Sambungan dari LAKONKU ADALAH PETANI #15
Membudayakan Kebersamaan
Sementara para
bapak dan Karang Taruna putra sedang sibuk dengan cangkul, sapu lidi, dan cat
untuk melakukan kerja bakti memperindah lingkungan sekitar dan menjaga kebersihan
dan kesehatan. Hal ini dilakukan sebagai
kegiatan rutin dan sekaligus mensukseskan program kecamatan yang akan melakukan
fogging sarang nyamuk disekeliling desa sore harinya. Semangat para bapak sangat terlihat dengan
saling melempar canda dan tetap berkonsentrasi melakukan aktivitas. Tumpukan kayu lapuk, seresah daun, endapan
organik di parit dikumpulkan pada beberapa titik lubang dan ditutup dengan
tanah untuk dijadikan pupuk. Kaleng
bekas, seng-seng dan kaca/beling ditimbun dalam lubang-lubang yang lain. Tanaman hias dipangkas dan diberi media tanam
baru pada potnya. Kegiatan yang dimulai
pukul 06.00 WIB ini mengundang decak kagum bagi pejabat pemerintahan, tidak
hanya dilingkungan Kecamatan, tetapi juga Kabupaten. Tak heran bila Desa
Sukamaju mendapat penghargaan dari pemerintah atas prestasi yang mengagumkan dalam
menghijaukan lingkungan sekitar.
Tanpa terasa
waktu sudah menunjukkan pukul 11.30 WIB, para bapak dan Karang Taruna putra dan
kegiatan kerja bakti telah selesai, semua peralatan dan tubuh telah dicuci
bersih. Halaman balai desa tampak ramai
dan diketeduhan pohon ara, tertata dua buah meja besar lengkap dengan hasil
karya para ibu, meja pertama terdiri atas mekanan kecil dan minuman sementara
meja kedua masih tertutup dengan aroma masakan yang sangat menggoda.
Pak Lurah
didampingi Ibu Lurah, Tokoh Masyarakat dan para instruktur serta Pak Tikno berdiri
dihadapan penduduk desa. “Assalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh”, Pak Lurah membuka acara dan dijawab serentak oleh
seluruh hadirin, “wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh”. “Bapak-bapak dan Ibu-ibu serta anak-anak muda
tercinta dari Karang Taruna, sungguh berbahagia sekali kita dapat melaksanakan
program penjagaan lingkungan yang setiap bulan di hari Sabtu minggu ketiga
ini. Ada hal lain yang juga sangat membanggakan,
para ibu telah mampu mengolah bahan makanan yang menyehatkan dan tentunya
nikmat, kita akan nikmati bersama saat makan siang nanti. Hal lain yang membahagiakan adalah kedatangan
Pak Tikno yang melihat dan menjanjikan sesuatu
yang luar biasa bagi peningkatan perekonomian kita. Pak Tikno berkenan menggunakan kecap yang
akan dihasilkan oleh ibu-ibu dan karang taruna putri kita, juga selai buah dan
kulit buah yang setiap tahun kita hasilkan.
Terimakasih untuk Pak Tikno dan juga terimakasih untuk Ibu Asri, Pak Susanto,
Pak Kemal, Pak Mardi dan Pak Manto atas kesediaan beliau semua membantu kita
memajukan Desa Sukamaju”, jelas Pak Lurah yang disambut dengan gemuruh tepuk
tangan seluruh yang hadir di muka Balai Desa saat itu. “satu lagi bapak-bapak dan remaja putra,
kalau nanti wajah ibu-ibu semakin cantik, jangan kaget ya. Mereka baru saja selesai membuat bedak dingin
untuk kecantikan dan kehalusan kulit wajah”, sambung Pak Lurah sambil terkekeh
diikuti gelak tawa dan tepukan hadirin. “hadirin
sekalian, sebagai kata akhir dalam acara ini, kamimohon Pak Kemal mewakili instruktur
untuk memberikan sepatah-dua patah kata”, undang Pak Lurah kepada Pak
Kemal. “Pak Lurah dan tokoh Masyarakat
yang kami hormati dan seluruh hadirin yang kami banggakan. Terimakasih atas sambutan yang luar biasa pada
hari ini. Kami sangat bangga atas
keindahan Desa Sukamaju dan kekompakan warga masyarakatnya. Juga kebanggan terdalam atas keberhasilan Pak
Tikno mengembangkan hidangan organik yang juga dilakukan putranya di kota. Kemauan kaum wanita didesa ini juga patut
dibanggakan, baru saja ibu-ibu kita mampu membuat sebuah lahan pertanian di
muka rumah, namanya vertikultur. Dengan
vertikulktur, kita dapat mengembangkan pertanian sayuran dimuka rumah, dilahan
terbatas dan tak perlu repot pergi ke lahan, cukupmemetik langsung dimuka
rumah. Vertikultur juga akan memberikan
keindahan halaman muka rumah. Sekali
lagi, terimakasih dan semoga Desa Sukamaju bertambah sukses dan makmur”, jelas
Pak Kemal. “Amin.
Terimakasih Pak Kemal. Baiklah
seluruh hadirin, sebagai akhir dari acara kita pagi sampai siang ini, mari
sama-sama kita cicipi hasil karya ibu-ibu kita dan remaja putri”, tutup Pak
Lurah. Selanjutnya seluruh yang hadir saat
itu segera mengambil makanan kecil dan sajian makan siang.
Makanan kecil yang disajikan adalah Pisang Goreng Krispi dengan minimal dawet serta beberpa penganan kecil lainnya. Menurut ibu Asri, resep yang ditampilkan adalah resep yang bahan bakunya berasal dari Desa Sukamaju sendiri.
------ bersambung LAKONKU ADALAH PETANI #17