Rabu, 06 September 2023
Minggu, 16 Oktober 2022
Chairil Anwar
Chairil Anwar (26 Juli 1922 –
28 April 1949), dijuluki sebagai "Si Binatang Jalang" (dari karyanya
yang berjudul Aku), adalah penyair terkemuka Indonesia. Dia diperkirakan telah
menulis 96 karya, termasuk 70 puisi. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, ia
dinobatkan oleh H.B. Jassin sebagai pelopor Angkatan '45 sekaligus puisi modern
Indonesia.
Chairil lahir dan dibesarkan
di Medan, sebelum pindah ke Batavia (sekarang Jakarta) dengan ibunya pada tahun
1940, di mana dia mulai menggeluti dunia sastra. Setelah mempublikasikan puisi
pertamanya pada tahun 1942, Chairil terus menulis. Puisinya menyangkut berbagai
tema; mulai dari pemberontakan, kematian, individualisme, eksistensialisme,
hingga tak jarang multi-interpretasi.
-wikipedia
Pengeran Diponegoro
Pangeran Diponegoro
Sultan Abdul Hamid Herucakra
Amirul Mukminin Sayyidin Panatagama Kalifatullah ing Tanah Jawa
Bendara Pangeran Harya Dipanegara (atau biasa dikenal dengan nama Pangeran Diponegoro, 11 November 1785 – 8 Januari 1855) adalah salah seorang pahlawan nasional Republik Indonesia, yang memimpin Perang Diponegoro atau Perang Jawa selama periode tahun 1825 hingga 1830 melawan pemerintah Hindia Belanda.
Sejarah mencatat, Perang
Diponegoro atau Perang Jawa dikenal sebagai perang yang menelan korban
terbanyak dalam sejarah Indonesia, yakni 8.000 korban serdadu Hindia Belanda,
7.000 pribumi, dan 200 ribu orang Jawa serta kerugian materi 25 juta Gulden.
Di beberapa literatur yang
ditulis oleh Hindia Belanda, menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Profesor Wardiman Djojonegoro, terdapat pembelokan sejarah penyebab perlawanan
Pangeran Diponegoro karena sakit hati terhadap pemerintahan Hindia Belanda dan
keraton, yang menolaknya menjadi raja. Padahal, perlawanan yang dilakukan
disebabkan sang pangeran ingin melepaskan penderitaan rakyat miskin dari sistem
pajak Hindia Belanda dan membebaskan istana dari madat.
Keputusan dan sikap Pangeran Diponegoro yang menentang Hindia Belanda secara terbuka kemudian mendapat dukungan dan simpati dari rakyat. Atas saran dari sang paman, yakni GPH Mangkubumi, Pangeran Diponegoro menyingkir dari Tegalrejo dan membuat markas di Gua Selarong. Saat itu, Diponegoro menyatakan bahwa perlawanannya adalah perang salib, perlawanan menghadapi kaum kafir. Semangat "perang salib" yang dikobarkan Diponegoro membawa pengaruh luas hingga ke wilayah Pacitan dan Kedu.
-Wikipedia
Monumen IKADA
Monumen IKADA
Rapat Raksasa Lapangan
Ikada terjadi pada 19 September 1945, saat Soekarno
memberikan pidato singkat di hadapan
ribuan rakyat di Lapangan Ikada dalam rangka memperingati 1
bulan proklamasi kemerdekaan. Di berbagai tempat, masyarakat dengan
dipelopori para pemuda menyelenggarakan rapat dan demonstrasi untuk membulatkan
tekad menyambut kemerdekaan. Di Lapangan Ikada (Ikatan Atletik Djakarta)
Jakarta pada tanggal 19 September 1945 dilaksanakan rapat umum yang
dipelopori Komite Van Aksi. Lapangan Ikada sekarang ini terletak di
sebelah selatan Lapangan Monas
Makna rapat raksasa di Lapangan Ikada antara lain sebagai berikut:
Rapat tersebut berhasil mempertemukan pemerintah Republik Indonesia dengan rakyatnya.
Rapat tersebut merupakan
perwujudan kewibawaan pemerintah Republik Indonesia terhadap rakyat.
Menanamkan kepercayaan diri
bahwa rakyat Indonesia mampu mengubah nasib dengan kekuatan sendiri.
Rakyat mendukung pemerintah
yang baru terbentuk. Buktinya, setiap instruksi pimpinan mereka laksanakan.
-wikipedia-
Sabtu, 03 September 2022
Patung Pemuda Membangun
Patung Pemuda Membangun
Keberadaan patung ini bertujuan untuk mendorong semangat membangun yang pada hakekatnya harus dilakukan oleh para pemuda atau orang-orang yang berjiwa muda. Oleh karena itu patung ini diberi nama "Patung Pemuda Membangun". Patung tersebut diletakkan di bunderan air mancur Senayan, karena praktis dan strategis. Praktis karena tempatnya luas, cukup memenuhi persyaratan untuk memasang patung besar dan strategis karena tempat tersebut merupakan titik pertemuan dari dan ke segenap penjuru kota Kebayoran Baru dan sekitarnya. Selain itu keberadaannya juga dekat dengan kompleks olahraga Senayan serta tidak jauh dari Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat.[2]
Patung ini dibuat dari beton bertulang dengan adukan semen dan bagian luarnya dilapisi dengan bahan teraso. Pekerjaan dimulai bulan Juli 1971 dan diresmikan bulan Maret 1972. Rencana semula peresmiannya akan dilakukan pada acara Peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1971, tetapi saat itu patung belum selesai dibangun sehingga peresmiannya pun tertunda beberapa bulan.
Seluruh pendanaan pembuatan patung disandang oleh perusahaan minyak yang saat ini bernama Pertamina. Ketika itu pimpinan tertingginya, Ibnu Sutowo, ikut memegang peranan.
Monumen ini dirancang oleh tim pematung dari Biro Insinyur Seniman Arsitektur pimpinan Imam Supardi. Munir Pamuncak menjabat sebagai penanggung jawab pelaksanaan pembangunan. Monumen dibangun pada Juli 1971 dan dijadwalkan rampung pada 28 Oktober 1971, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Namun, pembangunannya molor dan baru selesai bulan Maret 1972. Upaya perawatannya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pertamanan dan Dinas Pemadam Kebakaran.
Kalangan ekspatriat menjuluki patung ini "Pizza Man" atau "Hot-Hands Harry". Warga setempat juga punya julukan sendiri, yaitu "Aduh, Panas". Patung ini juga pernah disebut "Pertamina" karena perusahaan minyak ini menyedot sumber energi dari tanah dan membakarnya di udara.
Meretas Peradaban
Meretas Peradaban
Dilansir situs Kebudayaan Kemdikbud, Kota Tua Jakarta
juga dikenal dengan nama Kota Tua Batavia. Kawasan Kota Tua Jakarta ini
melintasi wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Kawasan ini memiliki luas
sekitar 139 hektar dengan dominasi bangunan arsitektur Eropa dan Cina dari abad
ke-17 hingga awal abad ke-20. -detiknews
Menembus lintas kota menjadi bagian menarik, apalagi
bersama banyak pesepeda yang mungkin sedang latihan untuk Bike To Work akibat
harga BBM yang naik he he
Melalui jalan luruuuussss terus dan sempat memutar
saat berangkat melalui Antasari, berhenti sejenak di Patung Pizza dan lanjut
sampai HI yang sepanjang Jl. Soedirman - Thamrin penuuuh karena CFD
Masuk Merdeka Barat sampai Kota Tua sudah tidak CFD
lagi sehingga perlu waspada, apalagi pekerjaan pembangunan jalur Trans Jakarta
dan MRT masih terus berlangsung.
Lahirnya sampai juga di Kota Tua, tempat dimana
pemerintahan Kota Batavia dulu berada. Aktivitas yang rame dan masyarakat yang
antusiasme berkunjung seperti kehidupan yang hidup.
Selesai itu... Ya sudah, tinggal pulangnya deh,
emejing juga dengan Stasiun Kota yang sudah bagus dan manstaf.
Sempat berhenti di Monas, tarik nafas... sampainya
jalur CFD, sudah hampir jam 10.00WIB dan bener aja menjelang Dukuh Atas,
kendaraan berbahan bakar fosil mulai meraung" .... Sempet berhenti di
Masjid Al Azhar buat tarik nafas sejenak dan lanjut pulang membawa kisah masa
lalu yang sudah baru
Jumat, 02 September 2022
Sambangi S3
Sambangi S3-ku
Mentari mulai menyapa dunia,
seperti hari kemarin... Selalu ada hangat yang selimuti keindahan pagi.
Kali ini menyambangi S3 jadi rute
olah betis pagi ini, menggerakkan sendiri, dan melancarkan aliran darah.
Melintas Jl. RS Fatmawati, terus
menuju Pondok Labu dan berhenti di Jl. Margasatwa No.1, RT.15/RW.1, Pd. Labu,
Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12450... SMA
34.
Sekolah Menengah Atas yang berikan
berbagai pernik warna dan dinamika yang mengasyikkan, menyeruak di setiap sudut
ingatan dengan pertemanan tanpa lekang dilinas masa. SMA yang banyak ajari
tentang permulaan perjuangan dan mengasah talenta.
Bergeser kembali susuri Jl. RS
Fatmawati menuju Cipete, lalu belok di Komp. BNI 1946, Jl. RS. Fatmawati Raya,
RT.4/RW.5, Cilandak Bar., Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus
Ibukota Jakarta 12430. Sekolah pertengahan setelah SD dimana mulai kenal dengan
pertemanan lebih luas dan jangkauan lebih jauh. Termasuk bolos dan jajan
makanan setiap hari he he. Mulai kenal ekstra kulikuler dan keorganisasian OSIS
serta banyak ceritanya tentang naik kendaraan umum kalau kesekolah.
Pergerakan mulai bergeser kembali
ke Cipete dan menuju Villa Sawo, lalu lanjut ke Kirai, sebuah bangunan di
tikungan jalan... SDN Cipete Utara 012 pagi yang beralamat di Jl. Kirai Ujung
No 1 Kebayoran baru - JakSel, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12150. Ruangan
penuh anak merah putih dengan nakil selepas TK ... Ruangan guru dan kelas masih
belum banyak berubah, juga tempat jualan es teh Rp25,00 dibawah tangga itu
masih dibuat jualan.
Sekolah Dasar ini juga bersamaan
dengan SDN Cipete Utara 09, 010, dan 011 ... Sekarang sudah jadi satu nama SDN
Cipete Utara 09
SD yang kalau sore sering jadi
ajang tawuran SMA 6 filial, sekarang jadi SMA 46, seru dan seru
Kenangan di S3, SD - SMP - SMA ini
masih melekat, termasuk guyubnya para alumni dan persahabatan tanpa jeda yang
luar biasa.

























