Rabu, 14 Oktober 2020

LAKONKU ADALAH PETANI #17

 Sambungan dari LAKONKU ADALAH PETANI #16



Perkampungan Ternak

 

            Sabil, Udin dan Irwan saat ini telah menjadi andalan Arman dalam melakukan usaha ternak sapi perah.  Kerjasama dan hubungan yang erat serta keinginan untuk saling mengisi serta keinginan belajar menjadi kunci kemajuan usaha peternakan uang dilaksanakan.    Kunci keberhasilan usaha budidaya ternak adalah keseriusan, keinginan untuk maju, kegigihan dan faktor-faktor penunjang lain serta kedisiplinan tenaga kerja.

Dalam hal budidaya ternak, hal-hal yang harus diingat adalah proses usaha pemeliharaan harus dilakukan sesuai dengan kebutuhan ternak akan produktivitas yang baik.  Program pengaturan sisi reproduksi ternak dan pemeriksaan kesehatan akan mengurangi terjadinya kasus-kasus kebidanan serta gangguan kesehatan yang dapat menganggu metabolisme ternak.   Pemantauan perkembangan ternak untuk dibesarkan sebagai pernak jantan untuk sapi potong atau ternak betina sebagai calon induk merupakan hal-hal yang perlu diperhatikan pula.

Kemudian hal lain yang perlu diperhatikan adalah rasa ‘sayang’ terhadap ternak yang diwujudkan dalam hal memperhatikan tingkah laku ternak, kondisi kesehatan, mencukui kebutuhan akan pakan dan minum dan hal-hal lain yang membuat ternak semakin nyaman.  Pengelolaan Integrated Farming tersebut harus bedasarkan pada filosofi “TOTAL ONE DAY CARE” yaitu usaha yang berkaitan dengan makluk hidup dan keharusan untuk melakukan perawatan dan pengawasan selama 24 jam dalam satu hari.

Manajemen model itulah yang sedang disosialisasikan oleh Arman pada pertemuan teknis antara Pak Lurah, Badan Perwakilan Desa, perwakilan Kelompok Tani dan Kementerian Kesejahteraan Rakyat yang diwakili pihak Dinas Peternakan Kabupaten tentang bantuan pengembangan usaha peternakan rakyat melalui pemeliharaan ternak domba.  Arman selain mengusulkan manajemen usaha juga menyampaikan tentang pola pemberian bantuan yang tidak diserahkan kepada masing-masing pertani, tetapi dikelola oleh kelompok dengan model Perkampungan Ternak.

Menurut Arman, Perkampungan  Ternak yang dimaksud adalah sebuah usaha pemeliharaan domba dimana ternak yang diperuntukkan bagi masing-masing petani dipelihara dalam satu lokasi perkandangan.  Pemusatan pemeliharaan pada konsep perkampungan ternak dimaksudkan agar ternak selalu dapat dimonitor secara menyeluruh.  Para petani nantinya akan bergantian setiap hari melakukan perawatan dan pencatatan, mulai dari pemberian pakan dan minum – pembersihan kandang – perawatan kesehatan – penanganan persalinan – pemindahan ternak – tataniaga ternak.  Melalui model perkampungan ternak, maka para peternak akan dapat saling bekerjasama, berdiskusi dan saling bertukar pikiran satu sama lain sehingga pembelajaran petani dapat ditingkatkan, 


Model perkampungan ternak seperti yang dikemukakan oleh Arman diatas, dikelilingi oleh lahan rumput.  tambahan pakan hijauan dapat diusahakan dengan memberdayakan Karang Taruna.  Karang Taruna dapat diberdayakan dengan melakukan penanaman pohon rambanan disekitar desa, perawatan dilakukan oleh Karang Taruna.  Rambanan yang sudah siap potong, dipanen dan dikeringkan/dilayukan kemudian dijadikan sebagai pakan ternak, kelompok ternak membeli ramban dari Karang Taruna sehingga Karang Taruna memiliki tambahan kas organisasi dan kelompok tani tidak kesulitan mendapatkan sumber pakan.  Lebih jauh lagi, Karang Taruna dapat dijadikan sebagai cikal bakal generasi penerus untuk melanjutkan model pemeliharaan ternak dengan konsep perkampungan ternak.


------ bersambung LAKONKU ADALAH PETANI #18

Tidak ada komentar:

Posting Komentar