Minggu, 16 Oktober 2022

Chairil Anwar

Chairil Anwar (26 Juli 1922 – 28 April 1949), dijuluki sebagai "Si Binatang Jalang" (dari karyanya yang berjudul Aku), adalah penyair terkemuka Indonesia. Dia diperkirakan telah menulis 96 karya, termasuk 70 puisi. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, ia dinobatkan oleh H.B. Jassin sebagai pelopor Angkatan '45 sekaligus puisi modern Indonesia.


Chairil lahir dan dibesarkan di Medan, sebelum pindah ke Batavia (sekarang Jakarta) dengan ibunya pada tahun 1940, di mana dia mulai menggeluti dunia sastra. Setelah mempublikasikan puisi pertamanya pada tahun 1942, Chairil terus menulis. Puisinya menyangkut berbagai tema; mulai dari pemberontakan, kematian, individualisme, eksistensialisme, hingga tak jarang multi-interpretasi.

-wikipedia

 



Pengeran Diponegoro

Pangeran Diponegoro

Sultan Abdul Hamid Herucakra Amirul Mukminin Sayyidin Panatagama Kalifatullah ing Tanah Jawa

Bendara Pangeran Harya Dipanegara (atau biasa dikenal dengan nama Pangeran Diponegoro, 11 November 1785 – 8 Januari 1855) adalah salah seorang pahlawan nasional Republik Indonesia, yang memimpin Perang Diponegoro atau Perang Jawa selama periode tahun 1825 hingga 1830 melawan pemerintah Hindia Belanda.

Sejarah mencatat, Perang Diponegoro atau Perang Jawa dikenal sebagai perang yang menelan korban terbanyak dalam sejarah Indonesia, yakni 8.000 korban serdadu Hindia Belanda, 7.000 pribumi, dan 200 ribu orang Jawa serta kerugian materi 25 juta Gulden.


Perang Diponegoro atau Perang Jawa diawali dari keputusan dan tindakan Hindia Belanda yang memasang patok-patok di atas lahan milik Diponegoro di Desa Tegalrejo. Tindakan tersebut ditambah beberapa kelakuan Hindia Belanda yang tidak menghargai adat istiadat setempat dan eksploitasi berlebihan terhadap rakyat dengan pajak tinggi, membuat Pangeran Diponegoro semakin muak hingga mencetuskan sikap perlawanan sang Pangeran.

Di beberapa literatur yang ditulis oleh Hindia Belanda, menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Profesor Wardiman Djojonegoro, terdapat pembelokan sejarah penyebab perlawanan Pangeran Diponegoro karena sakit hati terhadap pemerintahan Hindia Belanda dan keraton, yang menolaknya menjadi raja. Padahal, perlawanan yang dilakukan disebabkan sang pangeran ingin melepaskan penderitaan rakyat miskin dari sistem pajak Hindia Belanda dan membebaskan istana dari madat.

Keputusan dan sikap Pangeran Diponegoro yang menentang Hindia Belanda secara terbuka kemudian mendapat dukungan dan simpati dari rakyat. Atas saran dari sang paman, yakni GPH Mangkubumi, Pangeran Diponegoro menyingkir dari Tegalrejo dan membuat markas di Gua Selarong. Saat itu, Diponegoro menyatakan bahwa perlawanannya adalah perang salib, perlawanan menghadapi kaum kafir. Semangat "perang salib" yang dikobarkan Diponegoro membawa pengaruh luas hingga ke wilayah Pacitan dan Kedu.

-Wikipedia





 


Monumen IKADA

Monumen IKADA

Rapat Raksasa Lapangan Ikada terjadi pada 19 September 1945, saat Soekarno  memberikan  pidato singkat di hadapan ribuan rakyat di Lapangan Ikada dalam rangka memperingati 1 bulan proklamasi kemerdekaan. Di berbagai tempat, masyarakat dengan dipelopori para pemuda menyelenggarakan rapat dan demonstrasi untuk membulatkan tekad menyambut kemerdekaan. Di Lapangan Ikada (Ikatan Atletik Djakarta) Jakarta pada tanggal 19 September 1945 dilaksanakan rapat umum yang dipelopori  Komite Van Aksi. Lapangan Ikada sekarang ini terletak di sebelah selatan Lapangan Monas



Makna rapat raksasa di Lapangan Ikada antara lain sebagai berikut:

Rapat tersebut berhasil mempertemukan pemerintah Republik Indonesia dengan rakyatnya.

Rapat tersebut merupakan perwujudan kewibawaan pemerintah Republik Indonesia terhadap rakyat.

Menanamkan kepercayaan diri bahwa rakyat Indonesia mampu mengubah nasib dengan kekuatan sendiri.

Rakyat mendukung pemerintah yang baru terbentuk. Buktinya, setiap instruksi pimpinan mereka laksanakan.




-wikipedia-

 


Sabtu, 03 September 2022

Patung Pemuda Membangun

 


Patung Pemuda Membangun 

Patung yang terletak di bundaran air mancur Senayan, tepatnya di ujung selatan Jalan Jenderal SudirmanJakartaIndonesia. Patung ini menandai perbatasan kecamatan Kebayoran BaruJakarta Selatan.
Keberadaan patung ini bertujuan untuk mendorong semangat membangun yang pada hakekatnya harus dilakukan oleh para pemuda atau orang-orang yang berjiwa muda. Oleh karena itu patung ini diberi nama "Patung Pemuda Membangun". Patung tersebut diletakkan di bunderan air mancur Senayan, karena praktis dan strategis. Praktis karena tempatnya luas, cukup memenuhi persyaratan untuk memasang patung besar dan strategis karena tempat tersebut merupakan titik pertemuan dari dan ke segenap penjuru kota Kebayoran Baru dan sekitarnya. Selain itu keberadaannya juga dekat dengan kompleks olahraga Senayan serta tidak jauh dari Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat.[2]
Patung ini dibuat dari beton bertulang dengan adukan semen dan bagian luarnya dilapisi dengan bahan teraso. Pekerjaan dimulai bulan Juli 1971 dan diresmikan bulan Maret 1972. Rencana semula peresmiannya akan dilakukan pada acara Peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1971, tetapi saat itu patung belum selesai dibangun sehingga peresmiannya pun tertunda beberapa bulan.
Seluruh pendanaan pembuatan patung disandang oleh perusahaan minyak yang saat ini bernama Pertamina. Ketika itu pimpinan tertingginya, Ibnu Sutowo, ikut memegang peranan.
Monumen ini dirancang oleh tim pematung dari Biro Insinyur Seniman Arsitektur pimpinan Imam Supardi. Munir Pamuncak menjabat sebagai penanggung jawab pelaksanaan pembangunan. Monumen dibangun pada Juli 1971 dan dijadwalkan rampung pada 28 Oktober 1971, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Namun, pembangunannya molor dan baru selesai bulan Maret 1972. Upaya perawatannya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pertamanan dan Dinas Pemadam Kebakaran.
Kalangan ekspatriat menjuluki patung ini "Pizza Man" atau "Hot-Hands Harry". Warga setempat juga punya julukan sendiri, yaitu "Aduh, Panas". Patung ini juga pernah disebut "Pertamina" karena perusahaan minyak ini menyedot sumber energi dari tanah dan membakarnya di udara.

https://id.wikipedia.org/wiki/Patung_Pemuda_Membangun 

Meretas Peradaban

Meretas Peradaban

Dilansir situs Kebudayaan Kemdikbud, Kota Tua Jakarta juga dikenal dengan nama Kota Tua Batavia. Kawasan Kota Tua Jakarta ini melintasi wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Kawasan ini memiliki luas sekitar 139 hektar dengan dominasi bangunan arsitektur Eropa dan Cina dari abad ke-17 hingga awal abad ke-20. -detiknews

Menembus lintas kota menjadi bagian menarik, apalagi bersama banyak pesepeda yang mungkin sedang latihan untuk Bike To Work akibat harga BBM yang naik he he

Melalui jalan luruuuussss terus dan sempat memutar saat berangkat melalui Antasari, berhenti sejenak di Patung Pizza dan lanjut sampai HI yang sepanjang Jl. Soedirman - Thamrin penuuuh karena CFD




Masuk Merdeka Barat sampai Kota Tua sudah tidak CFD lagi sehingga perlu waspada, apalagi pekerjaan pembangunan jalur Trans Jakarta dan MRT masih terus berlangsung.

Lahirnya sampai juga di Kota Tua, tempat dimana pemerintahan Kota Batavia dulu berada. Aktivitas yang rame dan masyarakat yang antusiasme berkunjung seperti kehidupan yang hidup.







Selesai itu... Ya sudah, tinggal pulangnya deh, emejing juga dengan Stasiun Kota yang sudah bagus dan manstaf.

Sempat berhenti di Monas, tarik nafas... sampainya jalur CFD, sudah hampir jam 10.00WIB dan bener aja menjelang Dukuh Atas, kendaraan berbahan bakar fosil mulai meraung" .... Sempet berhenti di Masjid Al Azhar buat tarik nafas sejenak dan lanjut pulang membawa kisah masa lalu yang sudah baru


#SalamSatuSadel

#JanganLupaBerdoa

#TetaplahBahagia

 

Jumat, 02 September 2022

Sambangi S3

Sambangi S3-ku


Mentari mulai menyapa dunia, seperti hari kemarin... Selalu ada hangat yang selimuti keindahan pagi.

Kali ini menyambangi S3 jadi rute olah betis pagi ini, menggerakkan sendiri, dan melancarkan aliran darah.

Melintas Jl. RS Fatmawati, terus menuju Pondok Labu dan berhenti di Jl. Margasatwa No.1, RT.15/RW.1, Pd. Labu, Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12450... SMA 34.

Sekolah Menengah Atas yang berikan berbagai pernik warna dan dinamika yang mengasyikkan, menyeruak di setiap sudut ingatan dengan pertemanan tanpa lekang dilinas masa. SMA yang banyak ajari tentang permulaan perjuangan dan mengasah talenta.




Bergeser kembali susuri Jl. RS Fatmawati menuju Cipete, lalu belok di Komp. BNI 1946, Jl. RS. Fatmawati Raya, RT.4/RW.5, Cilandak Bar., Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12430. Sekolah pertengahan setelah SD dimana mulai kenal dengan pertemanan lebih luas dan jangkauan lebih jauh. Termasuk bolos dan jajan makanan setiap hari he he. Mulai kenal ekstra kulikuler dan keorganisasian OSIS serta banyak ceritanya tentang naik kendaraan umum kalau kesekolah.




Pergerakan mulai bergeser kembali ke Cipete dan menuju Villa Sawo, lalu lanjut ke Kirai, sebuah bangunan di tikungan jalan... SDN Cipete Utara 012 pagi yang beralamat di Jl. Kirai Ujung No 1 Kebayoran baru - JakSel, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12150. Ruangan penuh anak merah putih dengan nakil selepas TK ... Ruangan guru dan kelas masih belum banyak berubah, juga tempat jualan es teh Rp25,00 dibawah tangga itu masih dibuat jualan.

Sekolah Dasar ini juga bersamaan dengan SDN Cipete Utara 09, 010, dan 011 ... Sekarang sudah jadi satu nama SDN Cipete Utara 09





SD yang kalau sore sering jadi ajang tawuran SMA 6 filial, sekarang jadi SMA 46, seru dan seru

Kenangan di S3, SD - SMP - SMA ini masih melekat, termasuk guyubnya para alumni dan persahabatan tanpa jeda yang luar biasa.



#SalamSatuSadel

#JanganLupaBerdoa

#TetaplahBahagia

 

Rabu, 31 Agustus 2022

Mengantarkan Anak Sekolahpun Bisa Jadi Cara Mendidik Yang Salah

 Mengantarkan Anak Sekolahpun Bisa Jadi Cara Mendidik Yang Salah


Saat ini kegiatan belajar mengajar sudah dimulai dan lalu lintas mulai ramai serta aktivitas mengantarkan anak sekolah kembali menjadi tugas para orang tua.
Tetapi, pernahkah kita menyadari bahwa kita bisa jadi salah dalam mengantarkan anak ke sekolah.
Sekolah kita jadikan tempat terbaik untuk mendidik anak kita dengan pelajaran formal dengan hasil yang diperoleh setiap semester dan kenaikan kelas setiap tahun. Kita juga haruskan para guru, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa itu untuk ikut mendidik akhlaq dan attitude anak kita, sementara cara kita antarkan anak ke sekolah bisa jadi akan menggugurkan perjuangan para guru itu.

Mulai dari hal yang sepele sampai yang rumit dapat kita ajarkan dalam mendidik anak menuju sekolah.

Penggunaan Helm dan Sabuk Keselamatan
Keduanya adalah sarana untuk menjaga keselamatan pengguna kendaraan dan kita sering luput dari hal sederhana ini. Jarang kita ingatkan kepada anak untuk gunakan helm atau sabuk keselamatan, kitapun juga sering tidak gunakan dengan berbagai alasan klasik dan tidak logis, ya khan? he he

Melanggar Marka Jalan
Garis marka adalah penuntun kita berkendara, juga berbagai rambu" lalu lintas ... dan kita masih sering melanggar. seperti berhenti di zebra cross yang jelas" adalah milik penyeberang jalan, atau terkadang kita menaiki trotoar untuk menghindari kemacetan, atau garis tidak terputus kita langgar, dan yang paling sering adalah melanggar Alat Pengatur Isyarat Lampu (APIL), entah itu lampu merah atau lampu kuning, sering sekali dilakukan saat mengantarkan anak.

Kesemua itu kita lakukan dengan dalih konyol agar anak dapat cepat sampai ke sekolah lalu tugas mendidik kita serahkan ke para guru, sementara kita baru saja memberi pendidikan yang salah, kira" kalau kayak gitu, orang tua macam apa kita?

Walhasil, saat ini kita menuai itu semua, mungkin kita juga termasuk hasil pendidikan yang salah dari orang tua kita?
Saat anak sudah bisa naik kendaraan sendiri, kita bebaskan mereka menggunakan kendaraan, tanpa SIM, tanpa akhlaq yang cukup, dan tanpa sadar kita menjerumuskan mereka untuk menjadi pelanggar aturan.

Banyak anak belum cukup umur menggunakan kendaraan bermotor tanpa helm, knalpot bising, ngebut, tidak memperhatikan kelengkapan kendaraan (seperti lampu mati), kendaraan yang dimodifikasi, dan seabreg hal lain yang harusnya ditaati.

Mari kita renungkan dan kita pahami bahwa anak kita adalah generasi penerus yang menjadi cermin kita

#JanganLupaBerdoa
#TetaplahBahagia

Jumat, 03 Juni 2022

Perjalanan ke Utara Indonesia

Perjalanan kali ini melabuhkan gw ke sebelah Utara Indonesia, 0 km ... berbatasan dengan negara Philipina. Kabupaten Kepulauan Talaud di Provinsi Sulawesi Utara yang gw jejak, seperti sebuah iklan layanan kargo, dari Miangas ke Pulau Rote, dan gw berkesempatan ke Miangas!


Perjalanan yang memerlukan perencanaan dan teknik pemesanan ticket pesawat dari Manado ke Melonguane, Kabuparen Kepulauan Talaud. Kenapa gak, kalau gak direncanakan sebelumnya, kita gak bakalan dapat ticket, alhasil kita akan pake kapal laut yang tentunya bakal bikin lama waktu tempuhnya. 



Perjalanan langsung Jakarta - Manado, 3,5jam lalu transit dan menunggu di gate 3 untuk perjalanan ke Melouange yang hanya ada setiap hari Senin, Rabu, dan Jum'at pukul 08.00 WITA. Jadi, kalau elo sampai Manado diluar jam yang deket dari jam itu, harus bermalam di Kota Manado dulu, boleh jugalah sambil menikmati rahang tuna dan sambal dabu-dabu.





Perjalanan ke Melouange memerlukan waktu hampir dua jam dan transit dulu di Naha di Pulau Sangihe setelah makan waktu  1jam, dan 45 menit sampai di Melouange. Kedua bandara kecil ini hanya sibuk saat ATR72 landing dan take off saja. 

Kota Melonguane, ibukota Kabupaten Kepulauan Talaud yang umurnya .... tahun, hasil pemekaran Kabupaten Kepulauan Sangihe Talaud yang dipecah menjadi ... Kabupaten, yaitu Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud, dan Kabupaten Kepulauan

Melonguane termasuk yang sedang membangun wilayah dan mengembangkannya menjadi destinasi wisata yang menawarkan keindahan laut yang bening dan kultur budaya yang kuat. Konon ada sebuah wilayah yang terdapat semua pusaka senusantara ada disini. 








Sebagai wilayah yang mayoritas penduduknya non muslim, tentunya ada yang memerlukan akses restoran muslim yang menjadi pilihan di kota ini. Ada RM Panorama yang menyajikan ikan bakar dan sambel dabu-dabu serta sop ayam. Ada Sate Ayam Madura yang menyajikan ayam goreng, ayam bakar, soto, rawon, selain sate ayam khas Madura serta gorengan tahu isi yang dimakan bersama bumbu sate dan sambal serta kecap. Ada juga Coto Makasar dan RM Padang. 

Dikota ini ada patung Yesus Raja yang besar menghadap ke kota dan menjadi salah satu ikon di Kota Melonguane. 



Oh ya, selain dengan pesawat udara, ada juga kapal yang melayani trayek Manado - Melonguane pp, dan Melonguane ke beberapa destinasi lain di sekitar kepulauan. Ada 5 pulau besar di Kabupaten Kepulauan Talaud dari total .... pulau. Inilah yang dimaksud dengan tol laut itu, dimana semua pulau di Indonesia saling terhubung dan mudah diakses satu sama lain. Untuk mencapai Melonguane dari Manado kita perlu waktu sekitar 10-12 jam dengan kapal besar yang menyediakan ranjang dan kamar untuk penumpang dengan dilengkapi minum dan makan untuk setiap penumpang dengan biaya Rp400-500ribuan.

Oke, kita lanjut ke Miangas ya. Untuk mencapai Miangas kalau dengan kapal reguler diperlukan waktu 26 hari sekali dan itu pastiny perlu persiapan matang untuk menjangkau pulau yang paling dekat dengan negara Philipina ini. Kalau gw kemarin pake KRI Kakap dengan kecepatan rendah dan memerlukan waktu 12 jam, kalau dengan pesawat cukup 15-30 menit saja dan ada lho bandara disana yang sebelum pandemi melayani perjalanan Miangas-Melonguane seminggu sekali dengan biaya sekitar 1,3jutaan dan masyarakat disana senang sekali kalau bandaranya kembali aktif. 



Di pulau dengan satu desa bernama Miangas dan satu kecamatan, bernama Miangas juga ini menyediakan beberapa ikon sejarah dan tentunya pemandangan indah khas pulau. Meskipun lebih dekat ke Philipina, 3 jam dengan kapal mereka tetap memilih menjadi bagian dari NKRI karena kesamaan kultur dan bahasa. Ada pos Angkatan Laut, Imigrasi, dan layanan lintas negara sebagai bagian dari sebuah wilayah perbatasan serta KRI yang berpatroli mengamankan wilayah Indonesia. Disini ada mercusuar yang sangat ikonik dan meriam yang digunakan untuk melindungi dari serangan musuh serta pahlawan terkenal masa itu, Jenderal Santiago.