapasan
Gangguan hewan liar
Vaksinasi
Pemusnahan carrier penyakit
Jauhkan dari ternak babi

Listeriosis
Abortus setelah umur kebuntingan 6 bulan
Tidak lazim
Ternak baru
Silase
Stress
pemisahan ternak baru
penghentian pemberian silase
sanitasi

Vibriosis
Abortus setelah umur kebuntingan 6 bulan
Terjadi waktu siklus yang panjang
Perkawinan
Inseminasi Buatan
Pejantan tidak tertular untuk Induk yang tidak tertular
Virus
BVC (Bovine Viral Diarrehea)
Abortus
Demam
Erosi pada mulut dan gusi
Diare
Kontak langsung dengan ternak berpenyakit
Pakan
Air
Sanitasi
Vaksinasi


IBR (Infectious Bovine Rhinotracheitis)
Abortus setelah umur kebuntingan 6 bulan
Deman
Pilek
Rotasi pada mata
Pelukaan di vagina
Pelukaan di alat kelamin jantan
Kontak langsung
Perkawinan
Urine dan cairan tubuh
Penyemprotan vaksin pada daerah hidung
Protozoa
Trichomoniasis
Siklus berahi yang panjang
Abortus setelah umur kebuntingan 1 - 4 bulan


Perkawinan
Inseminasi Buatan
Pejantan tidak tertular untuk Induk yang tidak tertular
Culling untuk pejantan yang tertular
Jamur
Mycotic Abortion
Terjadi Nekrosi pada cotyledon
Lecet pada janin yang abortus
Abortus pada umur kebuntingan 5 – 7 bulan
Pencernaan (?)
Penghilangan bahan pakan yang terkena jamur


COLIBACILLOSIS / White scours
Penyebab     : 
- Septicaemio colibacillosis
- Enterio toxannic colibacillosis
- Enterio cociacillosis
Gejala        : 
Pada    anak     sapi   biasanya    di  jumpai pada anak sapi umur sampai 4 hari.   Penyakit ini bersifat akut kematian dapat terjadi dalam 4 hari tanpa adanya gejala klinik yang jelas.   Bila terdapat gejala klinik hewan menjadi lemah, depresi, anorexia, suhu badan dan denyut cor meningkat kemudian  menurun dengan cepat hingga sub normal dibarengi dengan diare.
Theraphy dan pemberantasan
Untuk pencegahan, sanitasi dan hygiene yang baik mutlak diperlakukan.   Disinfeksi setiap ada penggantian ternak baru.   Pada anak sapi berikan colostrum.
Untuk  theraphy, bermacam - macam  anti biotika seperti tetracyline, stretomycin, neomycin, preparat sulfa, perlu juga diberikan obat penunjang seperti NaCl fisiologis atau Dextroringen infus.

SEPTICAEMIA EPIZOOTICA (S.E) / NGOROK
Penyebab        : Pasteurella multocida type tertentu
Gejala  :          
ada 3 bentuk yaitu : busung, pectoral dan intestinal.  Masa inkubasi berkisar 1-2 hari dengan gejala-gejala umum: lesu, demam, gemetar, mata sayu, berair, nafsu makan turun, ruminasi, gerakrumen dan usus menurun sampai hilang seperti konstipasi.
Theraphy dan pemberantasan
Pencegahan :
- Peraturan yang ketat terhadap pemasokan hewan.
- Untuk  daerah  tertular,  hewan  sehat   di   vaksin dengan vaksin oil Adjuvant, sedikitnya setahun sekali / 3 ml, 1 M.
- Pada hewan sakit di pilih salah satu perlakuan berikut :
- Penyuntikan anti serum
- Penyuntikan anti biotika, streptomycin 20 mg/kg BB,   tetramycin aeromycin atau cheoramycetin 4 mg/kg BB 1 M.
- Penyuntikan anti serum dan anti biotika


MASTITIS / Radang Kelenjar Susu
Penyebab           :        Streptococcus
Gejala                 :
- Ambing panas membengkak, meradang
- Nafsu makan menurun, sehingga kondisi tubuh menurun pula
- Produksi susu menurun
Theraphy dan pemberantasan:
- Sanitasi kebersihan dan hygiene perlu dijaga untuk menghindari timbulnya penyakit ini.
- Pada putting yang terserang mastitis agar sering di perah untuk pengeluaran air susunya.
- Pengobatan dengan procain penicillin G (PPG) 100.000 I.U/Kwantir intra manusia.
- Terhadap infeksi neonatal PPG 20.000 I.U/kg BB, 1 x sehari 3-7 hari berturut-turut.

BLOAT / Kembung
Penyebab        :          
- Penimbunan gas dalam perut maupun rumen yang terjadi saat fermentasi dalam rumen yang berjalan cepat.  Disebabkan karena pemberian hijuan yang terlalu muda dan masih banyak mengandung air.  Pemberian hijauan yang masih basah baik basah karena air hujan atau embun.  - Pemberian ransum secara berlebihan dengan bahan-bahan yang mudah dan cepat difermentasi seperti daun kol, daun lobak, daun wortel.  Melepas sapi untuk merumput pada waktu masih terlalu pagi.
Gejala-gejala sebagai berikut :
- Perut membesar
- Rintihan maupun erangan jelas kedengaran
- Denyut jantung melemah
- Selaput lendir mulut berwarna kebiru-biruan
Pengobatan:
- Dengan pemberian cuci kembung dibering lewat mulut dengan dosis 100 cc   ditambah air 500 cc kemudian di berikan dengan cara drench ( cekokan ) atau melalui stomachtube.   Cara lain adalah injeksikan langsung ke dalam rumen melalui suatu jarum hipodemik dan berukuran besar.   - Dalam keadaan darurat, suatu trocnar dan canula harus dimasukkan dan obat anti kembung di injeksikan melalui canula.

 


FASCIOLASIS / Cacing hati
Penyebab        :           Fasciola gigantica atau Fasciola hepatica
Gejala  :
- Kadang-kadang mencret, pengurasan berjalan cepat, lemah dan anemia
- Penurunan produktivitas
Theraphy dan pemberantasan
- Potong cyclus hidup dengan memberantas siput dengan mollusida biologik … itik.
- Rotasi lapangan rumput, memperbaiki sistem pengairan / drainage sehingga lahan dapat dengan mudah dikeringkan.
- Pemberian Dovenik / Kalbazen / Trodak

PNEUMONIA / Radang Paru-paru
Gejala :
Suhu tubuh meningkat dengan cepat – Berbaring terus, lesu dan nafas terengah-engah – Tidak ada nafsu makan – Kondisi tubuh menurun dengan tajam – Dari  lubang hidung sering keluar ingus – Batuk-batuk ringan – Kulit menjadi kasar dan kusam.
Theraphy dan pemberantasan:
- Pencegahan, agar diupayakan hal-hal sebagai berikut :
- Menjaga, memelihara kebersihan kandang.
- Hindari penumpukan anak-anak sapi pada satu tempat.
- Pemberian ransumnya memenuhi standar kualitas.
- Menjaga kebersihan air minum.
- Menambah ransum dengan daun petai cina.
- Pemberian anti biotik antara lain : Teramycin dan Streptomycin

 

Sambil mengandeng Bimo menuju rumah untuk makan siang, Arman berkata, “Terimakasih Nak, sudah ingatkan dan memberitahu ayah, ada sapi yang akan beranak”. Kenang Arman akan kejadian beberapa hari lalu.  “Ah ayah, tadi Bimo sudah takut kalau sapinya keracunan  karena tadi seperti permen karet yang ditiup ..he..he”, kata Bimo, tersipu-sipu.  “Kamu harus banyak belajar ya nak, biar makin pintar”, kata Arman.  “Ajari Bimo dong Yah, biar Bimo nanti bisa membantu ayah memelihara sapi”, pinta Bimo.  “kamu tadi sudah membantu Nak.  Terus belajar ya.  Sekarang ayo balapan sama ayah kerumah, kalo Bimo menang ada coklat lho”, canda Arman.  “Ayo yah”, sambut Bimo sambil berlari menuju rumah diikuti ayahnya.



------ bersambung LAKONKU ADALAH PETANI #14