Sabtu, 02 Mei 2020

LAKONKU ADALAH PETANI #14


Sambungan dari LAKONKU ADALAH PETANI #13



Nutrisi Ternak Sapi Perah

Salah satu kebutuhan terpenting dalam usaha budidaya ternak sapi adalah tersedianya pakan yang baik dan kontinyu demi terpenuhinya kebutuhan nutrisi ternak.

Pakan yang diberikan kepada ternak sapi perah, umumnya terbagi dua jenis.
- pakan berserat, misalnya : rumput, kacang-kacangan, jerami
- pakan penguat, misalnya : bekatul, onggok, konsentrat jadi

Agar diperoleh hasil maksimal, maka perencanaan akan pakan harus dibuat secermat mungkin.  Hal ini disebabkan karena selain merupakan faktor menentukan dalam produktivitas ternak akan daging, pakan juga memberi sumbangan komponen terbesar bagi pembiayaan usaha.  Pakan dengan mutu terbaik dan harga yang sesuai akan memberi konstribusi positif bagi perkembangan usaha.



Laktasi Awal
Kebutuhan gizi dari susu sapi di awal-laktasi berada pada 100 hari awal masa laktasi. Pada  tahap awal ini,  sapi akan mencapai puncak  susu produksi (selama  bulan kedua  laktasi untuk sapi Holstein), adalah nafsu makan akan menurun dan ternak akan kehilangan bobot badan. Di akhir dari awal laktasi, masa kering akan menjadi masalah dan tidak sedikit kerugian yang ditimbulkan.
Ransum ternak sapi perah biasanya dirumuskan berdasarkan protein (misalnya CP = Crude Protein / Protein Kasar) dan energi (misalnya energi bersih untuk laktasi). Namun, untuk mencapai maksimum produksi, ransum harus memiliki keseimbang untuk serat, karbohidrat non-struktural, protein tidak tercerna, protein yang larut. Ransum disusun untuk memaksimalkan fungsi mikrobial untuk protein tidak tercerna. 

Penurunan Bobot Badan pada masa Awal Laktasi
- Selama periode ini menghasilkan susu meningkat lebih cepat dibandingkan konsumsi bahan kerning (puncak produksi).
- Kebutuhan energi lebih besar dari jumlah energi dikonsumsi sehingga ternak akan memobilisasi cadangan tubuh dan akan menyebabkan terganggunya keseimbangan energi keseimbangan
- Potensi genetik sangat berperan selama periode ini dan ternak akan tertekan untuk berproduksi. 
- Ternak pada tahap ini memiliki keterbatasan kapasitas untuk menelan pakan.
- Ternak dengan potensi genetik yang lebih tinggi akan memobilisasi lemak tubuh untuk waktu yang agak lama daripada sapi dengan potensi genetik yang lebih rendah
- Selama periode ini, pada sapi dapat kehilangan sebanyak 0,7 kg / hari.



Monitoring Konsumsi Pakan selama masa Awal Produksi
- Konsumsi pakan adalah hal yang paling penting dalam mempertahankan tingginya produksi susu
- Ternak harus dimaksimalkan dalam mengkonsumsi pakan selama awal laktasi.
- Setiap tambahan per kg konsumsi bahan kering 2-2.4 kg susu.
- Konsumsi pakan ternak dipengaruhi oleh : tingkat produksi, kualitas dan  kuantitas hijauan/pakan berserat, kecernaan pakan, pengolahan makanan, frekuensi makan, konsistensi ratio bahan dll

Menghitung konsumsi :
DMI (% berat badan) = 4,048 - 0,00387 x badan berat badan (kg) + 0,0584 x 4% FCM (kg)
Gunakan persamaan berikut untuk menghitung kebutuhan Bahan Kering (kualitas lemak susu 4%)
0,4 x produksi air susu (kg/hari) + 15 x lemak susu (kg/hari)

Mengkondisikan kualitas pakan ruminansia adalah sangat penting pada awal laktasi
Dengan demikian, penting untuk  pakan minimal 40% dari rasio bahan kering adalah hijauan/pakan berserat. Sekitar setengah dari pakan berserat harus memiliki panjang minimal 2,6 cm yang efektif dalam merangsang proses ruminansi.
Kualitas pakan ternak yang tinggi harus diberikan selama periode ini untuk meningkatkan konsumsi bahan kering
- Kandungan Neutral Detergent Fibre sebesar 28%
- Kandungan Acid Detergent Fibre sebesar 19%
- Untuk menghindari masalah pencernaan (e.g. acidosis, depresi konsumsi), konsentrat ditambahkan secara bertahap sekitar 0,5 0,7 kg/hari selama dua minggu pertama.
- Protein sangat penting selama awal laktasi karena terbatasnya protein yang dimobilisasi dibandingkan dengan lemak tubuh. 
- Dengan demikian pada awal laktasi, yang diet  kandungan protein 17-19% dianjurkan. 35-30% protein tidak tercerna dalam pakan, sementara 30% merupakan protein terlarut. 
Sebuah pedoman : 0,5 kg pakan dari 34 – 50% protein konsentrat untuk setiap 5 kg susu yang dihasilkan di atas produksi 20 kg susu.



Strategi lain :
- sapi biasanya makan setelah pemerahan, sehingga pakan segar harus selalu tersedia di dalam tempat pakan untuk meningkatkan konsumsi pakan. Tinggi produksi sapi akan makan hingga 12 kali makan dengan rataan 23 menit.

Pedoman konsumsi bahan kering (kg) untuk ternak laktasi  :
Waktu
Laktasi Pertama
Laktasi Kedua
%-ase Bahan Kering
Minggu I
14
16
2,5% Bobot Badan
Minggu II
15 – 16
19
2,9 % Bobot Badan
Minggu III
17
21
3,4 % Bobot Badan
Minggu IV
18
22
3,6 % Bobot Badan
Minggu V
18    – 19
24
4 % Bobot Badan

Jika konsentrat sedang diberi makan secara terpisah dari pakan berserat, ternak harus diberi makan beberapa kali sehari.
- Pakan harus tersedia untuk sapi minimal 20 jam per hari
- Pakan berserat harus diberi sebelum konsenntrat pada pemberian pakan pagi hari
- Protein suplemen harus diberi makan bersamaan dengan bahan pakan sumber energi dan/atau pakan sumber energi diberikan sebelum bahan pakan sumber protein
- Bahan pakan berserat harus dipastikan memiliki serat yang cukup panjang
- Jika dua forages diberikan, sebaiknya dicampur daripada diberikan terpisah
- Jika intakes berada di bawah normal, lakukan pemeriksaan pada bahan pakan berserat non-karbohidrat, ukuran pakan berserat dan kualitas air.

Pemberian pakan secara terpisah
- Pemberian ransum dengan campuran konsentrat – pakan berserat (TMR) sebaiknya perlu difikirkan, masih banyak peternak sapi perah yang memberikan pakan berserat dan konsentrat secara terpisah.
- Komponen konsentrat biasanya hanya diberi makan sekali atau dua kali setiap hari. Hal ini dapat menyebabkan tidak seragamnya pasokan nutrisi dan ketidakefisienan dalam pemanfaatan gizi.
- Pemberian konsentrat sesering mungkin akan membantu kestabilan lingkungan rumen. Beberapa strategi manajemen dapat digunakan untuk meningkatkan produksi susu sapi dan kesehatan ternak
- Hindari perubahan kualitas pakan ternak
- Berikan pakan berserat sesering mungkin hal ini akan membantu menjaga pakan ternak selalu berada dalam keadaan segar dan ternak akan lebih sering makan
- Berikan pakan berserat di pagi hari sebelum diberi konsentrat
- Hindari memberi konsentrat diatas 2.5-3.5 kg sekali pemberian. Selain mencegah kebosanan, juga akan menghilangkan resiko acidosis akibat tingginya asupan karbohidrat dalam rumen
- Perhatikan ukuran konsentrat.  Konsentrat yang terlelu halus akan sangat cepat dalam rumen dan akan menyebabkan acidosis masalah.

Frekuensi makan
- Peningkatan frekuensi pakan akan mengurangi variasi keasaman dalam rumen dan dengan akan membantu menstabilkan lingkungan rumen.
- Kestabilan pH rumen sangat penting penting dalam pencernaan serat

Urutan Pemberian Pakan
- Memberi pengaruh pada fungsi kerja rumen
- Jika berserat dan konsentrat diberikan secara terpisah, maka pakan berserat harus diberi makan terlebih dahulu di pagi hari sebelum diberikan konsentrat
- Bahan pakan sumber protein (misalnya, tepung kedelai) dan sumber karbohidrat (misalnya jagung) diberikan bersamaan akan memberi lemak susu lebih tinggi.  Hal ini karena mikroba rumen memerlukan energi dan protein untuk tumbuh.

Ketepatan Pencampuran
- Kombinasi bahan pakan harus dilaksanakan dengan tepat untuk memperoleh keseimbangan gizi.
- Bahan pakan yang diberikan dalam jumlah tertentu (misalnya mineral dan vitamin), sebaiknya dicampur terlebih dahulu dengan bahan pakan yang lain sebelum dilakukan pencampuran yang lebih banyak lagi

Laktasi Medium
- Medium laktasi berada pada 100 – 200 hari post partus. Pada tahapan ini, ternak akan mencapai puncak produksi (8-10 minggu post partus).
- Konsumsi bahan kering harus tervvapai tidak lebih dari 10 minggu post partus.
- Ternak harus mengkomsumsi 4% dari total bobot badan.
- Hal ini akan menjaga persistensi produksi ternak
- Untuk setiap 2 kg produksi air susu, sedikitnya ternak harus mengkonsumsi 1 kg bahan kering
- Sasaran utama selama periode ini adalah menjaga puncak produksi susu selama
mungkin dengan total produksi susu sebesar 200 - 225 kg atau lebih selama masa laktasi.
- Jadi kunci strategi selama pertengahan laktasi adalah untuk memaksimalkan masalah asupan kering. - Selama periode ini pada sapi harus diberi pakan dengan kandungan serat tinggi (minimal 40 sampai 45% dari rasio bahan kering), dan kandungan serat harus dipertahankan pada tingkat yang sama dengan usia laktasi akhir
- Konsentrat tidak boleh melebihi 2,3% dari berat badan dan sumber pakan non-serat seperti bubur bit, distillers butir biji-bijian dan dedak dapat menggantikan bagian dari pati dalam campuran untuk memelihara lingkungan rumen yang sehat.
- Kandungan Protein pada masa medium lactation lebih rendah daripada awal laktasi dengan kandungan CP 15-17%
- Selama periode ini sapi yang harus digemukkan sebelum bunting (60-70 hari post partus)



Laktasi Akhir
- Fase ini dimulai 200 hari post parrtus sampai ternak memasuki masa kering kandang
- Pada fase ini produksi air susu akan menurun, juga konsumsi pakan
- Tetapi konsumsi pakan akan lebih mudah dikonversi menjadi produksi air susu dan dengan kondisi bobot badan ternak diggunakan untuk mengganti jaringan yang hilang selama masa laktasi awal
- Pada masa ini kenaikan bobot badan disebabkan karena bertam bahnya bobot janin
- Sumber protein dan energy tidak penting pada masa ini.  Ransum murah dapat disusun dengan menggunakan non-protein nitrogen yang dapat menfermentasi karbohidrat, misalnya tetes.

Tabel Kebutuhan Nutrisi Ternak Sapi Perah
Tahap Laktasi
Awal
Medium
Akhir
Rata-rata Produksi Susu (kg/hari)
40
30
20
Konsumsi Bahan Kering (kg/hari)
24 – 26
21 – 23
11 – 12
Kandungan Protein (% bahan kering)
17 – 19
15 – 16
13 – 15
Protein tidak tercerna (% CP)
35 – 40
30 – 35
25
Protein Terlarut (% CP)
25 – 33
25 – 36
25 – 40
Neutral Detergent Fibre (% bahan kering)
30 – 34
30 – 38
33 – 43
Acid Detergent Fibre (% bahan kering)
19 – 21
19 – 23
22 – 26
Efektif kandungan Serat (NDF %)
25
25
25
Nett Energy (MCal/kg)
1,64
1,57
1,5
Non-Carbohidrat Fibre (% bahan kering)
30 – 42
30 – 44
30 – 45
Total Digenstible Nutrient (% bahan kering)
72 – 74
69 – 71
66 – 68
Lemak (max, bahan kering) - %
5 – 6
4 – 6
3 – 5
Calcium (% bahan kering)
0,8 – 1,1
0,8 – 1
0,7 – 0,9
Phosphorous (% bahan kering)
0,5 – 0,9
0,4 – 0,8
0,4 – 0,7
Kalium (% bahan kering)
0,9 – 1,4
0,9 – 1,3
0,9 – 1,3
Natrium (% bahan kering)
0,2 – 0,45
0,2 – 0,45
0,18 – 0,45
Kaporit (% bahan kering)
0,25 – 0,3
0,25 – 0,3
0,25 – 0,3
Belerang (% bahan kering)
0,22 – 0,24
0,2 – 0,24
0,2 – 0,22
Kobalt (mg / kg DM)
0,2 – 0,3
0,2 – 0,3
0,2 – 0,3
Tembaga (mg / kg DM)
15 – 30
15 – 30
12 – 30
Mangan (mg / kg DM)
60
60
50
Seng (mg / kg DM)
80
80
70
Yodium (mg / kg DM)
0,8 – 14
0,6 – 1,4
0,6 – 1,2
Besi (mg / kg DM)
100
75-100
50-100
Adenium (mg / kg DM)
0,3
0,3
0,3
Vitamin A (1000 IU / hari)
100 – 200
100 – 200
100 – 200
Vitamin D (1000 IU / hari)
20 – 30
20 – 30
20 – 30
Vitamin E (IU / hari)
600 – 800
400 – 600
400 – 600
            
Sebuah uraian gamblang yang menjadi patokan Arman dalam menyusun pola pakan ternak sapi perahnya.




------ bersambung LAKONKU ADALAH PETANI #15