Sabtu, 03 September 2022

Patung Pemuda Membangun

 


Patung Pemuda Membangun 

Patung yang terletak di bundaran air mancur Senayan, tepatnya di ujung selatan Jalan Jenderal SudirmanJakartaIndonesia. Patung ini menandai perbatasan kecamatan Kebayoran BaruJakarta Selatan.
Keberadaan patung ini bertujuan untuk mendorong semangat membangun yang pada hakekatnya harus dilakukan oleh para pemuda atau orang-orang yang berjiwa muda. Oleh karena itu patung ini diberi nama "Patung Pemuda Membangun". Patung tersebut diletakkan di bunderan air mancur Senayan, karena praktis dan strategis. Praktis karena tempatnya luas, cukup memenuhi persyaratan untuk memasang patung besar dan strategis karena tempat tersebut merupakan titik pertemuan dari dan ke segenap penjuru kota Kebayoran Baru dan sekitarnya. Selain itu keberadaannya juga dekat dengan kompleks olahraga Senayan serta tidak jauh dari Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat.[2]
Patung ini dibuat dari beton bertulang dengan adukan semen dan bagian luarnya dilapisi dengan bahan teraso. Pekerjaan dimulai bulan Juli 1971 dan diresmikan bulan Maret 1972. Rencana semula peresmiannya akan dilakukan pada acara Peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1971, tetapi saat itu patung belum selesai dibangun sehingga peresmiannya pun tertunda beberapa bulan.
Seluruh pendanaan pembuatan patung disandang oleh perusahaan minyak yang saat ini bernama Pertamina. Ketika itu pimpinan tertingginya, Ibnu Sutowo, ikut memegang peranan.
Monumen ini dirancang oleh tim pematung dari Biro Insinyur Seniman Arsitektur pimpinan Imam Supardi. Munir Pamuncak menjabat sebagai penanggung jawab pelaksanaan pembangunan. Monumen dibangun pada Juli 1971 dan dijadwalkan rampung pada 28 Oktober 1971, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Namun, pembangunannya molor dan baru selesai bulan Maret 1972. Upaya perawatannya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pertamanan dan Dinas Pemadam Kebakaran.
Kalangan ekspatriat menjuluki patung ini "Pizza Man" atau "Hot-Hands Harry". Warga setempat juga punya julukan sendiri, yaitu "Aduh, Panas". Patung ini juga pernah disebut "Pertamina" karena perusahaan minyak ini menyedot sumber energi dari tanah dan membakarnya di udara.

https://id.wikipedia.org/wiki/Patung_Pemuda_Membangun 

Meretas Peradaban

Meretas Peradaban

Dilansir situs Kebudayaan Kemdikbud, Kota Tua Jakarta juga dikenal dengan nama Kota Tua Batavia. Kawasan Kota Tua Jakarta ini melintasi wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Kawasan ini memiliki luas sekitar 139 hektar dengan dominasi bangunan arsitektur Eropa dan Cina dari abad ke-17 hingga awal abad ke-20. -detiknews

Menembus lintas kota menjadi bagian menarik, apalagi bersama banyak pesepeda yang mungkin sedang latihan untuk Bike To Work akibat harga BBM yang naik he he

Melalui jalan luruuuussss terus dan sempat memutar saat berangkat melalui Antasari, berhenti sejenak di Patung Pizza dan lanjut sampai HI yang sepanjang Jl. Soedirman - Thamrin penuuuh karena CFD




Masuk Merdeka Barat sampai Kota Tua sudah tidak CFD lagi sehingga perlu waspada, apalagi pekerjaan pembangunan jalur Trans Jakarta dan MRT masih terus berlangsung.

Lahirnya sampai juga di Kota Tua, tempat dimana pemerintahan Kota Batavia dulu berada. Aktivitas yang rame dan masyarakat yang antusiasme berkunjung seperti kehidupan yang hidup.







Selesai itu... Ya sudah, tinggal pulangnya deh, emejing juga dengan Stasiun Kota yang sudah bagus dan manstaf.

Sempat berhenti di Monas, tarik nafas... sampainya jalur CFD, sudah hampir jam 10.00WIB dan bener aja menjelang Dukuh Atas, kendaraan berbahan bakar fosil mulai meraung" .... Sempet berhenti di Masjid Al Azhar buat tarik nafas sejenak dan lanjut pulang membawa kisah masa lalu yang sudah baru


#SalamSatuSadel

#JanganLupaBerdoa

#TetaplahBahagia

 

Jumat, 02 September 2022

Sambangi S3

Sambangi S3-ku


Mentari mulai menyapa dunia, seperti hari kemarin... Selalu ada hangat yang selimuti keindahan pagi.

Kali ini menyambangi S3 jadi rute olah betis pagi ini, menggerakkan sendiri, dan melancarkan aliran darah.

Melintas Jl. RS Fatmawati, terus menuju Pondok Labu dan berhenti di Jl. Margasatwa No.1, RT.15/RW.1, Pd. Labu, Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12450... SMA 34.

Sekolah Menengah Atas yang berikan berbagai pernik warna dan dinamika yang mengasyikkan, menyeruak di setiap sudut ingatan dengan pertemanan tanpa lekang dilinas masa. SMA yang banyak ajari tentang permulaan perjuangan dan mengasah talenta.




Bergeser kembali susuri Jl. RS Fatmawati menuju Cipete, lalu belok di Komp. BNI 1946, Jl. RS. Fatmawati Raya, RT.4/RW.5, Cilandak Bar., Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12430. Sekolah pertengahan setelah SD dimana mulai kenal dengan pertemanan lebih luas dan jangkauan lebih jauh. Termasuk bolos dan jajan makanan setiap hari he he. Mulai kenal ekstra kulikuler dan keorganisasian OSIS serta banyak ceritanya tentang naik kendaraan umum kalau kesekolah.




Pergerakan mulai bergeser kembali ke Cipete dan menuju Villa Sawo, lalu lanjut ke Kirai, sebuah bangunan di tikungan jalan... SDN Cipete Utara 012 pagi yang beralamat di Jl. Kirai Ujung No 1 Kebayoran baru - JakSel, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12150. Ruangan penuh anak merah putih dengan nakil selepas TK ... Ruangan guru dan kelas masih belum banyak berubah, juga tempat jualan es teh Rp25,00 dibawah tangga itu masih dibuat jualan.

Sekolah Dasar ini juga bersamaan dengan SDN Cipete Utara 09, 010, dan 011 ... Sekarang sudah jadi satu nama SDN Cipete Utara 09





SD yang kalau sore sering jadi ajang tawuran SMA 6 filial, sekarang jadi SMA 46, seru dan seru

Kenangan di S3, SD - SMP - SMA ini masih melekat, termasuk guyubnya para alumni dan persahabatan tanpa jeda yang luar biasa.



#SalamSatuSadel

#JanganLupaBerdoa

#TetaplahBahagia