tanggal 18 Maret 1997 saya selesai Ujian Pendadaran yang artinya saya sudah sah menjadi seorang Sarjana Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Dua hari kemudian, sahabat yang menjadi tandem penelitian dan teman berinkubasi bisnis ternak ayam potong, Agustinus Setiawan selesai Ujian Pendadaran.
Kamipun menjadi duo Sarjana Peternakan yang siap menunggu Wisuda di bulan Mei 1997.
Setelah saya mengabari orang tua di Jakarta, saya berkontak dengan Bapak Ir. Suharto, MS. yang merupakan sponsor penelitian saya yang berjudul Penggunaan Probiotik StarbiO terhadap Produksi dan Berat Jenis Air Susu di BPTHMT, Baturraden. Beliau kemudian meminta saya untuk datang ke Solo. Saya sampaikan bahwa saya akan kesana bersama Gembus (panggilan akrab Agustinus Setiawan), deal !
Tanggap 20 Maret 1997 malam, kami berdua berangkat ke Solo menemui Pak Harto dengan bis malam dan sesampainya di Solo kami menuju ke Jl. Dr. Rajiman ke rumah beliau. Pertama kali sampai dirumahnya, kami cukup takjub dengan arsitektur rumah yang ala western cowboy, dengan ornamen kayu, lengkap dengan roda pedati serta tulisan ala rumah cowboy : The Suhartos.
Sekitar pukul 09.00 WIB, setelah sarapan kami diajak beliau pergi kekampus UNS. Oh ya, Pak Harto ini adalah dosen Jurusan Peternakan pada Fakultas Pertanian Universitas Negeri Sebelas Maret, Solo. Sesampainya di kampus kami diminta menunggu sementara beliau menyelesaikan beberapa urusan. selesai dari Kampus UNS, Kentingan kami bergerak menuju "kandang" kata Pak Harto yang ternyata dari Kampus UNS kearah Timur menuju Kota Karanganyar. menjelang rel keretapi Palur, Pak Harto 'melamar' kami berdua untuk menjadi salah dua karyawannya di CV. Lembah Hijau Multifarm dengan jabatan 'sales' untuk produk yang dihasilkan LHM.
Gaes, tahu gak kalau saya nih seperti kena karma, kenapa tidak?
Penelitian saya thu tentang pakan, salah satu subjek kuliah yang menakutkan, tetapi akhirnya harus belajar lebih keras tentang pakan dan akhirnya berhasil melewati penelitian itu.
Cita-cita saya thu bukan menjadi sales, tahu gak kenapa? sales itu khan berhadapan dengan orang lain, berusaha meyakinkan calon pelanggan dan harus berhasil menjual produl, sementara saya thu kalau ketemu sama orang dulu sering 'mbrebes mili', mata berkaca" dan pengen nangis he he he
Ternyata takdir ini harus menerima menjadi seorang sales
Saat itu kami berdua masih belum memutuskan sampai kemudian kami sampai di kandang sapi perah milik Pak Harto di Dukuh Joho Lor, Desa Triyagan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Mobil Mercy Tiger biru dibawa beliau melindas hamparan jerami yang sedang dijemur, dan kami diminta membuka pintu mobil untuk mencium aroma fermentasi jerami. Lalu kami diajak berkeliling keseluruh kandang, mulai dari kandang laktasi yang bersih, sampai kandang dara yang kotorannya memenuhi separoh badan ternak dan ternak tidur didalam kubangan kotorannya tetapi kotoran didalam kandang itu tidak bau. Sampai ke kandang pedet di atas kolam ikan patin dimana sebagian pakannya berasal dari plankton yang tumbuh dari perpaduan kompos dan probiltik.
Kamipun diajak ke tempat fermentasi jerami dan prosesing kompos serta lahan sawah yang menggunakan kompos dari kotoran ternak sapi.
Disitulah awal saya berkenalan dengan Pertanian Terpadu / Integrated Farming System
Sekembalinya dari farm, kami lalu memberikan jawaban untuk menerima tawaran beliau sebagai bagian dari LHM, lalu beliau membawa kami ke farm yang lain di Dukuh Karang Galeng, Desa Karungan, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen. Selanjutnya kedua farm dikenal dengan nama LHM Research Station I untuk yang di Sragen dan LHM Research Station II di Sukoharjo. Sragen menjadi yang pertama karena disanalah cikal bakal Pak Harto memulai kegiatan bisnisnya.
Kami kemudian dikenalkan dengan personel LHM lainnya dan menginap di Hotel Kota, di Jl. Slamet Riyadi. Esok paginya kami dipanggil dan diberikan kunci mobil Isuzu Panther Hi Grade warna merah dan dana operasional, kami diminta membantu aktifitas pemasaran di kota Purwokerto sambil menunggu wisuda. Gaya bangets khan, bawa mobil di kampus sambil bergerak memasarkan produk dan menunggu wisuda. Kebanggaan lain adalah saat menjemput orang tua menghadiri wisuda dengan mobil, dimana waktu itu kejadian ini sangat luar biasa he he he.
Kisah saya berlanjut setelah lulus dari Universitas Jenderal Soedirman sebagai sekolah formal, saatnya saya masuk ke Universitas Kehidupan, dimana ujian datang setiap saat, tanpa ijazah, tidak ada wisuda, dan berharap akan berkah Allah SWT setiap saat.
Perjalanan karir di LHM memaksa saya untuk mengetahui dunia pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan, komunikasi, keSDMan, negoisasi, dan banyak hal. Akhirnya sayabanyak belajar tentang Pertanian Terpadu, bagaimana dapat melakukan penerapan Integrated Farming di kebun kelapa sawit, kebun kelapa, peternakan sapi potong, ternak domba, ternak kambing, ikan lele, ikan patin, terima tamu, melayani tamu, tanaman hias, dan aktifitas yang luar biasa.
Pengalaman dan perjalanan dari waktu ke waktu menghasilkan banyak pelajaran, kesalahan, keteledoran, kelalaian, ketidaktahuan, kebiasaan buruk, keberhasilan, kesuksesan, kenyamanan, dan berbagai fenomena yang menjadi puzzle" penyusun bentuk kehidupan sampai saat ini.
Tidak terasa 23 tahun sudah berada di Universitas Kehidupan, dari bujangan sampai jadi kepala keluarga. Terimakasih istriku, Asti Pramudiani yang bersabar menjadi tandem kehidupan yang sabar dan nerimo, makasih Mama.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar