Rabu, 14 Oktober 2020

LAKONKU ADALAH PETANI #17

 Sambungan dari LAKONKU ADALAH PETANI #16



Perkampungan Ternak

 

            Sabil, Udin dan Irwan saat ini telah menjadi andalan Arman dalam melakukan usaha ternak sapi perah.  Kerjasama dan hubungan yang erat serta keinginan untuk saling mengisi serta keinginan belajar menjadi kunci kemajuan usaha peternakan uang dilaksanakan.    Kunci keberhasilan usaha budidaya ternak adalah keseriusan, keinginan untuk maju, kegigihan dan faktor-faktor penunjang lain serta kedisiplinan tenaga kerja.

Dalam hal budidaya ternak, hal-hal yang harus diingat adalah proses usaha pemeliharaan harus dilakukan sesuai dengan kebutuhan ternak akan produktivitas yang baik.  Program pengaturan sisi reproduksi ternak dan pemeriksaan kesehatan akan mengurangi terjadinya kasus-kasus kebidanan serta gangguan kesehatan yang dapat menganggu metabolisme ternak.   Pemantauan perkembangan ternak untuk dibesarkan sebagai pernak jantan untuk sapi potong atau ternak betina sebagai calon induk merupakan hal-hal yang perlu diperhatikan pula.

Kemudian hal lain yang perlu diperhatikan adalah rasa ‘sayang’ terhadap ternak yang diwujudkan dalam hal memperhatikan tingkah laku ternak, kondisi kesehatan, mencukui kebutuhan akan pakan dan minum dan hal-hal lain yang membuat ternak semakin nyaman.  Pengelolaan Integrated Farming tersebut harus bedasarkan pada filosofi “TOTAL ONE DAY CARE” yaitu usaha yang berkaitan dengan makluk hidup dan keharusan untuk melakukan perawatan dan pengawasan selama 24 jam dalam satu hari.

Manajemen model itulah yang sedang disosialisasikan oleh Arman pada pertemuan teknis antara Pak Lurah, Badan Perwakilan Desa, perwakilan Kelompok Tani dan Kementerian Kesejahteraan Rakyat yang diwakili pihak Dinas Peternakan Kabupaten tentang bantuan pengembangan usaha peternakan rakyat melalui pemeliharaan ternak domba.  Arman selain mengusulkan manajemen usaha juga menyampaikan tentang pola pemberian bantuan yang tidak diserahkan kepada masing-masing pertani, tetapi dikelola oleh kelompok dengan model Perkampungan Ternak.

Menurut Arman, Perkampungan  Ternak yang dimaksud adalah sebuah usaha pemeliharaan domba dimana ternak yang diperuntukkan bagi masing-masing petani dipelihara dalam satu lokasi perkandangan.  Pemusatan pemeliharaan pada konsep perkampungan ternak dimaksudkan agar ternak selalu dapat dimonitor secara menyeluruh.  Para petani nantinya akan bergantian setiap hari melakukan perawatan dan pencatatan, mulai dari pemberian pakan dan minum – pembersihan kandang – perawatan kesehatan – penanganan persalinan – pemindahan ternak – tataniaga ternak.  Melalui model perkampungan ternak, maka para peternak akan dapat saling bekerjasama, berdiskusi dan saling bertukar pikiran satu sama lain sehingga pembelajaran petani dapat ditingkatkan, 


Model perkampungan ternak seperti yang dikemukakan oleh Arman diatas, dikelilingi oleh lahan rumput.  tambahan pakan hijauan dapat diusahakan dengan memberdayakan Karang Taruna.  Karang Taruna dapat diberdayakan dengan melakukan penanaman pohon rambanan disekitar desa, perawatan dilakukan oleh Karang Taruna.  Rambanan yang sudah siap potong, dipanen dan dikeringkan/dilayukan kemudian dijadikan sebagai pakan ternak, kelompok ternak membeli ramban dari Karang Taruna sehingga Karang Taruna memiliki tambahan kas organisasi dan kelompok tani tidak kesulitan mendapatkan sumber pakan.  Lebih jauh lagi, Karang Taruna dapat dijadikan sebagai cikal bakal generasi penerus untuk melanjutkan model pemeliharaan ternak dengan konsep perkampungan ternak.


------ bersambung LAKONKU ADALAH PETANI #18

Kamis, 10 September 2020

LAKONKU ADALAH PETANI #16

 Sambungan dari LAKONKU ADALAH PETANI #15

Membudayakan Kebersamaan




     Sabtu pagi yang hangat itu diramaikan dengan suara teriakan anak-anak yang berlarian mengeksploitasi rasa kegembiraan mereka diawasi tiga ibu pengasuh, sementara itu ibu-ibu mereka dan Karang Taruna putri terbagi atas tiga kelompok kegiatan.  Kelompok ibu-ibu yang masing-masing terdiri atas 10 orang itu saling beraktivitas dengan giat dibimbing oleh seorang instruktur.  Kelompok pertama yang dibimbing Ibu Asri tampak sedang menghadapi kompor, alat masak dan bumbu dapur sedang mempersiapkan hidangan special hari itu.  Kelompok kedua sedang melakukan kegiatan teknologi tepat guna dengan bahan baku hasil pertanian/perkebunan yang biasa diusahakan oleh para bapak dengan instruktur Bapak Susanto.  Ibu Asri dan Pak Susanto adalah staf Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten. Kelompok ketiga sedang sibuk dengan bambu, kaleng-kaleng, tali temali, alat-alat pertukangan, Pak Kemal adalah instruktur kelompok ini dari Dinas Pertaman Kabupaten dengan asisten Pak Mardi dan Pak Manto.  Tampak Pak Tikno sedang bercakap-cakap dengan Pak Lurah dan Arman dibawah gapura masuk desa.

Sementara para bapak dan Karang Taruna putra sedang sibuk dengan cangkul, sapu lidi, dan cat untuk melakukan kerja bakti memperindah lingkungan sekitar dan menjaga kebersihan dan kesehatan.  Hal ini dilakukan sebagai kegiatan rutin dan sekaligus mensukseskan program kecamatan yang akan melakukan fogging sarang nyamuk disekeliling desa sore harinya.  Semangat para bapak sangat terlihat dengan saling melempar canda dan tetap berkonsentrasi melakukan aktivitas.  Tumpukan kayu lapuk, seresah daun, endapan organik di parit dikumpulkan pada beberapa titik lubang dan ditutup dengan tanah untuk dijadikan pupuk.  Kaleng bekas, seng-seng dan kaca/beling ditimbun dalam lubang-lubang yang lain.  Tanaman hias dipangkas dan diberi media tanam baru pada potnya.  Kegiatan yang dimulai pukul 06.00 WIB ini mengundang decak kagum bagi pejabat pemerintahan, tidak hanya dilingkungan Kecamatan, tetapi juga Kabupaten. Tak heran bila Desa Sukamaju mendapat penghargaan dari pemerintah atas prestasi yang mengagumkan dalam menghijaukan lingkungan sekitar. 


Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11.30 WIB, para bapak dan Karang Taruna putra dan kegiatan kerja bakti telah selesai, semua peralatan dan tubuh telah dicuci bersih.  Halaman balai desa tampak ramai dan diketeduhan pohon ara, tertata dua buah meja besar lengkap dengan hasil karya para ibu, meja pertama terdiri atas mekanan kecil dan minuman sementara meja kedua masih tertutup dengan aroma masakan yang sangat menggoda.

Pak Lurah didampingi Ibu Lurah, Tokoh Masyarakat dan para instruktur serta Pak Tikno berdiri dihadapan penduduk desa.  “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh”, Pak Lurah membuka acara dan dijawab serentak oleh seluruh hadirin, “wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh”.  “Bapak-bapak dan Ibu-ibu serta anak-anak muda tercinta dari Karang Taruna, sungguh berbahagia sekali kita dapat melaksanakan program penjagaan lingkungan yang setiap bulan di hari Sabtu minggu ketiga ini.  Ada hal lain yang juga sangat membanggakan, para ibu telah mampu mengolah bahan makanan yang menyehatkan dan tentunya nikmat, kita akan nikmati bersama saat makan siang nanti.  Hal lain yang membahagiakan adalah kedatangan Pak Tikno yang melihat dan  menjanjikan sesuatu yang luar biasa bagi peningkatan perekonomian kita.  Pak Tikno berkenan menggunakan kecap yang akan dihasilkan oleh ibu-ibu dan karang taruna putri kita, juga selai buah dan kulit buah yang setiap tahun kita hasilkan.  Terimakasih untuk Pak Tikno dan juga terimakasih untuk Ibu Asri, Pak Susanto, Pak Kemal, Pak Mardi dan Pak Manto atas kesediaan beliau semua membantu kita memajukan Desa Sukamaju”, jelas Pak Lurah yang disambut dengan gemuruh tepuk tangan seluruh yang hadir di muka Balai Desa saat itu.  “satu lagi bapak-bapak dan remaja putra, kalau nanti wajah ibu-ibu semakin cantik, jangan kaget ya.  Mereka baru saja selesai membuat bedak dingin untuk kecantikan dan kehalusan kulit wajah”, sambung Pak Lurah sambil terkekeh diikuti gelak tawa dan tepukan hadirin.  “hadirin sekalian, sebagai kata akhir dalam acara ini, kamimohon Pak Kemal mewakili instruktur untuk memberikan sepatah-dua patah kata”, undang Pak Lurah kepada Pak Kemal.  “Pak Lurah dan tokoh Masyarakat yang kami hormati dan seluruh hadirin yang kami banggakan.  Terimakasih atas sambutan yang luar biasa pada hari ini.  Kami sangat bangga atas keindahan Desa Sukamaju dan kekompakan warga masyarakatnya.  Juga kebanggan terdalam atas keberhasilan Pak Tikno mengembangkan hidangan organik yang juga dilakukan putranya di kota.  Kemauan kaum wanita didesa ini juga patut dibanggakan, baru saja ibu-ibu kita mampu membuat sebuah lahan pertanian di muka rumah, namanya vertikultur.  Dengan vertikulktur, kita dapat mengembangkan pertanian sayuran dimuka rumah, dilahan terbatas dan tak perlu repot pergi ke lahan, cukupmemetik langsung dimuka rumah.  Vertikultur juga akan memberikan keindahan halaman muka rumah.  Sekali lagi, terimakasih dan semoga Desa Sukamaju bertambah sukses dan makmur”, jelas Pak Kemal.   “Amin.  Terimakasih Pak Kemal.  Baiklah seluruh hadirin, sebagai akhir dari acara kita pagi sampai siang ini, mari sama-sama kita cicipi hasil karya ibu-ibu kita dan remaja putri”, tutup Pak Lurah.  Selanjutnya seluruh yang hadir saat itu segera mengambil makanan kecil dan sajian makan siang.


Makanan kecil yang disajikan adalah Pisang Goreng Krispi dengan minimal dawet serta beberpa penganan kecil lainnya.  Menurut ibu Asri, resep yang ditampilkan adalah resep yang bahan bakunya berasal dari Desa Sukamaju sendiri.


------ bersambung LAKONKU ADALAH PETANI #17

Jumat, 26 Juni 2020

LAKONKU ADALAH PETANI #15

 

Potensi Bersama, Komunikasi, dan Kerjasama

Diberanda rumah digelar karpet dan warga masyarakat berkumpul melingkar dengan formasi huruf U, terdapat meja kayu kecil pada bagian atas formasi.  Tampak Pak Lurah, Pak Bambang Sungkowo, dan Arman berlatar belakang papan tulis putih menghadap formasi.  Waktu sudah menunjukkan pukul 19.45 WIB ketika Arman membuka pertemuan malam itu, “Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh” disusul dengan jawaban seluruh yang hadir, “wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh”.  “Yang terhormat Pak Lurah, Bapak Mawardi Harjosungkono.  Yang saya banggakan, Bapak Ir.  Bambang Sungkowo, MS dari Dinas Peternakan Kabupaten.  Yang saya terhormat pemuka masyarakat dan hadirin sekalian, pertama-tama saya haturkan terimakasih kepada Yang Maka Kuasa atas perkenan-Nya kita dapat berkumpul dikediaman kami dan terimakasih atas kehadiran Bapak-bapak dalam pertemuan ini.  Perlu saya sampaikan, bahwa pertemuan ini terkait dengan usaha pertanian dan peternakan yang saat ini sedang kami lakukan.  Setelah saya bertemu dengan Pak Lurah  saat minta ijin untuk usaha ternak sapi perah dan domba, kemudian saya sampaikan kepada beliau tentang pola yang saya terapkan, beliau menyarankan agar saya mengundang bapak-bapak sekalian berkumpul.  Saya juga mengajak guru saya, Bapak Ir.  Bambang Sungkowo, MS untuk mendampingi dan mengarahkan kita dalam pertemuan ini”, jelas Arman membuka pertemuan.

“Sebagai awal pertemuan, saya akan sampaikan dahulu aktivitas yang kami lakukan disini.  Seperti Bapak-bapak ketahui, saat ini kami sedang mengusahakan sebuah model usaha pertanian padi, sayur-sayuran, buah, dan ternak sapi perah. Kami menerapkan sebuah model yang bernama Pertanian Terpadu, yaitu sebuah pertanian dengan mengkedepankan penggunaan sumber daya lokal yang belum dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai pakan ternak atau pupuk organik.  Saat ini kami sudah mengembangkan pertanian organik dengan sebanyak-banyaknya menggunakan bahan organik sebagai sarana produksi pertanian, seperti pupuk organik atau pestisida / insektisida nabati serta agensia hayati.  kami juga menggunakan hasil samping pertanian / perkebunan sebagai pakan ternak sapi perah”, terang Arman.  “berkenaan dengan hal yang sudah saya sampaikan, saya mohon Pak Lurah dapat memberikan wejangan kepada kami dan mengarahkan pertemuan ini agar kita, warga Desa Sukamaju dapat mengembangkan model pertanian yang ramah lingkungan dan menghasilkan, kepada pak Lurah, kami persilahkan”, lanjut Arman sambil undur diri, Pak Lurah segera bangkit dan berdiri.  Setelah mengucapkan salam, Pak Lurah berkata, “yang terhormat Bapak Ir.  Bambang Sungkowo, MS.  yang terhormat, sahibul bait, Bapak Arman Sumadipraja, yang saya junjung, tokoh masyarakat dan yang saya cintai, bapak-bapak sekalian, warga Desa Sukamaju.  Senang sekali kita dapat bertemu dan berkumpul pada sebuah pertemuan yang mencerahkan ini.  Saya memang meminta Pak Arman untuk mengadakan acara pertemuan ini.  Saya memperhatikan, kegiatan pertanian yang dilakukan Pak Arman sangat menjanjikan sebuah perubahan yang memberi kemajuan lebih baik.  Pola Pertanian Terpadu seperti yang disampaikan Pak Arman dan bapak-bapak sekalian lihat adalah sebuah bentuk usaha pertanian tanpa limbah yang sangat menjanjikan dan memberi nilai positif bagi kehidupan kita”, Pak Lurah tampak semangat.  Beliau lalu melanjutkan,”saya ingin tahu, diantara Bapak-bapak sekalian yang bertanam padi?”.  Hampir 50% hadirin mengacungkan tangan mereka keatas.  “Baik, terimakasih.  Berarti yang lainnya bertanam palawija dan sayuran, tho?”, tegas Pak Lurah.  “Betul Pak”, jawab sebagian besar hadirin mengamini pendapat Pak Lurah.  “Baiklah bapak-bapak, saya menerima penjelasan yang sangat baik dari Pak Arman tentang pemanfaatan hasil samping pertanian dan perkebunan yang saat ini kita kelola menjadi pakan ternak dan proses dekomposisi hasil samping ternak – hasil samping pertenian/perkebunan yang tidak dapat menjadi pakan untuk diubah menjadi pupuk organik.  Seperti kita ketahui, Warung Organik Pak Tikno adalah sebuah bukti penghargaan kita pada diri sendiri.  Kalau kita melewati warung Pak Tikno, kita lihat barisan kendaraan dari luar kota yang datang kesana dan Pak Tikno hanya buka sebentar, dalam tempo tiga jam saja hidangan yang disajikan Pak Tikno sudah habis.  Setelah saya ketahui, ternyata Pak Arman adalah salah satu pemasok sayuran organik ke Pak Tikno, hidangan yang disajikan cepat habis karena pasokan sayuran terbatas.  Pak Tikno sempat berbicara juga dengan kami, untuk bekerjasama dalam pemasaran produk organik, karena putra beliau di kota juga membuka sebuah restoran yang memasarkan produk organik.  Melihat potensi itu, bapak-bapak alangkah berbahagianya kita.  Kita sudah memiliki Pak Arman yang telah mengaplikasikan pertanian organik, kita memiliki Pak Tikno dengan potensi pemasaran yang luar biasa.  Kita juga memiliki Pak Bambang dengan staf beliau yang siap membantu kita dalam pengembangan pertanian dan peternakan.  Pada pertemuan yang baik ini, saya mengajak bapak-bapak sekalian untuk berdiskusi, merapatkan barisan dalam memajukan pertanian Desa Sukamaju demi kesejahteraan kita bersama”, dengan penuh semangat dan berjuta harapan terpancar dari mata Pak Lurah..

Dari barisan tengah sayap kiri, Pak Harun mengajukan diri untuk mengemukakan sesuatu.  “Pak Lurah, Pak Arman dan Pak Bambang, saya sangat tertarik dan saya yakin, bapak-bapak disini juga tertarik untuk mengembangkan dunia pertanian dan peternakan.  Memang selama ini kami belum mendapakan informasi yang cukup mengenai pertanian organik.  Saat kami melihat Pak Arman mampu melakukan sebuah pengelolaan pertanian organik, kami masih merasa ragu-ragu mengenai kemampuan kami mengembangkan pertanian organik.  Seperti yang sama-sama kita ketahui, penggunaan pupuk Urea, TSP, ZA, NPK, dan penggunaan pestisida serta insektisida kimia sudah menjadi kebiasaan kami cukup lama.  Model usaha pertanian dengan produk kimia yang kami lakukan ini saja tidak mampu mendongkrak produktifitas pertanian kita, apalagi bila kami menggunakan organik? Karena kekurangan informasi itulah, maka kami sulit untuk dapat bergerak mengembangkan pertanian seperti yang disampaikan Pak Lurah”, jelas Pak Harun.  “Terimakasih Pak Harun, sebuah pemaparan yang sangat saya hargai.  Memang gangguan komunikasi yang terjadi diantara kita membuat kemajuan dunia pertanian kita menjadi tersendat.  Seperti yang bapak-bapak alami saat ini, Pak Arman sudah membuktikan dan saya dengar juga sudah mengajak beberapa petani untuk bersama-sama beliau mengembangkan pertanian organik, tetapi bapak-bapak sekalian masih ragu, saya bisa mengerti tentang keraguan bapak-bapak”, jawab Pak Lurah.  Sambung Pak Lurah kemudian, ”karena kita semua sudah mengerti bahwa Pak Arman sudah mampu melaksanakan, termasuk potensi pemasarannya juga.  Oleh karena itu, saya berharap bapak-bapak sekalian bersedia bekerjasama untuk mengembangkan pertanian organik di Desa Sukamaju.  Bapak-bapak bersedia?”.  Pak Tarjo yang sekarang bergantian mengajukan usul, “Pak Lurah, kami setuju dan berkeinginan untuk mengembangkan pertanian organik.  Tetapi sekali lagi, kami masih sangat perlu bimbingan dan arahan agar kami memiliki hasil maksimal dan mampu secara konsisten melaksanakan pertanian organik dengan sempurna.  Saya yakin teman-teman petani juga memiliki keinginan yang sama dengan saya”.  Gumam dan anggukan antar petani yang hadir seakan mengiyakan pernyataan Pak Tarjo.  Pak Lurah dengan bijak segera mengambil sikap, “baiklah bapak-bapak sekalian, saya sangat bangga atas persamaan keinginan kita semua.  Pak Arman? Bagaimana pendapat bapak? Bisakah bapak membantu, membimbing dan mengarahkan petani di Desa Sukamaju untuk menerapkan pertanian organik?”.  Ganti Arman yang bangkit dan menyatakan, “terimakasih Pak Lurah, tentunya dengan senang hati saya akan ikut serta menularkan tentang pertanian organik yang sudah saya lakukan.  Pertemuan ini akan kita lanjutkan dengan teknis pelaksanaan pertanian organik dua minggu yang akan datang.  Selanjutnya saya mohon, Pak Bambang dapat menyampaikan pendapat dan arahan untuk kami semua”.  Tempat berdiri Arman segera digantikan oleh Pak Bambang, sambil memandang hadirin dengan takjub, dia berkata, “terimakasih bapak-bapak sekalian, bangga dan gembira saya menyaksikan sebuah kesepakatan dan persatuan yang dikembangkan pada pertemuan ini.  Kami dari Dinas Peternakan Kabupaten akan berusaha membantu bapak-bapak sekalian mengembangkan pertanian organik.  Saya akan sampaikan hal ini juga kepada Bapak Idris Sanusi sebagai Kepala Dinas Pertanian Kabupaten untuk lebih memantau perkembangan pertanian organik yang akan dikembangkan.

Akhirnya sebuah komunikasi yang baik akan menghasilkan sebuah nilai kerjasama yang memberi nilai lebih baik dan mampu memajukan dunia pertanian di Desa Sukamaju.  Melalui pertanian terpadu, maka akan diperoleh beberapa hasil, antara lain  :

1. Produk pertanian organik berkualitas tinggi dan memiliki nilai nutrisi yang menyehatkan serta memiliki daya simpan lebih baik

2.    Nilai ekonomis yang lebih baik karena harga jual produk pertanian organik yang lebih tinggi

3.  Kualitas lahan yang lebih sehat karena pemberian pupuk organik dan penggunaan agensia hayati yang ramah lingkungan

4.    Hasil samping pertanian organik yang dapat diberikan sebagai pakan ternak

5.    Hasil samping peternakan yang dapat dijadikan sebagai sumber pupuk organik bagi lahan pertanian

6.    Ketergantungan petani akan sarana produksi pertanian akan dapat dikurangi

7.    Efisiensi usaha pertanian dan peternakan karena biaya produksi yang lebih rendah




------ bersambung LAKONKU ADALAH PETANI #16


Sabtu, 02 Mei 2020

LAKONKU ADALAH PETANI #14


Sambungan dari LAKONKU ADALAH PETANI #13



Nutrisi Ternak Sapi Perah

Salah satu kebutuhan terpenting dalam usaha budidaya ternak sapi adalah tersedianya pakan yang baik dan kontinyu demi terpenuhinya kebutuhan nutrisi ternak.

Pakan yang diberikan kepada ternak sapi perah, umumnya terbagi dua jenis.
- pakan berserat, misalnya : rumput, kacang-kacangan, jerami
- pakan penguat, misalnya : bekatul, onggok, konsentrat jadi

Agar diperoleh hasil maksimal, maka perencanaan akan pakan harus dibuat secermat mungkin.  Hal ini disebabkan karena selain merupakan faktor menentukan dalam produktivitas ternak akan daging, pakan juga memberi sumbangan komponen terbesar bagi pembiayaan usaha.  Pakan dengan mutu terbaik dan harga yang sesuai akan memberi konstribusi positif bagi perkembangan usaha.



Laktasi Awal
Kebutuhan gizi dari susu sapi di awal-laktasi berada pada 100 hari awal masa laktasi. Pada  tahap awal ini,  sapi akan mencapai puncak  susu produksi (selama  bulan kedua  laktasi untuk sapi Holstein), adalah nafsu makan akan menurun dan ternak akan kehilangan bobot badan. Di akhir dari awal laktasi, masa kering akan menjadi masalah dan tidak sedikit kerugian yang ditimbulkan.
Ransum ternak sapi perah biasanya dirumuskan berdasarkan protein (misalnya CP = Crude Protein / Protein Kasar) dan energi (misalnya energi bersih untuk laktasi). Namun, untuk mencapai maksimum produksi, ransum harus memiliki keseimbang untuk serat, karbohidrat non-struktural, protein tidak tercerna, protein yang larut. Ransum disusun untuk memaksimalkan fungsi mikrobial untuk protein tidak tercerna. 

Penurunan Bobot Badan pada masa Awal Laktasi
- Selama periode ini menghasilkan susu meningkat lebih cepat dibandingkan konsumsi bahan kerning (puncak produksi).
- Kebutuhan energi lebih besar dari jumlah energi dikonsumsi sehingga ternak akan memobilisasi cadangan tubuh dan akan menyebabkan terganggunya keseimbangan energi keseimbangan
- Potensi genetik sangat berperan selama periode ini dan ternak akan tertekan untuk berproduksi. 
- Ternak pada tahap ini memiliki keterbatasan kapasitas untuk menelan pakan.
- Ternak dengan potensi genetik yang lebih tinggi akan memobilisasi lemak tubuh untuk waktu yang agak lama daripada sapi dengan potensi genetik yang lebih rendah
- Selama periode ini, pada sapi dapat kehilangan sebanyak 0,7 kg / hari.



Monitoring Konsumsi Pakan selama masa Awal Produksi
- Konsumsi pakan adalah hal yang paling penting dalam mempertahankan tingginya produksi susu
- Ternak harus dimaksimalkan dalam mengkonsumsi pakan selama awal laktasi.
- Setiap tambahan per kg konsumsi bahan kering 2-2.4 kg susu.
- Konsumsi pakan ternak dipengaruhi oleh : tingkat produksi, kualitas dan  kuantitas hijauan/pakan berserat, kecernaan pakan, pengolahan makanan, frekuensi makan, konsistensi ratio bahan dll

Menghitung konsumsi :
DMI (% berat badan) = 4,048 - 0,00387 x badan berat badan (kg) + 0,0584 x 4% FCM (kg)
Gunakan persamaan berikut untuk menghitung kebutuhan Bahan Kering (kualitas lemak susu 4%)
0,4 x produksi air susu (kg/hari) + 15 x lemak susu (kg/hari)

Mengkondisikan kualitas pakan ruminansia adalah sangat penting pada awal laktasi
Dengan demikian, penting untuk  pakan minimal 40% dari rasio bahan kering adalah hijauan/pakan berserat. Sekitar setengah dari pakan berserat harus memiliki panjang minimal 2,6 cm yang efektif dalam merangsang proses ruminansi.
Kualitas pakan ternak yang tinggi harus diberikan selama periode ini untuk meningkatkan konsumsi bahan kering
- Kandungan Neutral Detergent Fibre sebesar 28%
- Kandungan Acid Detergent Fibre sebesar 19%
- Untuk menghindari masalah pencernaan (e.g. acidosis, depresi konsumsi), konsentrat ditambahkan secara bertahap sekitar 0,5 0,7 kg/hari selama dua minggu pertama.
- Protein sangat penting selama awal laktasi karena terbatasnya protein yang dimobilisasi dibandingkan dengan lemak tubuh. 
- Dengan demikian pada awal laktasi, yang diet  kandungan protein 17-19% dianjurkan. 35-30% protein tidak tercerna dalam pakan, sementara 30% merupakan protein terlarut. 
Sebuah pedoman : 0,5 kg pakan dari 34 – 50% protein konsentrat untuk setiap 5 kg susu yang dihasilkan di atas produksi 20 kg susu.



Strategi lain :
- sapi biasanya makan setelah pemerahan, sehingga pakan segar harus selalu tersedia di dalam tempat pakan untuk meningkatkan konsumsi pakan. Tinggi produksi sapi akan makan hingga 12 kali makan dengan rataan 23 menit.

Pedoman konsumsi bahan kering (kg) untuk ternak laktasi  :
Waktu
Laktasi Pertama
Laktasi Kedua
%-ase Bahan Kering
Minggu I
14
16
2,5% Bobot Badan
Minggu II
15 – 16
19
2,9 % Bobot Badan
Minggu III
17
21
3,4 % Bobot Badan
Minggu IV
18
22
3,6 % Bobot Badan
Minggu V
18    – 19
24
4 % Bobot Badan

Jika konsentrat sedang diberi makan secara terpisah dari pakan berserat, ternak harus diberi makan beberapa kali sehari.
- Pakan harus tersedia untuk sapi minimal 20 jam per hari
- Pakan berserat harus diberi sebelum konsenntrat pada pemberian pakan pagi hari
- Protein suplemen harus diberi makan bersamaan dengan bahan pakan sumber energi dan/atau pakan sumber energi diberikan sebelum bahan pakan sumber protein
- Bahan pakan berserat harus dipastikan memiliki serat yang cukup panjang
- Jika dua forages diberikan, sebaiknya dicampur daripada diberikan terpisah
- Jika intakes berada di bawah normal, lakukan pemeriksaan pada bahan pakan berserat non-karbohidrat, ukuran pakan berserat dan kualitas air.

Pemberian pakan secara terpisah
- Pemberian ransum dengan campuran konsentrat – pakan berserat (TMR) sebaiknya perlu difikirkan, masih banyak peternak sapi perah yang memberikan pakan berserat dan konsentrat secara terpisah.
- Komponen konsentrat biasanya hanya diberi makan sekali atau dua kali setiap hari. Hal ini dapat menyebabkan tidak seragamnya pasokan nutrisi dan ketidakefisienan dalam pemanfaatan gizi.
- Pemberian konsentrat sesering mungkin akan membantu kestabilan lingkungan rumen. Beberapa strategi manajemen dapat digunakan untuk meningkatkan produksi susu sapi dan kesehatan ternak
- Hindari perubahan kualitas pakan ternak
- Berikan pakan berserat sesering mungkin hal ini akan membantu menjaga pakan ternak selalu berada dalam keadaan segar dan ternak akan lebih sering makan
- Berikan pakan berserat di pagi hari sebelum diberi konsentrat
- Hindari memberi konsentrat diatas 2.5-3.5 kg sekali pemberian. Selain mencegah kebosanan, juga akan menghilangkan resiko acidosis akibat tingginya asupan karbohidrat dalam rumen
- Perhatikan ukuran konsentrat.  Konsentrat yang terlelu halus akan sangat cepat dalam rumen dan akan menyebabkan acidosis masalah.

Frekuensi makan
- Peningkatan frekuensi pakan akan mengurangi variasi keasaman dalam rumen dan dengan akan membantu menstabilkan lingkungan rumen.
- Kestabilan pH rumen sangat penting penting dalam pencernaan serat

Urutan Pemberian Pakan
- Memberi pengaruh pada fungsi kerja rumen
- Jika berserat dan konsentrat diberikan secara terpisah, maka pakan berserat harus diberi makan terlebih dahulu di pagi hari sebelum diberikan konsentrat
- Bahan pakan sumber protein (misalnya, tepung kedelai) dan sumber karbohidrat (misalnya jagung) diberikan bersamaan akan memberi lemak susu lebih tinggi.  Hal ini karena mikroba rumen memerlukan energi dan protein untuk tumbuh.

Ketepatan Pencampuran
- Kombinasi bahan pakan harus dilaksanakan dengan tepat untuk memperoleh keseimbangan gizi.
- Bahan pakan yang diberikan dalam jumlah tertentu (misalnya mineral dan vitamin), sebaiknya dicampur terlebih dahulu dengan bahan pakan yang lain sebelum dilakukan pencampuran yang lebih banyak lagi

Laktasi Medium
- Medium laktasi berada pada 100 – 200 hari post partus. Pada tahapan ini, ternak akan mencapai puncak produksi (8-10 minggu post partus).
- Konsumsi bahan kering harus tervvapai tidak lebih dari 10 minggu post partus.
- Ternak harus mengkomsumsi 4% dari total bobot badan.
- Hal ini akan menjaga persistensi produksi ternak
- Untuk setiap 2 kg produksi air susu, sedikitnya ternak harus mengkonsumsi 1 kg bahan kering
- Sasaran utama selama periode ini adalah menjaga puncak produksi susu selama
mungkin dengan total produksi susu sebesar 200 - 225 kg atau lebih selama masa laktasi.
- Jadi kunci strategi selama pertengahan laktasi adalah untuk memaksimalkan masalah asupan kering. - Selama periode ini pada sapi harus diberi pakan dengan kandungan serat tinggi (minimal 40 sampai 45% dari rasio bahan kering), dan kandungan serat harus dipertahankan pada tingkat yang sama dengan usia laktasi akhir
- Konsentrat tidak boleh melebihi 2,3% dari berat badan dan sumber pakan non-serat seperti bubur bit, distillers butir biji-bijian dan dedak dapat menggantikan bagian dari pati dalam campuran untuk memelihara lingkungan rumen yang sehat.
- Kandungan Protein pada masa medium lactation lebih rendah daripada awal laktasi dengan kandungan CP 15-17%
- Selama periode ini sapi yang harus digemukkan sebelum bunting (60-70 hari post partus)



Laktasi Akhir
- Fase ini dimulai 200 hari post parrtus sampai ternak memasuki masa kering kandang
- Pada fase ini produksi air susu akan menurun, juga konsumsi pakan
- Tetapi konsumsi pakan akan lebih mudah dikonversi menjadi produksi air susu dan dengan kondisi bobot badan ternak diggunakan untuk mengganti jaringan yang hilang selama masa laktasi awal
- Pada masa ini kenaikan bobot badan disebabkan karena bertam bahnya bobot janin
- Sumber protein dan energy tidak penting pada masa ini.  Ransum murah dapat disusun dengan menggunakan non-protein nitrogen yang dapat menfermentasi karbohidrat, misalnya tetes.

Tabel Kebutuhan Nutrisi Ternak Sapi Perah
Tahap Laktasi
Awal
Medium
Akhir
Rata-rata Produksi Susu (kg/hari)
40
30
20
Konsumsi Bahan Kering (kg/hari)
24 – 26
21 – 23
11 – 12
Kandungan Protein (% bahan kering)
17 – 19
15 – 16
13 – 15
Protein tidak tercerna (% CP)
35 – 40
30 – 35
25
Protein Terlarut (% CP)
25 – 33
25 – 36
25 – 40
Neutral Detergent Fibre (% bahan kering)
30 – 34
30 – 38
33 – 43
Acid Detergent Fibre (% bahan kering)
19 – 21
19 – 23
22 – 26
Efektif kandungan Serat (NDF %)
25
25
25
Nett Energy (MCal/kg)
1,64
1,57
1,5
Non-Carbohidrat Fibre (% bahan kering)
30 – 42
30 – 44
30 – 45
Total Digenstible Nutrient (% bahan kering)
72 – 74
69 – 71
66 – 68
Lemak (max, bahan kering) - %
5 – 6
4 – 6
3 – 5
Calcium (% bahan kering)
0,8 – 1,1
0,8 – 1
0,7 – 0,9
Phosphorous (% bahan kering)
0,5 – 0,9
0,4 – 0,8
0,4 – 0,7
Kalium (% bahan kering)
0,9 – 1,4
0,9 – 1,3
0,9 – 1,3
Natrium (% bahan kering)
0,2 – 0,45
0,2 – 0,45
0,18 – 0,45
Kaporit (% bahan kering)
0,25 – 0,3
0,25 – 0,3
0,25 – 0,3
Belerang (% bahan kering)
0,22 – 0,24
0,2 – 0,24
0,2 – 0,22
Kobalt (mg / kg DM)
0,2 – 0,3
0,2 – 0,3
0,2 – 0,3
Tembaga (mg / kg DM)
15 – 30
15 – 30
12 – 30
Mangan (mg / kg DM)
60
60
50
Seng (mg / kg DM)
80
80
70
Yodium (mg / kg DM)
0,8 – 14
0,6 – 1,4
0,6 – 1,2
Besi (mg / kg DM)
100
75-100
50-100
Adenium (mg / kg DM)
0,3
0,3
0,3
Vitamin A (1000 IU / hari)
100 – 200
100 – 200
100 – 200
Vitamin D (1000 IU / hari)
20 – 30
20 – 30
20 – 30
Vitamin E (IU / hari)
600 – 800
400 – 600
400 – 600
            
Sebuah uraian gamblang yang menjadi patokan Arman dalam menyusun pola pakan ternak sapi perahnya.




------ bersambung LAKONKU ADALAH PETANI #15