Rabu, 31 Agustus 2022

Mengantarkan Anak Sekolahpun Bisa Jadi Cara Mendidik Yang Salah

 Mengantarkan Anak Sekolahpun Bisa Jadi Cara Mendidik Yang Salah


Saat ini kegiatan belajar mengajar sudah dimulai dan lalu lintas mulai ramai serta aktivitas mengantarkan anak sekolah kembali menjadi tugas para orang tua.
Tetapi, pernahkah kita menyadari bahwa kita bisa jadi salah dalam mengantarkan anak ke sekolah.
Sekolah kita jadikan tempat terbaik untuk mendidik anak kita dengan pelajaran formal dengan hasil yang diperoleh setiap semester dan kenaikan kelas setiap tahun. Kita juga haruskan para guru, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa itu untuk ikut mendidik akhlaq dan attitude anak kita, sementara cara kita antarkan anak ke sekolah bisa jadi akan menggugurkan perjuangan para guru itu.

Mulai dari hal yang sepele sampai yang rumit dapat kita ajarkan dalam mendidik anak menuju sekolah.

Penggunaan Helm dan Sabuk Keselamatan
Keduanya adalah sarana untuk menjaga keselamatan pengguna kendaraan dan kita sering luput dari hal sederhana ini. Jarang kita ingatkan kepada anak untuk gunakan helm atau sabuk keselamatan, kitapun juga sering tidak gunakan dengan berbagai alasan klasik dan tidak logis, ya khan? he he

Melanggar Marka Jalan
Garis marka adalah penuntun kita berkendara, juga berbagai rambu" lalu lintas ... dan kita masih sering melanggar. seperti berhenti di zebra cross yang jelas" adalah milik penyeberang jalan, atau terkadang kita menaiki trotoar untuk menghindari kemacetan, atau garis tidak terputus kita langgar, dan yang paling sering adalah melanggar Alat Pengatur Isyarat Lampu (APIL), entah itu lampu merah atau lampu kuning, sering sekali dilakukan saat mengantarkan anak.

Kesemua itu kita lakukan dengan dalih konyol agar anak dapat cepat sampai ke sekolah lalu tugas mendidik kita serahkan ke para guru, sementara kita baru saja memberi pendidikan yang salah, kira" kalau kayak gitu, orang tua macam apa kita?

Walhasil, saat ini kita menuai itu semua, mungkin kita juga termasuk hasil pendidikan yang salah dari orang tua kita?
Saat anak sudah bisa naik kendaraan sendiri, kita bebaskan mereka menggunakan kendaraan, tanpa SIM, tanpa akhlaq yang cukup, dan tanpa sadar kita menjerumuskan mereka untuk menjadi pelanggar aturan.

Banyak anak belum cukup umur menggunakan kendaraan bermotor tanpa helm, knalpot bising, ngebut, tidak memperhatikan kelengkapan kendaraan (seperti lampu mati), kendaraan yang dimodifikasi, dan seabreg hal lain yang harusnya ditaati.

Mari kita renungkan dan kita pahami bahwa anak kita adalah generasi penerus yang menjadi cermin kita

#JanganLupaBerdoa
#TetaplahBahagia