Kamis, 10 September 2020

LAKONKU ADALAH PETANI #16

 Sambungan dari LAKONKU ADALAH PETANI #15

Membudayakan Kebersamaan




     Sabtu pagi yang hangat itu diramaikan dengan suara teriakan anak-anak yang berlarian mengeksploitasi rasa kegembiraan mereka diawasi tiga ibu pengasuh, sementara itu ibu-ibu mereka dan Karang Taruna putri terbagi atas tiga kelompok kegiatan.  Kelompok ibu-ibu yang masing-masing terdiri atas 10 orang itu saling beraktivitas dengan giat dibimbing oleh seorang instruktur.  Kelompok pertama yang dibimbing Ibu Asri tampak sedang menghadapi kompor, alat masak dan bumbu dapur sedang mempersiapkan hidangan special hari itu.  Kelompok kedua sedang melakukan kegiatan teknologi tepat guna dengan bahan baku hasil pertanian/perkebunan yang biasa diusahakan oleh para bapak dengan instruktur Bapak Susanto.  Ibu Asri dan Pak Susanto adalah staf Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten. Kelompok ketiga sedang sibuk dengan bambu, kaleng-kaleng, tali temali, alat-alat pertukangan, Pak Kemal adalah instruktur kelompok ini dari Dinas Pertaman Kabupaten dengan asisten Pak Mardi dan Pak Manto.  Tampak Pak Tikno sedang bercakap-cakap dengan Pak Lurah dan Arman dibawah gapura masuk desa.

Sementara para bapak dan Karang Taruna putra sedang sibuk dengan cangkul, sapu lidi, dan cat untuk melakukan kerja bakti memperindah lingkungan sekitar dan menjaga kebersihan dan kesehatan.  Hal ini dilakukan sebagai kegiatan rutin dan sekaligus mensukseskan program kecamatan yang akan melakukan fogging sarang nyamuk disekeliling desa sore harinya.  Semangat para bapak sangat terlihat dengan saling melempar canda dan tetap berkonsentrasi melakukan aktivitas.  Tumpukan kayu lapuk, seresah daun, endapan organik di parit dikumpulkan pada beberapa titik lubang dan ditutup dengan tanah untuk dijadikan pupuk.  Kaleng bekas, seng-seng dan kaca/beling ditimbun dalam lubang-lubang yang lain.  Tanaman hias dipangkas dan diberi media tanam baru pada potnya.  Kegiatan yang dimulai pukul 06.00 WIB ini mengundang decak kagum bagi pejabat pemerintahan, tidak hanya dilingkungan Kecamatan, tetapi juga Kabupaten. Tak heran bila Desa Sukamaju mendapat penghargaan dari pemerintah atas prestasi yang mengagumkan dalam menghijaukan lingkungan sekitar. 


Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11.30 WIB, para bapak dan Karang Taruna putra dan kegiatan kerja bakti telah selesai, semua peralatan dan tubuh telah dicuci bersih.  Halaman balai desa tampak ramai dan diketeduhan pohon ara, tertata dua buah meja besar lengkap dengan hasil karya para ibu, meja pertama terdiri atas mekanan kecil dan minuman sementara meja kedua masih tertutup dengan aroma masakan yang sangat menggoda.

Pak Lurah didampingi Ibu Lurah, Tokoh Masyarakat dan para instruktur serta Pak Tikno berdiri dihadapan penduduk desa.  “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh”, Pak Lurah membuka acara dan dijawab serentak oleh seluruh hadirin, “wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh”.  “Bapak-bapak dan Ibu-ibu serta anak-anak muda tercinta dari Karang Taruna, sungguh berbahagia sekali kita dapat melaksanakan program penjagaan lingkungan yang setiap bulan di hari Sabtu minggu ketiga ini.  Ada hal lain yang juga sangat membanggakan, para ibu telah mampu mengolah bahan makanan yang menyehatkan dan tentunya nikmat, kita akan nikmati bersama saat makan siang nanti.  Hal lain yang membahagiakan adalah kedatangan Pak Tikno yang melihat dan  menjanjikan sesuatu yang luar biasa bagi peningkatan perekonomian kita.  Pak Tikno berkenan menggunakan kecap yang akan dihasilkan oleh ibu-ibu dan karang taruna putri kita, juga selai buah dan kulit buah yang setiap tahun kita hasilkan.  Terimakasih untuk Pak Tikno dan juga terimakasih untuk Ibu Asri, Pak Susanto, Pak Kemal, Pak Mardi dan Pak Manto atas kesediaan beliau semua membantu kita memajukan Desa Sukamaju”, jelas Pak Lurah yang disambut dengan gemuruh tepuk tangan seluruh yang hadir di muka Balai Desa saat itu.  “satu lagi bapak-bapak dan remaja putra, kalau nanti wajah ibu-ibu semakin cantik, jangan kaget ya.  Mereka baru saja selesai membuat bedak dingin untuk kecantikan dan kehalusan kulit wajah”, sambung Pak Lurah sambil terkekeh diikuti gelak tawa dan tepukan hadirin.  “hadirin sekalian, sebagai kata akhir dalam acara ini, kamimohon Pak Kemal mewakili instruktur untuk memberikan sepatah-dua patah kata”, undang Pak Lurah kepada Pak Kemal.  “Pak Lurah dan tokoh Masyarakat yang kami hormati dan seluruh hadirin yang kami banggakan.  Terimakasih atas sambutan yang luar biasa pada hari ini.  Kami sangat bangga atas keindahan Desa Sukamaju dan kekompakan warga masyarakatnya.  Juga kebanggan terdalam atas keberhasilan Pak Tikno mengembangkan hidangan organik yang juga dilakukan putranya di kota.  Kemauan kaum wanita didesa ini juga patut dibanggakan, baru saja ibu-ibu kita mampu membuat sebuah lahan pertanian di muka rumah, namanya vertikultur.  Dengan vertikulktur, kita dapat mengembangkan pertanian sayuran dimuka rumah, dilahan terbatas dan tak perlu repot pergi ke lahan, cukupmemetik langsung dimuka rumah.  Vertikultur juga akan memberikan keindahan halaman muka rumah.  Sekali lagi, terimakasih dan semoga Desa Sukamaju bertambah sukses dan makmur”, jelas Pak Kemal.   “Amin.  Terimakasih Pak Kemal.  Baiklah seluruh hadirin, sebagai akhir dari acara kita pagi sampai siang ini, mari sama-sama kita cicipi hasil karya ibu-ibu kita dan remaja putri”, tutup Pak Lurah.  Selanjutnya seluruh yang hadir saat itu segera mengambil makanan kecil dan sajian makan siang.


Makanan kecil yang disajikan adalah Pisang Goreng Krispi dengan minimal dawet serta beberpa penganan kecil lainnya.  Menurut ibu Asri, resep yang ditampilkan adalah resep yang bahan bakunya berasal dari Desa Sukamaju sendiri.


------ bersambung LAKONKU ADALAH PETANI #17